{"id":206233,"date":"2026-09-13T10:35:44","date_gmt":"2026-09-13T02:35:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=206233"},"modified":"2026-09-13T10:35:44","modified_gmt":"2026-09-13T02:35:44","slug":"ulta-soroti-haarp-di-tengah-rentetan-erupsi-gunung-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ulta-soroti-haarp-di-tengah-rentetan-erupsi-gunung-api\/","title":{"rendered":"Ulta Soroti HAARP di Tengah Rentetan Erupsi Gunung Api"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3659\" data-end=\"3856\"><em>Ulta Levenia Nababan mengaitkan rentetan erupsi gunung api di Indonesia dengan HAARP, tetapi mengakui tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim proyek tersebut dapat memicu bencana alam.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Ulta Levenia Nababan kembali menjadi perhatian setelah mengaitkan rangkaian erupsi gunung api di Indonesia dengan <em>High-frequency Active Auroral Research Program<\/em> (HAARP), proyek penelitian ionosfer yang kerap menjadi bahan teori konspirasi. Namun, dalam pernyataannya sendiri, Ulta mengakui tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan HAARP dapat memicu bencana alam.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ulta menyampaikan pandangan tersebut melalui unggahan di media sosial pada Senin (7\/9\/2026). Ia awalnya mengakui bahwa rangkaian bencana alam yang terjadi di Indonesia dapat saja merupakan fenomena alamiah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;HAARP atau Beruntun bencana alam ini mungkin memang terjadi secara natural, memang kejadian alam yang harus kita terima,&#8221; tulis Levenia dalam unggahan Instagram pada Senin (7\/9).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Meski demikian, Ulta mengatakan sikap skeptis membuatnya mempertimbangkan kemungkinan lain yang kemudian dikaitkan dengan teori konspirasi. Salah satu yang disorot ialah HAARP yang menurutnya memiliki sejarah pendanaan dari sejumlah lembaga Amerika Serikat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;HAARP ini sering dikaitkan dengan teori konspirasi karena memang awalnya didanai oleh US Air Force, US Navy dan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency). Walau tidak ada bukti ilmiah, tapi banyak spekulasi bahwa Project HAARP bisa mengendalikan cuaca, membuat badai hingga gempa bumi,&#8221; tulis Ulta.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dugaan keterkaitan HAARP dengan pengendalian cuaca, badai, hingga gempa bumi yang disampaikan Ulta masih berada dalam ranah spekulasi. Ia sendiri secara eksplisit menyebut tidak adanya bukti ilmiah dalam unggahannya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Sabtu, (12\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ulta kemudian memperluas pembahasannya ke aspek militer dan geopolitik Amerika Serikat. Ia mempertanyakan alasan fasilitas HAARP dibangun di Alaska serta kaitannya dengan penelitian ionosfer menggunakan energi radio frekuensi tinggi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">&#8220;Kenapa ada gap conspiracy ini tentang Project HAARP, karena kalau dilihat dengan kaca mata geopolitik dan intelijen, Project HAARP berkaitan dengan penelitian eksploitasi ionosfer dan menggunakan energi radio frekuensi tinggi yang awalnya berpusat di Alaska. Kemudian menimbulkan pertanyaan: untuk apa militer Amerika membangun pemancar radio yang sangat kuat di Alaska?&#8221; kata Ulta.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan demikian, unggahan Ulta lebih banyak menyoroti kemungkinan dan pertanyaan yang ia ajukan berdasarkan sudut pandang skeptis serta geopolitik. Sementara itu, ia tetap mengakui bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim HAARP mampu mengendalikan cuaca atau menyebabkan gempa bumi. []\n<p>Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ulta Levenia Nababan mengaitkan rentetan erupsi gunung api di Indonesia dengan HAARP, tetapi mengakui tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim proyek tersebut dapat memicu bencana alam. JAKARTA &#8211; Ulta Levenia Nababan kembali menjadi perhatian setelah mengaitkan rangkaian erupsi gunung api di Indonesia dengan High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP), proyek penelitian ionosfer yang kerap &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":206234,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,35],"tags":[40258,9642,58721,26258,12147,16267,58719,58720,58723,58724,58722,58718],"class_list":["post-206233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-alaska","tag-amerika-serikat","tag-bencana-alam-indonesia","tag-erupsi-gunung-api","tag-gempa-bumi","tag-geopolitik","tag-haarp","tag-high-frequency-active-auroral-research-program","tag-ionosfer","tag-pengendalian-cuaca","tag-teori-konspirasi","tag-ulta-levenia-nababan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206235,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206233\/revisions\/206235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}