{"id":206902,"date":"2026-09-15T14:03:10","date_gmt":"2026-09-15T06:03:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=206902"},"modified":"2026-09-15T14:03:37","modified_gmt":"2026-09-15T06:03:37","slug":"tapin-jadi-wilayah-dengan-hotspot-terbanyak-di-kalsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tapin-jadi-wilayah-dengan-hotspot-terbanyak-di-kalsel\/","title":{"rendered":"Tapin Jadi Wilayah dengan Hotspot Terbanyak di Kalsel"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tapin mencatat 5.258 titik panas sepanjang Januari hingga September 2026, menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi di Kalsel, sementara dugaan sebagian titik berkaitan dengan aktivitas pertambangan masih perlu ditelusuri.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>TAPIN &#8211;<\/strong> Kabupaten Tapin menjadi wilayah dengan jumlah titik panas atau <em>hotspot<\/em> tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) sepanjang 1 Januari hingga 12 September 2026. Data pemantauan menunjukkan terdapat 5.258 <em>hotspot<\/em> di wilayah tersebut, sementara dugaan sebagian titik panas berasal dari aktivitas pertambangan batu bara masih menjadi perhatian.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Data Sistem Pemantauan Karhutla dan Informasi (SiPongi) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang dihimpun melalui citra satelit National Aeronautics and Space Administration (NASA) mencatat 5.258 <em>hotspot<\/em> di Tapin dalam periode tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pemantauan menggunakan satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 juga mencatat 233 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tapin dengan total luas lahan terdampak mencapai 2.143,83 hektare.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Jumlah <em>hotspot<\/em> Tapin menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten\/kota lain di Kalsel. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berada di urutan kedua dengan 3.639 <em>hotspot<\/em>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kabupaten Banjar (Banjar) mencatat luas lahan terdampak karhutla terbesar, yakni 5.255,28 hektare dari 634 kejadian, dengan jumlah <em>hotspot<\/em> sebanyak 3.498 titik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Secara keseluruhan, Kalsel mencatat 3.074 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 20.828,95 hektare dan 21.871 <em>hotspot<\/em> sepanjang periode pemantauan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain Tapin dan HSS, sejumlah wilayah juga mencatat ribuan titik panas. Kabupaten Tanah Laut terdeteksi 2.003 <em>hotspot<\/em>, Hulu Sungai Utara 1.444 titik, Kotabaru 1.147 titik, Barito Kuala 1.137 titik, dan Balangan 1.014 titik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Tingginya jumlah <em>hotspot<\/em> di Tapin menjadi perhatian karena tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan luas lahan terbakar maupun jumlah kejadian karhutla. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai sumber titik panas yang terdeteksi melalui citra satelit.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan aktivitas pertambangan batu bara kemungkinan berkaitan dengan sebagian titik panas yang terdeteksi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cMungkin ada (titik panas) yang dari tumpukan batu bara, mungkin juga dari atap-atap gudabg yang terbuat dari seng,\u201d katanya, sebagaimana diberitakan Kalselmaju, Selasa, (15\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh <em>hotspot<\/em> di Tapin berasal dari aktivitas pertambangan. Titik panas yang terdeteksi satelit dapat berasal dari berbagai sumber sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, penanganan karhutla di Kalsel terus diperkuat. Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel mencoba pendekatan baru dengan menggunakan surfaktan untuk membantu pembasahan lahan gambut yang dinilai rawan terbakar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ronny mengatakan koordinasi penanganan karhutla juga terus dilakukan bersama berbagai instansi, mulai dari jajaran Polda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel hingga BPBD kabupaten\/kota.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKami terus berkoordinasi dengan jajaran polda, BNPB, sejumlah SKPD pemprov dan seluruh BPBD kabupaten\/kota dalam hal penanganan karhutla,\u201d jelas Ronny.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Tingginya <em>hotspot<\/em> di Tapin menjadi sinyal perlunya pemantauan dan penelusuran sumber titik panas secara lebih mendalam. Langkah tersebut penting agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat diarahkan secara tepat, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas dan kondisi lahan yang berpotensi memicu kebakaran. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tapin mencatat 5.258 titik panas sepanjang Januari hingga September 2026, menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi di Kalsel, sementara dugaan sebagian titik berkaitan dengan aktivitas pertambangan masih perlu ditelusuri. TAPIN &#8211; Kabupaten Tapin menjadi wilayah dengan jumlah titik panas atau hotspot tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) sepanjang 1 Januari hingga 12 September 2026. Data pemantauan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":206903,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2276,2298],"tags":[40092,59600,9790,6790,189,20126,1530,25447,18906,25694,59602,46231,41316,59601,9575,35033],"class_list":["post-206902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tapin-provinsi-kalimantan-selatan","tag-bpbd-kalsel","tag-hotspot-tapin","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan","tag-kementerian-kehutanan","tag-nasa","tag-pencegahan-karhutla","tag-pertambangan-batu-bara","tag-ronny-eka-saputra","tag-sipongi","tag-tambang-batu-bara-tapin","tag-tapin","tag-titik-panas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206902"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206904,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206902\/revisions\/206904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}