{"id":207198,"date":"2026-09-16T08:15:07","date_gmt":"2026-09-16T00:15:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207198"},"modified":"2026-09-16T08:15:54","modified_gmt":"2026-09-16T00:15:54","slug":"kekeringan-capai-25-kecamatan-bpbd-tangerang-salurkan-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kekeringan-capai-25-kecamatan-bpbd-tangerang-salurkan-air\/","title":{"rendered":"Kekeringan Capai 25 Kecamatan, BPBD Tangerang Salurkan Air"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemarau ekstrem berdampak pada 62.076 warga di 73 desa\/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan Kabupaten Tangerang, dengan BPBD telah menyalurkan air bersih sebanyak 330 kali ke 178 titik terdampak.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANTEN &#8211;<\/strong> Sebanyak 62.076 warga di Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak kekeringan setelah 73 desa\/kelurahan di 25 kecamatan menghadapi kemarau ekstrem dengan potensi hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memperkuat distribusi air bersih ke wilayah terdampak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pendataan periode Juli hingga September 2026, warga yang terdampak tersebut tersebar dalam 23.430 kepala keluarga (KK). Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD Kabupaten Tangerang telah mengirimkan pasokan sebanyak 330 kali ke 178 titik yang mengalami kekeringan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (16\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan status Awas Bencana Kekeringan diberlakukan di wilayah yang berpotensi mengalami HTH lebih dari 60 hari dan memiliki curah hujan sangat rendah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, total saat ini ada 25 kecamatan itu enggak ada hujan,&#8221; kata Taufik, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 25 kecamatan yang masuk status awas tersebut yakni Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga, dan Tigaraksa.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Taufik menjelaskan hujan yang masih turun di sejumlah wilayah hanya berupa gerimis sehingga belum banyak membantu mengurangi dampak kemarau. Kondisi minim hujan tersebut juga terjadi di wilayah Tigaraksa yang disebutnya memiliki jumlah kebakaran cukup banyak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis ya, paling sekitaran Tigaraksa gitu. Tapi kan malah itu yang terbanyak jumlah kebakarannya,&#8221; jelas Taufik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih menilai kondisi kekeringan dapat ditangani melalui dukungan sejumlah pihak. BPBD belum menetapkan status siaga bencana kekeringan karena kebutuhan air bersih masyarakat masih dapat dipenuhi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama, terutama suplai air ya bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan pihak swasta. Apabila kekeringan ini terus-menerus kemudian meluas baru kita akan lakukan siaga bencana,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">BPBD bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Palang Merah Indonesia (PMI), dan pihak swasta masih menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Penanganan tersebut akan terus dilakukan apabila kekeringan bertahan dan cakupan wilayah terdampak semakin luas. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemarau ekstrem berdampak pada 62.076 warga di 73 desa\/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan Kabupaten Tangerang, dengan BPBD telah menyalurkan air bersih sebanyak 330 kali ke 178 titik terdampak. BANTEN &#8211; Sebanyak 62.076 warga di Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak kekeringan setelah 73 desa\/kelurahan di 25 kecamatan menghadapi kemarau ekstrem dengan potensi hari tanpa hujan (HTH) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":207200,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,19,35],"tags":[59910,59909,59913,1571,6685,24871,18593,24214,59911,59912,59908,38388,14767,28687],"class_list":["post-207198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-hotnews","category-berita-nasional","tag-25-kecamatan","tag-62-076-warga","tag-73-desa","tag-air-bersih","tag-banten","tag-bencana-kekeringan","tag-bpbd-kabupaten-tangerang","tag-distribusi-air-bersih","tag-hari-tanpa-hujan","tag-hth","tag-kekeringan-tangerang","tag-kemarau-ekstrem","tag-tangerang","tag-warga-terdampak-kekeringan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207198"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207203,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207198\/revisions\/207203"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}