{"id":207224,"date":"2026-09-16T08:38:53","date_gmt":"2026-09-16T00:38:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207224"},"modified":"2026-09-16T08:39:53","modified_gmt":"2026-09-16T00:39:53","slug":"arab-saudi-tertekan-jalur-ekspor-minyak-terganggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/arab-saudi-tertekan-jalur-ekspor-minyak-terganggu\/","title":{"rendered":"Arab Saudi Tertekan, Jalur Ekspor Minyak Terganggu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Penutupan jalur pipa minyak sepanjang 1.200 kilometer membuat Arab Saudi menghadapi risiko penurunan ekspor, tekanan pertumbuhan ekonomi, dan gangguan terhadap agenda investasi kerajaan.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>RIYADH &#8211;<\/strong> Arab Saudi menghadapi tekanan ekonomi setelah jalur pipa minyak yang menjadi alternatif pengiriman ketika Selat Hormuz terganggu harus ditutup menyusul serangkaian serangan. Gangguan tersebut berpotensi menghambat ekspor minyak, menekan pertumbuhan ekonomi, serta mengganggu upaya kerajaan menarik investasi asing dalam skala besar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Jalur pipa sepanjang sekitar 1.200 kilometer itu menghubungkan Abqaiq di wilayah timur penghasil minyak dengan Yanbu di pesisir Laut Merah. Infrastruktur tersebut menjadi jalur penting bagi Arab Saudi untuk mengirim minyak tanpa melewati Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (16\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pada awal konflik, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi Riyadh. Ketika harga minyak mentah meningkat dan Selat Hormuz terganggu, Arab Saudi dapat mengandalkan jalur pipa darat untuk mengalihkan pengiriman minyak menuju Laut Merah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Namun, situasi berubah setelah serangan terhadap wilayah Saudi terjadi berulang kali. Serangan yang disebut dilakukan kelompok Houthi dari Yaman menimbulkan korban luka dan kerusakan material sehingga Riyadh menutup jalur pipa tersebut sebagai langkah pencegahan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kementerian Energi Saudi mengumumkan penutupan jalur pipa pada Jumat (11\/9). Kebijakan tersebut membuat salah satu jalur alternatif ekspor minyak Saudi ikut terganggu ketika jalur pelayaran melalui Selat Hormuz masih menghadapi hambatan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dampak gangguan tersebut tidak hanya menyentuh sektor energi, tetapi juga dapat memengaruhi agenda ekonomi kerajaan. Penutupan pipa terjadi beberapa pekan sebelum konferensi investasi utama di Riyadh yang dijadwalkan menghadirkan sejumlah pimpinan perusahaan keuangan global, termasuk CEO JPMorgan Chase &amp; Co. Jamie Dimon dan David Solomon dari Goldman Sachs Group Inc.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Otoritas Inggris memperkirakan penutupan jalur pipa dapat berlangsung lebih dari sebulan. Jika kondisi tersebut terjadi, gangguan pasokan berpotensi meningkatkan harga bahan bakar global dan menambah tekanan inflasi, menurut sejumlah pejabat senior Eropa.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Bagi Arab Saudi, gangguan berkepanjangan juga berisiko mengurangi pendapatan ekspor hingga puluhan miliar dolar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Arab Saudi menghadapi tekanan yang semakin meningkat, yang belum pernah terjadi sejak Mohammed bin Salman (MbS) naik ke tampuk kekuasaan,&#8221; kata Tarik Yousef, peneliti senior di Middle East Council on Global Affairs.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Konvergensi tekanan ekonomi yang membayangi dan risiko geopolitik yang meningkat ini pasti menciptakan rasa urgensi. Mereka harus mengambil keputusan-keputusan besar,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Tekanan terhadap sektor energi Saudi juga datang dari jalur maritim. Gangguan kelompok Houthi di Selat Bab el Mandeb dinilai dapat semakin menyulitkan pengiriman minyak Saudi menuju pasar Eropa dan Asia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Bab el Mandeb merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan kawasan sekitar Samudra Hindia. Gangguan di kawasan tersebut menjadi persoalan tambahan bagi Saudi karena sebagian ekspor minyak yang dialihkan dari Selat Hormuz bergantung pada akses menuju Laut Merah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Arab Saudi masih memiliki sejumlah penyangga ekonomi. Negara tersebut memiliki aset dana kekayaan negara dan cadangan devisa dengan nilai sekitar US$1,4 triliun. Saudi juga masih mampu memperoleh pinjaman di pasar internasional sepanjang tahun ini.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Namun, tekanan mulai terlihat di pasar keuangan. Obligasi dolar pemerintah Saudi tercatat menjadi salah satu instrumen dengan kinerja terburuk di pasar negara berkembang pada bulan ini.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Gangguan keamanan juga berpotensi memengaruhi rencana Arab Saudi menarik investasi asing dalam jumlah besar. Sejumlah sektor yang menjadi sasaran investasi, antara lain pusat data, industri energi, dan kendaraan listrik, dapat terdampak apabila ketidakpastian geopolitik berlangsung lama.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala ekonom Abu Dhabi Commercial Bank Monica Malik memperkirakan perekonomian Saudi mengalami kontraksi 3,1 persen tahun ini. Kontraksi tersebut berpotensi semakin dalam menjadi 4,5 persen apabila jalur pipa ditutup selama sebulan dan pemerintah tidak dapat mengirimkan minyak dalam volume signifikan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Perkembangan terkini cukup buruk secara ekonomi dan geopolitik bagi Arab Saudi,&#8221; kata mantan kepala misi Dana Moneter Internasional untuk Saudi, Tim Callen.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pertumbuhan akan jauh lebih rendah,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut sekaligus menguji kemampuan Mohammed bin Salman dalam mencari dukungan sekutu untuk menghadapi ancaman Houthi. Riyadh disebut telah meminta bantuan militer kepada Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, tetapi keduanya belum menyatakan kesediaan untuk memberikan bantuan tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sejumlah penilaian militer Eropa Barat juga menyebut tidak ada jaminan Arab Saudi akan berhasil meskipun memilih langkah <em>ofensif<\/em> terhadap Houthi. Riyadh bersama pasukan yang didukungnya di Yaman hingga kini belum berhasil mengalahkan Houthi di Sanaa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penutupan jalur pipa minyak sepanjang 1.200 kilometer membuat Arab Saudi menghadapi risiko penurunan ekspor, tekanan pertumbuhan ekonomi, dan gangguan terhadap agenda investasi kerajaan. RIYADH &#8211; Arab Saudi menghadapi tekanan ekonomi setelah jalur pipa minyak yang menjadi alternatif pengiriman ketika Selat Hormuz terganggu harus ditutup menyusul serangkaian serangan. Gangguan tersebut berpotensi menghambat ekspor minyak, menekan pertumbuhan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":207226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,4253,6796,59945,59947,59946,50660,20784,59948,7612,59944,15078,15313,20782,7889,53803,15308],"class_list":["post-207224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-arab-saudi","tag-donald-trump","tag-east-west-pipeline","tag-ekonomi-arab-saudi","tag-ekspor-minyak","tag-harga-minyak","tag-houthi","tag-investasi-saudi","tag-iran","tag-jalur-pipa-minyak-saudi","tag-konflik-timur-tengah","tag-krisis-energi","tag-mohammed-bin-salman","tag-riyadh","tag-selat-bab-el-mandeb","tag-selat-hormuz"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207227,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207224\/revisions\/207227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}