{"id":207277,"date":"2026-09-16T14:08:21","date_gmt":"2026-09-16T06:08:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207277"},"modified":"2026-09-16T14:08:21","modified_gmt":"2026-09-16T06:08:21","slug":"dprd-ingatkan-pontianak-waspadai-ispa-dan-diare-saat-el-nino","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-ingatkan-pontianak-waspadai-ispa-dan-diare-saat-el-nino\/","title":{"rendered":"DPRD Ingatkan Pontianak Waspadai ISPA dan Diare Saat El Nino"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>DPRD Kota Pontianak meminta Dinkes memperkuat pencegahan, pemantauan penyakit, edukasi masyarakat, dan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi potensi dampak El Nino.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat Pemerintah Kota Pontianak untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pasien selama fenomena El Nino berlangsung. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Huddin, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak memperketat pemantauan penyakit sekaligus memastikan fasilitas kesehatan siap menghadapi perubahan kondisi kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Huddin, cuaca panas dan kering dapat memicu persoalan kesehatan yang perlu diantisipasi sejak awal. Selain memastikan pelayanan tetap berjalan, Dinkes juga dinilai perlu memperkuat upaya pencegahan agar masyarakat tidak menunggu hingga mengalami gangguan kesehatan untuk memperoleh penanganan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cDinas Kesehatan harus memaksimalkan penanganan terhadap penyakit yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat akibat El Nino. Salah satunya ISPA dan diare,\u201d ujarnya, Rabu (16\/09\/2026), sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Rabu, (16\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Huddin menjelaskan, perubahan kondisi lingkungan selama cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit. Udara yang kering dan penurunan kualitas udara, khususnya saat kabut asap muncul, berpotensi memperburuk gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di sisi lain, keterbatasan air bersih selama kondisi kering juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi, termasuk diare. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan penyakit di masyarakat diperlukan agar pemerintah dapat segera merespons apabila terjadi peningkatan kasus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Huddin juga menilai pencegahan harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, penggunaan masker ketika kualitas udara memburuk, serta menjaga kebersihan makanan dan air menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penyakit di tengah kondisi cuaca yang berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cPencegahan harus diperkuat. Masyarakat juga perlu diberikan informasi yang jelas bagaimana menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca seperti sekarang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain edukasi, kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. Huddin mendorong Dinkes memastikan pelayanan mampu mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien, termasuk melalui pemantauan tren penyakit secara berkala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Langkah tersebut dinilai penting agar potensi peningkatan kasus dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sebelum memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat. Koordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat juga diharapkan berjalan selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cJangan sampai masyarakat baru ditangani ketika kasusnya sudah meningkat. Kita harus bergerak lebih awal dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify\">Redaksi 03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DPRD Kota Pontianak meminta Dinkes memperkuat pencegahan, pemantauan penyakit, edukasi masyarakat, dan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi potensi dampak El Nino. PONTIANAK &#8211; Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat Pemerintah Kota Pontianak untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pasien selama fenomena El Nino berlangsung. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":207302,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,36],"tags":[1571,26001,17854,60102,60100,17869,16365,9029,60101,1547,1461,19692,26480,1702,60104,60103,329,25375],"class_list":["post-207277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-air-bersih","tag-cuaca-kering","tag-cuaca-panas","tag-diare","tag-dinkes-pontianak","tag-dprd-pontianak","tag-el-nino","tag-fasilitas-kesehatan","tag-huddin","tag-ispa","tag-kabut-asap","tag-kesehatan-masyarakat","tag-kota-pontianak","tag-pelayanan-kesehatan","tag-pencegahan-penyakit","tag-penyakit-akibat-el-nino","tag-pontianak","tag-sanitasi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207303,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207277\/revisions\/207303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}