{"id":206936,"date":"2026-09-15T14:38:20","date_gmt":"2026-09-15T06:38:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=206936"},"modified":"2026-09-15T14:38:20","modified_gmt":"2026-09-15T06:38:20","slug":"fahd-a-rafiq-kembali-tersandung-kasus-kali-ini-ott-bpn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/fahd-a-rafiq-kembali-tersandung-kasus-kali-ini-ott-bpn\/","title":{"rendered":"Fahd A Rafiq Kembali Tersandung Kasus, Kali Ini OTT BPN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Fahd A Rafiq kembali diamankan KPK dalam OTT dugaan rasuah pengurusan HGB di Kabupaten Bogor setelah sebelumnya dua kali menjalani hukuman dalam perkara korupsi.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq kembali berhadapan dengan proses hukum setelah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan rasuah pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penangkapan pada Senin (14\/9\/2026) menjadi kali ketiga Fahd terseret perkara korupsi setelah sebelumnya dua kali menjalani hukuman penjara.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 17 orang. Tim penindakan juga menyita uang tunai yang dikemas dalam sekitar 20 koper dengan nilai yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan Fahd termasuk pihak yang diamankan karena keterangannya dibutuhkan untuk mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana tersebut. &#8220;Pihak-pihak yang diamankan tersebut keterangannya dibutuhkan untuk memberikan penjelasan awal dalam tahapan kegiatan penyelidikan ini,&#8221; ujarnya kepada wartawan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (15\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Budi, penyidik masih menggali informasi dari seluruh pihak yang diamankan, termasuk Fahd. Keterangan mereka diperlukan untuk membantu penyidik menyusun rangkaian peristiwa dalam perkara yang tengah diselidiki.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setiap keterangan, setiap penjelasannya bisa membantu untuk kemudian mengkonstruksikan bagaimana perkara ini, termasuk kronologi peristiwanya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perkara terbaru yang menyeret Fahd berkaitan dengan dugaan suap di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. KPK mendalami dugaan pengurusan HGB di wilayah tersebut serta kemungkinan adanya penerimaan lain.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam operasi itu, sejumlah pejabat dan pihak swasta turut diamankan. Mereka di antaranya Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Tardi, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi, serta mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sebelum kembali diamankan KPK, Fahd telah menjalani dua hukuman dalam perkara korupsi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perkara pertama berkaitan dengan pengalokasian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) 2011. Pada 2012, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan Fahd terbukti bersalah dalam perkara suap pengurusan alokasi DPID.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Fahd ketika itu dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan. Ia terbukti menyerahkan uang Rp5,5 miliar kepada anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Wa Ode Nurhayati untuk mengupayakan tiga kabupaten di Aceh, yakni Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Bener Meriah, memperoleh alokasi DPID tahun anggaran 2011.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Lima tahun kemudian, pada 2017, KPK kembali menetapkan Fahd sebagai tersangka. Ia terseret perkara korupsi pengadaan Al-Qur&#8217;an dan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah (MTs) di Kementerian Agama.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam perkara tersebut, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Fahd didakwa menerima suap terkait proyek pengadaan Al-Qur&#8217;an dan laboratorium komputer Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ia disebut menerima uang dari pengusaha Abdul Kadir Alaydrus untuk memenangkan PT Batu Karya Mas sebagai pelaksana proyek laboratorium komputer MTs dan PT Adhi Aksara Abadi dalam proyek pengadaan Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Setelah menjalani hukuman, Fahd kembali aktif dalam organisasi dan politik hingga masuk dalam jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam perkara yang kini ditangani KPK, posisi hukum Fahd masih belum ditentukan. Pengamanan terhadap dirinya merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dan mengurai dugaan penerimaan maupun pengurusan HGB yang menjadi fokus OTT.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dengan pemeriksaan terhadap 17 pihak serta barang bukti uang yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, KPK masih memiliki ruang untuk mengembangkan perkara tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fahd A Rafiq kembali diamankan KPK dalam OTT dugaan rasuah pengurusan HGB di Kabupaten Bogor setelah sebelumnya dua kali menjalani hukuman dalam perkara korupsi. JAKARTA &#8211; Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq kembali berhadapan dengan proses hukum setelah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan rasuah pengurusan Hak Guna &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":206937,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,481,35],"tags":[59633,59639,13564,5176,59649,53882,59391,59390,49389,49390,31215,59650,220,59651,224,59648,11321,4364],"class_list":["post-206936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-kasus","category-berita-nasional","tag-adrianto-pitojo-adhi","tag-arif-sugiyanto","tag-atr-bpn","tag-bpn","tag-dpid","tag-dugaan-suap","tag-fahd-a-rafiq","tag-fahd-el-fouz","tag-hak-guna-bangunan","tag-hgb","tag-kabupaten-bogor","tag-kasus-al-quran","tag-korupsi","tag-korupsi-kementerian-agama","tag-kpk","tag-ott-bpn-bogor","tag-ott-kpk","tag-partai-golkar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206936"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":206938,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206936\/revisions\/206938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/206937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}