{"id":207101,"date":"2026-09-15T17:07:46","date_gmt":"2026-09-15T09:07:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207101"},"modified":"2026-09-15T17:07:46","modified_gmt":"2026-09-15T09:07:46","slug":"ai-bisa-dongkrak-produktivitas-40-persen-menaker-ungkap-syaratnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ai-bisa-dongkrak-produktivitas-40-persen-menaker-ungkap-syaratnya\/","title":{"rendered":"AI Bisa Dongkrak Produktivitas 40 Persen, Menaker Ungkap Syaratnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Menaker Yassierli menilai pemanfaatan AI dapat meningkatkan produktivitas hingga 30\u201340 persen jika perusahaan merancang ulang proses kerja, meningkatkan keterampilan pekerja, dan tetap menempatkan manusia sebagai pengendali utama teknologi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANTEN<\/strong> &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) dinilai dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga 30\u201340 persen apabila perusahaan tidak sekadar menggunakannya sebagai asisten digital, tetapi juga merancang ulang proses kerja dan meningkatkan keterampilan pekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan keberhasilan penerapan AI tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Perusahaan juga perlu membenahi alur kerja agar teknologi tersebut benar-benar menghasilkan peningkatan produktivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat menjadi pembicara pada Indonesia Human Capital and Beyond Summit 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, sebagaimana diwartakan Antara, Selasa, (15\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yassierli, penggunaan AI hanya sebagai asisten operasional rata-rata memberikan peningkatan produktivitas sekitar 5 persen. Potensinya dapat meningkat menjadi 30\u201340 persen apabila perusahaan melakukan perancangan ulang alur kerja dan standar operasional prosedur (SOP), disertai peningkatan keterampilan tenaga kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAdopsi AI tidak sebatas merekrut tenaga ahli atau menjadikan AI sekadar asisten digital,\u201d kata Yassierli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai pekerja tetap memiliki posisi penting dalam transformasi teknologi. Pekerja tidak hanya membutuhkan keahlian sesuai bidang masing-masing, tetapi juga kemampuan memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan dan menciptakan nilai tambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sektor dengan tingkat pemanfaatan AI yang tinggi, menurut Yassierli, menunjukkan pertumbuhan produktivitas lebih cepat dibandingkan sektor dengan tingkat adopsi teknologi yang lebih rendah. Meski demikian, meningkatnya penggunaan AI tidak serta-merta harus diikuti pengurangan tenaga kerja secara drastis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknologi tersebut justru dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap kompetensi tertentu. Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi salah satu faktor penting agar pekerja tetap mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yassierli juga menyoroti kajian Boston Consulting Group (BCG) terhadap 1.250 perusahaan. Hasil kajian tersebut menunjukkan sekitar 60 persen perusahaan yang menjadi pelopor pemanfaatan AI belum memperoleh manfaat bisnis secara signifikan, salah satunya akibat kekeliruan strategi dalam mengimplementasikan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena itu, transformasi teknologi perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi penguatan daya saing sekaligus pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengantisipasi dampak transformasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong empat prinsip penerapan AI di dunia kerja. Pertama, teknologi diarahkan untuk memperkuat kemampuan manusia dan bukan semata-mata menggantikan pekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, penerapan AI perlu dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pekerja serta serikat pekerja atau serikat buruh. Ketiga, keputusan berbasis AI yang berdampak terhadap hak, keselamatan, dan kesempatan kerja harus tetap berada di bawah pengawasan manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keempat, penerapan teknologi harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal atau no one left behind, termasuk pekerja senior. Prinsip tersebut harus didukung melalui peningkatan keterampilan agar tenaga kerja mampu mengikuti perubahan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemnaker menjalankan proyek percontohan peningkatan produktivitas berbasis AI, menyusun panduan resmi penerapan AI di tempat kerja, serta menyiapkan wadah kolaborasi antarperusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah tersebut diharapkan membuat transformasi AI tidak berhenti pada otomatisasi pekerjaan, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kompetensi tenaga kerja, dan menjaga keberlanjutan kesempatan kerja di tengah perubahan teknologi. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menaker Yassierli menilai pemanfaatan AI dapat meningkatkan produktivitas hingga 30\u201340 persen jika perusahaan merancang ulang proses kerja, meningkatkan keterampilan pekerja, dan tetap menempatkan manusia sebagai pengendali utama teknologi. BANTEN &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) dinilai dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga 30\u201340 persen apabila perusahaan tidak sekadar menggunakannya sebagai asisten digital, tetapi juga merancang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":207113,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,17,35],"tags":[9230,59798,9670,6685,59802,59801,59803,23814,19287,15037,59799,15296,25414,59804,53450,37876,59800,14767,17955,11068,15470],"class_list":["post-207101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-headlines","category-berita-nasional","tag-ai","tag-ai-di-dunia-kerja","tag-artificial-intelligence","tag-banten","tag-bcg","tag-boston-consulting-group","tag-ihcbs-2026","tag-kecerdasan-buatan","tag-kementerian-ketenagakerjaan","tag-kemnaker","tag-keterampilan-pekerja","tag-menaker-yassierli","tag-menteri-ketenagakerjaan","tag-nice-pik-2","tag-peningkatan-produktivitas","tag-produktivitas-tenaga-kerja","tag-sop-perusahaan","tag-tangerang","tag-tenaga-kerja-indonesia","tag-transformasi-digital","tag-yassierli"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207116,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207101\/revisions\/207116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}