{"id":205964,"date":"2026-09-12T09:15:28","date_gmt":"2026-09-12T01:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=205964"},"modified":"2026-09-12T09:15:28","modified_gmt":"2026-09-12T01:15:28","slug":"kukar-terima-11-pompa-air-perkuat-penanganan-karhutla-dan-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kukar-terima-11-pompa-air-perkuat-penanganan-karhutla-dan-kekeringan\/","title":{"rendered":"Kukar Terima 11 Pompa Air, Perkuat Penanganan Karhutla dan Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 11 pompa bantuan pemerintah pusat dioptimalkan Pemkab Kukar untuk menangani karhutla dan kekeringan sekaligus memperkuat pengairan lahan pertanian selama kemarau.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Sebanyak 11 unit pompa bantuan pemerintah pusat disalurkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, sekaligus menjaga pasokan air bagi lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar akan mengoptimalkan pompa tersebut sesuai kebutuhan darurat dan pengairan jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-206029\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6134251753520697950.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6134251753520697950.jpg 1440w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6134251753520697950-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6134251753520697950-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/6134251753520697950-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim dan diteruskan kepada BPBD Kukar. Dalam jangka pendek, pompa diprioritaskan untuk membantu penanganan karhutla dan kekeringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk jangka pendeknya ini kita optimalkan untuk penanganan karhutla di sekitar daerah Kutai Kartanegara,\u201d kata Aulia di Tenggarong, Jumat (11\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain untuk kondisi darurat, Pemkab Kukar mempersiapkan pemanfaatan pompa sebagai bagian dari sistem pengairan lahan pertanian. Sejumlah titik distribusi dan sumber air telah diidentifikasi agar air dapat dialirkan menuju kawasan persawahan yang membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Aulia, sejumlah saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier di Kukar telah berada dalam kondisi baik. Keberadaan pompa memungkinkan sumber air yang berjarak dari lahan pertanian dihubungkan dengan jaringan irigasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk kondisi sekarang jangka pendeknya kita untuk karhutla dan pengairan mengatasi kekeringan yang ada di Kukar karena sumber-sumber air itu ada di tempat kita. Akan tetapi, sebagian besar itu ada jarak untuk mendistribusikan air tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemanfaatan pompa juga diproyeksikan tidak hanya saat musim kering. Ketika curah hujan meningkat, pompa dapat digunakan untuk memindahkan air dari titik yang berpotensi tergenang menuju lokasi penampungan, seperti embung, void, maupun sungai di sekitar kawasan persawahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah upaya tersebut, karhutla masih menjadi perhatian Pemkab Kukar. Aulia mengungkapkan operasi water bombing selama dua hari di Kecamatan Muara Badak membantu mengendalikan kebakaran yang sempat mendekati jaringan pipa dan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAlhamdulillah sekarang kita seluruh elemen yang ada ini terkoneksi dan terkoordinasi dengan baik sehingga ketika muncul api-api kecil itu bisa kita tangani dengan baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mempercepat respons terhadap kebakaran, Pemkab Kukar juga membentuk tim terpadu di setiap kecamatan. Tim tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), BPBD, unsur pemadam kebakaran (Damkar), relawan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim di tingkat kecamatan menjadi lini awal penanganan ketika kebakaran terdeteksi. Apabila kondisi tidak mampu dikendalikan dengan sumber daya setempat, penanganan selanjutnya dapat meminta dukungan dari tingkat kabupaten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sektor pertanian, langkah antisipasi diarahkan untuk menjaga tanaman padi dari ancaman gagal panen selama kemarau panjang. Selain menyalurkan pompa, Pemkab Kukar mengidentifikasi sumber-sumber air serta mendorong pemanfaatan kearifan lokal masyarakat, termasuk metode penanaman padi di kawasan Danau Semayang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aulia menyebut berdasarkan data yang diterima Pemkab Kukar, ketersediaan beras di daerah tersebut diharapkan tetap aman selama periode kemarau. Kondisi itu ditopang langkah penanganan dampak kekeringan serta ketersediaan cadangan pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam jangka panjang, Pemkab Kukar akan memetakan kebutuhan pengairan pada setiap kawasan pertanian, mulai dari jumlah pompa yang diperlukan hingga kondisi jaringan irigasi yang perlu diperbaiki. Pemetaan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan maupun gangguan pengairan serupa pada masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe depan memang tindakan-tindakan yang akan kita lakukan itu bagaimana mengantisipasi ketika hal-hal seperti ini terjadi kembali,\u201d ujar Aulia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Optimalisasi 11 pompa tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah menghadapi dua risiko sekaligus, yakni karhutla dan kekeringan, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian melalui pengelolaan sumber air dan jaringan irigasi yang lebih terencana. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 11 pompa bantuan pemerintah pusat dioptimalkan Pemkab Kukar untuk menangani karhutla dan kekeringan sekaligus memperkuat pengairan lahan pertanian selama kemarau. KUTAI KARTANEGARA &#8211; Sebanyak 11 unit pompa bantuan pemerintah pusat disalurkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, sekaligus menjaga pasokan air bagi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":205965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,33],"tags":[58443,10372,58442,9544,1669,6958,57942,857,25430,5544,1656,50394,20126,50393,22157,9215,560,561,650,1677,58446,58444,7030,58445,39604],"class_list":["post-205964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-11-pompa","tag-aulia-rahman-basri","tag-bantuan-pompa","tag-bpbd-kaltim","tag-bpbd-kukar","tag-bupati-kukar","tag-danau-semayang","tag-gagal-panen","tag-irigasi-pertanian","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-karhutla-kukar","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kekeringan-kukar","tag-kemarau-panjang","tag-ketahanan-pangan-kukar","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara","tag-muara-badak","tag-pemkab-kukar","tag-penanganan-kekeringan","tag-pengairan-sawah","tag-pertanian-kukar","tag-pltg-muara-badak","tag-water-bombing"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205964"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206031,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205964\/revisions\/206031"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/205965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}