{"id":206801,"date":"2026-09-15T08:18:39","date_gmt":"2026-09-15T00:18:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=206801"},"modified":"2026-09-15T08:19:31","modified_gmt":"2026-09-15T00:19:31","slug":"china-ungkap-temuan-emas-dan-perak-di-bawah-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/china-ungkap-temuan-emas-dan-perak-di-bawah-laut\/","title":{"rendered":"China Ungkap Temuan Emas dan Perak di Bawah Laut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ekspedisi ilmiah China menemukan deposit mineral bawah laut yang kaya emas dan perak di Pasifik barat dengan kadar logam mulia mencapai 15,4 gram emas dan 1,27 kilogram perak per ton bijih.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BEIJING &#8211;<\/strong> Ekspedisi ilmiah China menemukan deposit mineral bawah laut yang kaya emas dan perak di kawasan Pasifik barat, dengan kadar logam mulia yang disebut jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah endapan mineral di daratan. Penemuan tersebut berada di ladang hidrotermal bersuhu tinggi yang juga menjadi habitat organisme laut dalam.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Deposit ditemukan dalam ekspedisi gabungan yang melibatkan peneliti dari Institut Geologi Kelautan Qingdao dan Universitas Shanghai Jiao Tong. Penemuan itu dilaporkan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, pada Jumat (11\/9).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Area penambangan dasar laut yang luas ini memiliki nilai eksploitasi yang sangat tinggi,&#8221; kata wakil dekan Institut Teknik Kelautan Universitas Tsinghua sekaligus salah satu ilmuwan utama proyek tersebut, Song Shiji.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan emas dalam deposit tersebut mencapai rata-rata 15,4 gram per ton bijih, sedangkan perak mencapai 1,27 kilogram per ton bijih. Kedua logam mulia itu ditemukan dalam bijih yang dikenal sebagai <em>sulfida hidrotermal<\/em>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Tim peneliti menemukan deposit dalam bentuk tiga gundukan sulfida berukuran besar dan berbentuk kerucut. Material tersebut sebagian besar terdiri atas mineral yang memiliki nilai ekonomi, seperti kalkopirit, pirit, dan sfalerit.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Deposit terbentuk melalui aktivitas hidrotermal di dasar laut. Air laut yang masuk ke kerak bumi dipanaskan hingga suhu sangat tinggi dan menyerap berbagai unsur logam sebelum keluar melalui lubang hidrotermal.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ketika air panas yang kaya mineral tersebut bertemu dengan air laut yang lebih dingin, perubahan suhu menyebabkan logam bereaksi dengan sulfur dan mengendap menjadi mineral sulfida. Endapan semacam itu umumnya mengandung tembaga, seng, dan timbal, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat menghasilkan konsentrasi emas serta perak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ekspedisi penelitian dilakukan selama 18 hari setelah tim berangkat dari Shenzhen pada 10 Agustus menggunakan kapal penelitian Xiang Yang Hong 10. Kapal tersebut merupakan salah satu kapal penelitian oseanografi besar yang dirancang dan dibangun di dalam negeri China.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selama ekspedisi, peneliti melakukan tujuh kali penyelaman ke laut dalam. Sebelumnya, mereka juga telah menjalankan lebih dari selusin survei pendahuluan di kawasan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Hasil survei sebelumnya menunjukkan keberadaan puluhan lubang hidrotermal bersuhu tinggi pada kedalaman sekitar 700 hingga 1.500 meter. Suhu fluida yang keluar dari lubang tersebut bahkan tercatat lebih dari 315 derajat Celsius.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil penelitian itu, tim kemudian mengidentifikasi kawasan hidrotermal baru yang disebut &#8220;baru dan sangat besar&#8221; di dalam cekungan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">CCTV menyebut deposit berada di sebuah &#8220;cekungan busur belakang di Pasifik barat&#8221; yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) China. Namun, pemerintah China tidak mengungkap koordinat pasti lokasi penemuan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Platform pelacakan maritim Shipxy menunjukkan kapal Xiang Yang Hong 10 berlayar melalui perairan di utara dan timur Taiwan serta kawasan utara Filipina selama ekspedisi. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (15\/09\/2026), kawasan ladang hidrotermal sendiri diketahui tersebar luas di Pasifik barat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Wilayah ladang hidrotermal tersebut membentang dari Kepulauan Kuril di utara Jepang hingga perairan timur laut Selandia Baru, berdasarkan penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam Jurnal Universitas Jilin pada 2016.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain potensi kandungan mineral, Song menyoroti nilai ilmiah kawasan tersebut. Ladang hidrotermal menjadi tempat hidup komunitas biologis unik yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem di laut dalam.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Keberadaan organisme tersebut dinilai dapat membantu ilmuwan mempelajari kemampuan makhluk hidup dalam bertahan di lingkungan ekstrem. Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya memiliki potensi sumber daya mineral, tetapi juga memberikan peluang penelitian mengenai kehidupan di laut dalam. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekspedisi ilmiah China menemukan deposit mineral bawah laut yang kaya emas dan perak di Pasifik barat dengan kadar logam mulia mencapai 15,4 gram emas dan 1,27 kilogram perak per ton bijih. BEIJING &#8211; Ekspedisi ilmiah China menemukan deposit mineral bawah laut yang kaya emas dan perak di kawasan Pasifik barat, dengan kadar logam mulia yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":206802,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[7456,2467,59440,59443,59439,59444,36165,59442,59441,59438,26986,59447,3861,59446,59445],"class_list":["post-206801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-beijing","tag-china","tag-deposit-emas","tag-ekspedisi-ilmiah","tag-emas-bawah-laut","tag-hidrotermal","tag-ilmuwan-china","tag-laut-dalam","tag-mineral-laut","tag-pasifik-barat","tag-perak","tag-song-shiji","tag-tambang-emas","tag-xiang-yang-hong-10","tag-zee-china"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206803,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206801\/revisions\/206803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}