{"id":206456,"date":"2026-09-14T08:10:51","date_gmt":"2026-09-14T00:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=206456"},"modified":"2026-09-14T08:15:32","modified_gmt":"2026-09-14T00:15:32","slug":"terkunci-di-kamar-dua-bocah-tewas-terjebak-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/terkunci-di-kamar-dua-bocah-tewas-terjebak-api\/","title":{"rendered":"Terkunci di Kamar, Dua Bocah Tewas Terjebak Api"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dua bocah kakak beradik tewas setelah terjebak di kamar yang diduga terkunci dengan rantai saat kebakaran melanda rumah mereka di Surabaya.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA TIMUR &#8211;<\/strong> Dua bocah kakak beradik ditemukan meninggal dunia di dalam kamar setelah kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Minggu, 13 September 2026. Keduanya diduga tidak dapat menyelamatkan diri karena pintu kamar terkunci dengan rantai saat kebakaran terjadi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kedua korban masing-masing Kaffa Bihi Abdillah, 7, dan Khotibul Umam, 5. Saat kejadian sekitar pukul 15.30 WIB, kedua anak tersebut berada di rumah, sementara orang tua mereka disebut sedang pergi takziah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Seorang warga setempat, Wawan, mengatakan warga pertama kali menyadari kebakaran setelah melihat kepulan asap dari bagian atap rumah. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan berupaya memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Warga awalnya ada yang melihat asap di atap, akhirnya warga berteriak minta tolong,&#8221; ujar Wawan, salah satu warga di lokasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Wawan, kedua korban berada di dalam kamar yang pintunya terkunci dari luar ketika kebakaran berlangsung. Kondisi tersebut membuat upaya penyelamatan menjadi sulit hingga petugas menemukan keduanya saat melakukan pemeriksaan di dalam rumah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat kebakaran, korban memang berada di dalam kamar, dikunci dari luar, karena orang tuanya sedang pergi takziah,&#8221; ucap Wawan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan kebakaran pada pukul 15.38 WIB dari seorang warga bernama Riski. Petugas kemudian diberangkatkan satu menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pada pukul 15.44 WIB, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (13\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan kondisi api telah padam ketika petugas tiba. Tim kemudian melakukan pembasahan karena sejumlah bagian bangunan masih terasa panas, sebelum memeriksa bagian dalam rumah untuk memastikan tidak ada penghuni yang terjebak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat petugas tiba kondisi <span class=\"text-token-text-primary cursor-text rounded-sm\" data-placeholder-token=\"true\">[kebakaran]<\/span> kamar sudah padam dan hanya membutuhkan pembasahan dikarenakan tembok masih terasa panas,&#8221; kata Laksita dalam keterangan tertulisnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pemeriksaan tersebut berujung pada penemuan dua korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar. Laksita menyebut kedua bocah diduga terjebak karena pintu kamar dikunci menggunakan rantai yang dikaitkan pada sisi pintu dan tembok.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Menurut keterangan warga, pintu kamar dikunci dengan mengaitkan rantai pada sisi pintu dan tembok, kunci pintu rantai,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Untuk menangani kejadian itu, DPKP Surabaya mengerahkan sedikitnya empat unit mobil pemadam dan lima unit tim <em>rescue<\/em>. Armada tersebut terdiri atas tiga unit dari Pos TVRI, satu unit dari Rayon 1 Pasar Turi, empat unit tim <em>rescue<\/em>, serta satu unit Walang Kadung <em>Rescue<\/em>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada gangguan kelistrikan dan <em>exhaust<\/em> kipas angin di kamar. Api kemudian diduga merambat ke kasur hingga menyebabkan kebakaran membesar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penyebab konsleting listrik, exhaust dan kipas kamar yang terbakar lalu merambat ke kasur,&#8221; kata Laksita.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Penemuan kedua korban memicu kepanikan dan kesedihan warga yang menyaksikan proses evakuasi. Ambulans juga disiagakan untuk membawa jenazah kedua korban.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Penanganan kejadian melibatkan DPKP Kota Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Posko Terpadu Dukuh Pakis, Puskesmas Simomulyo, serta Kepolisian Sektor (Polsek) Sukomanunggal bersama Tim Inafis Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya akses keluar-masuk kamar yang aman, terutama ketika anak berada di rumah tanpa pendampingan orang dewasa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua bocah kakak beradik tewas setelah terjebak di kamar yang diduga terkunci dengan rantai saat kebakaran melanda rumah mereka di Surabaya. JAWA TIMUR &#8211; Dua bocah kakak beradik ditemukan meninggal dunia di dalam kamar setelah kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Minggu, 13 September 2026. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":206457,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9290,35],"tags":[16522,35002,59023,59025,59024,12948,59026,37519,13027,59021,59022,7789],"class_list":["post-206456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-timur","category-berita-nasional","tag-bpbd-surabaya","tag-dpkp-surabaya","tag-dua-bocah-tewas","tag-evakuasi-korban-kebakaran","tag-kakak-beradik-tewas","tag-kebakaran-rumah","tag-kebakaran-rumah-simorejo","tag-kebakaran-surabaya","tag-korsleting-listrik","tag-simomulyo","tag-sukomanunggal","tag-surabaya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206456"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206458,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206456\/revisions\/206458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}