{"id":207100,"date":"2026-09-15T17:06:34","date_gmt":"2026-09-15T09:06:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207100"},"modified":"2026-09-15T17:09:25","modified_gmt":"2026-09-15T09:09:25","slug":"tjsl-2027-hutama-karya-diintegrasikan-dengan-risiko-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tjsl-2027-hutama-karya-diintegrasikan-dengan-risiko-bisnis\/","title":{"rendered":"TJSL 2027 Hutama Karya Diintegrasikan dengan Risiko Bisnis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hutama Karya menyiapkan TJSL 2027 sebagai bagian dari strategi bisnis dengan mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan mitigasi risiko operasional proyek.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; PT Hutama Karya (Persero) mengarahkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2027 tidak lagi sekadar bertumpu pada kegiatan karitatif, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk memitigasi risiko operasional, memperkuat penerimaan sosial masyarakat, dan menjaga keberlanjutan proyek infrastruktur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi tersebut disiapkan melalui penyusunan peta jalan serta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) TJSL 2027 yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan pemetaan risiko di setiap wilayah operasional perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelarasan itu dibahas dalam lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) TJSL yang digelar di Habitare Rasuna, Jakarta, Kamis-Jumat (10-11\/9\/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari upaya Hutama Karya menerjemahkan visi perusahaan, Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer, ke dalam pelaksanaan bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjabat Executive Vice President (EVP) Human Capital Hutama Karya Alfa Haga Rachmady mengatakan, integrasi keberlanjutan ke dalam proses bisnis menjadi salah satu pilar perusahaan dalam menjalankan penugasan pembangunan infrastruktur nasional secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Alfa, masuknya aspek keberlanjutan ke dalam visi perusahaan membuat TJSL perlu bergerak dari pendekatan karitatif menuju program terukur yang terhubung langsung dengan strategi dan risiko bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kualitas fisik konstruksi, melainkan harus memberikan dampak sosial positif dan menjaga kelestarian lingkungan secara terukur. Melalui perencanaan TJSL yang terintegrasi, perseroan memastikan setiap program penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value) mampu memitigasi risiko operasional sekaligus meningkatkan izin sosial untuk beroperasi (social license to operate),&#8221; ujar Alfa, sebagaimana dilansir Topbusiness, Selasa (15\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penyusunannya, program TJSL diarahkan agar mempertimbangkan potensi persoalan sosial dan lingkungan di sekitar proyek sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, kegiatan sosial perusahaan tidak hanya berfungsi sebagai penyaluran bantuan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi instrumen pencegahan risiko yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan proyek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metodologi yang digunakan mengacu pada standar International Organization for Standardization (ISO) 26000 dan kerangka ESG. Peserta dibekali metode pemetaan isu materialitas, penyusunan program unggulan, hingga penyusunan rancangan besar atau grand design TJSL yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan tersebut juga mengarahkan program perusahaan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi lokal serta pengawasan dampak lingkungan di sekitar kawasan operasional. Penyeragaman metode dilakukan agar kebijakan keberlanjutan diterapkan secara konsisten pada seluruh lini bisnis Hutama Karya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 28 peserta dari unit kerja pusat, anak perusahaan, dan Special Purpose Vehicle (SPV) mengikuti agenda tersebut. Enam perusahaan yang terlibat meliputi PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), PT HK Realtindo (HKR), PT Hutama Marga Waskita (HMW), PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP), serta PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hutama Karya juga menggandeng PT Olahkarsa Inovasi Indonesia sebagai fasilitator dalam penyelarasan metodologi perencanaan. Kolaborasi lintas unit tersebut diarahkan untuk membangun basis data dan RKA TJSL dengan standar yang seragam di seluruh wilayah operasional perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterlibatan anak perusahaan dan SPV sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan keberlanjutan ditempatkan sebagai agenda kelompok usaha. Program TJSL yang dirancang berdasarkan karakteristik wilayah diharapkan lebih tepat sasaran sekaligus mampu merespons potensi dampak sosial maupun lingkungan yang muncul dari aktivitas pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelarasan itu juga ditujukan untuk memperkuat penerimaan masyarakat terhadap proyek-proyek yang dikerjakan Hutama Karya. Program pemberdayaan yang tepat sasaran diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat, memperkuat kerja sama dengan pemangku kepentingan daerah, serta menciptakan lingkungan operasional yang aman dan kondusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan tata kelola TJSL tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor PER-1\/MBU\/03\/2023 serta dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tingkat global, kebijakan itu diarahkan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, SDGs 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDGs 13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan penyusunan peta jalan dan RKA TJSL 2027, Hutama Karya menargetkan aspek sosial dan lingkungan semakin terintegrasi dengan pengambilan keputusan bisnis sehingga manfaat pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada terbentuknya fasilitas fisik, tetapi juga memberi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar proyek. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hutama Karya menyiapkan TJSL 2027 sebagai bagian dari strategi bisnis dengan mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan mitigasi risiko operasional proyek. JAKARTA &#8211; PT Hutama Karya (Persero) mengarahkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2027 tidak lagi sekadar bertumpu pada kegiatan karitatif, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk memitigasi risiko operasional, memperkuat penerimaan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":207110,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9295,35],"tags":[59797,99,38344,11853,59794,4589,6570,59795,18795,17344,59793,42129,59796,59792,59791],"class_list":["post-207100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-alfa-haga-rachmady","tag-bumn","tag-esg","tag-hutama-karya","tag-infrastruktur-berkelanjutan","tag-jakarta","tag-lingkungan","tag-mitigasi-risiko","tag-pembangunan-infrastruktur","tag-pemberdayaan-masyarakat","tag-rka-tjsl-2027","tag-sdgs","tag-tanggung-jawab-sosial-dan-lingkungan","tag-tjsl-2027","tag-tjsl-hutama-karya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207100"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207120,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207100\/revisions\/207120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}