{"id":2063,"date":"2014-06-07T11:54:19","date_gmt":"2014-06-07T03:54:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2063"},"modified":"2022-10-16T20:52:01","modified_gmt":"2022-10-16T12:52:01","slug":"yogi-dikroyok-geng-mazolang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/yogi-dikroyok-geng-mazolang\/","title":{"rendered":"Yogi Dikroyok Geng Mazolang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kenakalan remaja di Kota Balikpapan, semakin meresahkan masyarakat. Geng remaja yang mengarah ke premanisme, banyak terbentuk. Dan yang membuat kita miris, diantara mereka masih berstatus sebagai pelajar. Hal ini diketahui dari peristiwa pengeroyokan Yogi (19) usai menyaksikan pertandingan sepak bola antara Persiba dengan Persisam, Selasa (3\/6) petang.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yogi warga Balikpapan Barat menderita luka di bagian kepala, serta luka bacok di bagian jari tangannya. Bahkan, salah satu jari tangannya putus lantaran terkena bacokan sajam jenis parang oleh pelaku pengeroyokan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pantauan wartawan saat menyambangi Yogi di ruang Flamboyan C RSKD Balikpapan, kondisi remaja tersebut sudah tampak membaik, meskipun belum pulih. Setelah menjalani tindakan operasi, terlihat Yogi masih terbaring lemas di ranjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepalanya masih terbungkus perban, lantaran terkena pukulan gir motor \u00a0yang diikat dengan sabuk. Entah berapa kali benda tersebut mengenai kepalanya, yang jelas peristiwa pengeroyokan yang terjadi saat itu, hampir saja merengut nyawanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Informasi sementara, pelaku pengeroyokan tersebut merupakan anggota geng yang menamakan dirinya geng Mazolank. Hal ini diketahui oleh salah seorang saksi pengeroyokan, dimana dirinya mengenali salah sato pengeroyokan Yogi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal ini juga dibenarkan Panit Reskrim Polsek Balikpapan Utara, Ipda Hadi Purwanto. \u201cWaktu itu, kami melakukan pengamanan di wilayah titik-titik yang biasanya dijadikan pelaku untuk berkelahi. Bahkan kami juga melakukan patroli keliling hingga pukul 20.00 Wita. Perkelahian tersebut terjadi cepat sehingga lolos dari pantauan polisi,\u201d tegasnya saat ditemui Balikpapan Pos di Polsek Utara, Kamis (5\/6) siang kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokan Yogi. \u201cSaat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka. Kami juga menunggu korban sembuh agar bisa kami mintai keterangan lebih lanjut,\u201d pungkas Hadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang penonton sepak bola laga Persiba Balikpapan\u00a0 melawan Putra Samarinda, dilarikan ke RSKD Balikpapan, Selasa (3\/6) petang. Pria bernama Yogi (19), menderita luka serius di tangan kanan, jarinya nyaris putus. Keterangan yang dihimpun Balikpapan Pos, Yogi terluka saat terjadi perkelahian massal usai pertandingan\u00a0 yang berlangsung di Stadion Parikesit Pertamina Balikpapan. Perkelahian pecah di kawasan Rapak tak jauh dari Toko Sepatu Batta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu perawat RSKD Balikpapan, Paino yang menangani pasien mengatakan, tangan Yogi luka serius, bahkan nyaris putus. \u201cDia sudah di ruangan rawat inap. Dia sudah menjalani operasi siang tadi (kemarin, Red),\u201d ujarnya, malam tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepada petugas medis, Yogi mengakui terluka saat terjadi perkelahian antarsuporter usia pertandingan. \u201cTetapi dia nggak tahu tangannya kena apa. Dia hanya ingat kena pukulan. Dari luka sepertinya bukan luka senjata tajam. Karena lukanya tidak beraturan. Kemungkinan kena pukulan benda keras, bisa kayu atau besi,\u201d ujar perawat senior tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cIya betul, saya yang mengantar pasien dari ruang darurat ke ruangan rawat inap. Tangannya hampir putus. Dia ngakunya fans Persiba. Kelahi setelah\u00a0 pertandingan,\u201d ujar Adi, petugas ambulans RSKD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kasus tersebut juga ramai menjadi perbincangan di sebuah komunitas di group BBM. Disebutkan bahwa,\u00a0 Yogi juga mengalami pendarahan di hidung akibat kena pukulan.\u00a0 Perkelahian tersebut bubar setelah polisi datang melerai. Dua pemuda yang diduga biang keladi perkelahian diamankan, lalu digelandang ke Polsek Balikpapan Utara. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenakalan remaja di Kota Balikpapan, semakin meresahkan masyarakat. Geng remaja yang mengarah ke premanisme, banyak terbentuk. Dan yang membuat kita miris, diantara mereka masih berstatus sebagai pelajar. Hal ini diketahui dari peristiwa pengeroyokan Yogi (19) usai menyaksikan pertandingan sepak bola antara Persiba dengan Persisam, Selasa (3\/6) petang.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2064,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26,481],"tags":[],"class_list":["post-2063","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kasus"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2063","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2063"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2063\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22989,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2063\/revisions\/22989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2063"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2063"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2063"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}