{"id":205918,"date":"2026-09-11T20:14:30","date_gmt":"2026-09-11T12:14:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205918"},"modified":"2026-09-11T20:16:53","modified_gmt":"2026-09-11T12:16:53","slug":"lima-jurnalis-hilang-di-selat-sunda-petunjuk-rompi-terbantahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lima-jurnalis-hilang-di-selat-sunda-petunjuk-rompi-terbantahkan\/","title":{"rendered":"Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Petunjuk Rompi Terbantahkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi memastikan rompi pelampung yang ditemukan dekat Anyer bukan milik Arupadhatu 1, sementara pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya di Selat Sunda terus dilakukan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANTEN<\/strong> &#8211; Temuan rompi pelampung di perairan dekat Anyer, Banten, dipastikan bukan berasal dari Arupadhatu 1, speed boat yang membawa lima jurnalis dan tiga orang lainnya sebelum hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Kepastian itu membuat tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan tetap memusatkan upaya pada pencarian kapal beserta delapan orang yang berada di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Hengki mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah polisi meminta keterangan Sandi, pemilik Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2. Jenis rompi pelampung yang ditemukan tim pencari disebut berbeda dengan perlengkapan yang digunakan kedua kapal tersebut, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Jumat, (11\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bahwa hasil pemeriksaan, maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua kapal, Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan. Jadi tidak, bukan merupakan, milik kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan,&#8221; tutur Hengki kepada wartawan, Jumat (11\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rompi pelampung tersebut sebelumnya ditemukan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I-3-64 dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten di perairan dekat Anyer pada Kamis (10\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klarifikasi atas temuan itu menjadi penting karena pencarian Arupadhatu 1 telah memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan dari sejumlah unsur masih melakukan penyisiran dan pemantauan di beberapa sektor yang telah ditentukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi dan sekarang masih berjalan,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa (08\/09\/2026). Kapal tersebut membawa rombongan yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator Al Amrad sebelumnya menyampaikan terdapat delapan orang di dalam kapal. Mereka terdiri atas dua awak kapal, seorang pemandu, dan lima jurnalis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua awak kapal tersebut adalah Warta (55) selaku kapten dan Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK). Sementara Heriyanto (49) berada dalam rombongan sebagai pemandu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lima jurnalis yang ikut dalam pelayaran tersebut ialah pewarta foto Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan dipastikannya rompi pelampung yang ditemukan bukan milik Arupadhatu 1, temuan tersebut belum memberikan petunjuk langsung mengenai keberadaan kapal maupun para penumpangnya. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dengan menyisir sektor-sektor yang telah ditetapkan untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi memastikan rompi pelampung yang ditemukan dekat Anyer bukan milik Arupadhatu 1, sementara pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya di Selat Sunda terus dilakukan. BANTEN &#8211; Temuan rompi pelampung di perairan dekat Anyer, Banten, dipastikan bukan berasal dari Arupadhatu 1, speed boat yang membawa lima jurnalis dan tiga orang lainnya sebelum hilang kontak di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":205925,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,19,35],"tags":[58255,58246,6685,17545,58257,58258,56813,58247,58250,58249,58251,58248,58254,15046,58252,18952,58253,56819,12813,58256],"class_list":["post-205918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-hotnews","category-berita-nasional","tag-ari-basuki","tag-arupadhatu-1","tag-banten","tag-basarnas-banten","tag-daus","tag-donal","tag-gunung-anak-krakatau","tag-jurnalis-hilang-selat-sunda","tag-kal-anyer","tag-kapolda-banten-hengki","tag-lanal-banten","tag-lima-jurnalis-hilang","tag-m-bagus-khoirunnas","tag-pandeglang","tag-pencarian-arupadhatu-1","tag-polda-banten","tag-rompi-pelampung","tag-selat-sunda","tag-tim-sar-gabungan","tag-yudhis"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205918"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":205933,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205918\/revisions\/205933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}