{"id":206275,"date":"2026-09-13T14:46:51","date_gmt":"2026-09-13T06:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=206275"},"modified":"2026-09-13T14:46:51","modified_gmt":"2026-09-13T06:46:51","slug":"tiga-hari-tinggal-di-ladang-yan-ditemukan-meninggal-di-sekayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tiga-hari-tinggal-di-ladang-yan-ditemukan-meninggal-di-sekayam\/","title":{"rendered":"Tiga Hari Tinggal di Ladang, YAN Ditemukan Meninggal di Sekayam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemeriksaan medis terhadap YAN (53) yang ditemukan meninggal di sebuah ladang di Kecamatan Sekayam tidak menemukan tanda kekerasan, sementara keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU<\/strong> &#8211; Pemeriksaan fisik terhadap jenazah YAN (53), pria yang ditemukan meninggal di sebuah ladang di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepolisian Sektor (Polsek) Sekayam telah melakukan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah untuk pemeriksaan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">YAN ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di ladang milik Ambet yang berada di sekitar Blok 17 Afdeling OK Perseroan Terbatas (PT) Global Kalimantan Makmur (GKM), Dusun Setogor, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Sabtu (12\/09\/2026), sekitar pukul 06.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi jenazah disebut telah mengalami pembusukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sekayam Sutikno mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Sebagaimana dilansir Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar, Sabtu, (12\/09\/2026), petugas tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB dan melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan keterangan saksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBegitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peristiwa dapat ditangani secara tepat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang terburu-buru,\u201d ujar Sutikno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan Ambet, YAN sebelumnya ikut melakukan aktivitas menugal di ladang tersebut pada Rabu (9\/9\/2026). Setelah pekerjaan selesai sekitar pukul 08.00 WIB, Ambet mengajak YAN pulang bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, YAN memilih tetap berada di lokasi dan meminta Ambet bersama rekannya pulang terlebih dahulu. Korban mengatakan telah mengenal dan hafal kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga hari kemudian, Ambet kembali ke ladangnya sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itulah ia menemukan YAN telah meninggal dunia. Ambet kemudian menemui Aril untuk meminta bantuan, sebelum pihak PT GKM turut membantu menyampaikan informasi penemuan tersebut kepada Polsek Sekayam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi selanjutnya mencatat identitas korban dan saksi, mengamankan TKP guna mempertahankan status quo, serta mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit (RS) Temenggung Gergaji di Kecamatan Sekayam untuk menjalani pemeriksaan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemeriksaan fisik jenazah yang dilakukan Yolanda Pasaribu di RS Temenggung Gergaji, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara itu, istri YAN menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyampaikan penolakan terhadap autopsi,\u201d kata Sutikno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut polisi, keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah melalui kesepakatan keluarga, jenazah YAN direncanakan dibawa ke kampung halamannya di Dusun Setogor, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, untuk dimakamkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Sekayam menyatakan penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap menghormati keputusan keluarga. Pemeriksaan lokasi, pengumpulan keterangan saksi, dan pemeriksaan medis dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai rangkaian peristiwa sebelum YAN ditemukan meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau masyarakat apabila menemukan kejadian serupa agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengubah kondisi TKP. Kepolisian akan melakukan penanganan secara profesional dengan mengedepankan pemeriksaan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan,\u201d tegas Sutikno. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemeriksaan medis terhadap YAN (53) yang ditemukan meninggal di sebuah ladang di Kecamatan Sekayam tidak menemukan tanda kekerasan, sementara keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. SANGGAU &#8211; Pemeriksaan fisik terhadap jenazah YAN (53), pria yang ditemukan meninggal di sebuah ladang di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), tidak menemukan tanda-tanda kekerasan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":206277,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[58798,58797,58800,183,4861,28011,58802,14244,2953,58803,18611,58796,58799,58801,6022,18609,30596,58795],"class_list":["post-206275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-desa-sotok","tag-dusun-setogor","tag-gkm","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-keluarga-tolak-autopsi","tag-pemeriksaan-jenazah","tag-penemuan-jenazah","tag-polda-kalbar","tag-polisi-sanggau","tag-polsek-sekayam","tag-pria-meninggal-di-ladang","tag-pt-global-kalimantan-makmur","tag-rs-temenggung-gergaji","tag-sanggau","tag-sekayam","tag-tanda-kekerasan","tag-yan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206275"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206279,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206275\/revisions\/206279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}