{"id":207306,"date":"2026-09-16T14:14:52","date_gmt":"2026-09-16T06:14:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207306"},"modified":"2026-09-16T14:14:52","modified_gmt":"2026-09-16T06:14:52","slug":"pontianak-perkuat-moderasi-beragama-di-tengah-keberagaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-perkuat-moderasi-beragama-di-tengah-keberagaman\/","title":{"rendered":"Pontianak Perkuat Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong penguatan moderasi beragama dan literasi untuk menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan dinamika sosial.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Keberagaman agama, suku, dan budaya menjadi tantangan sekaligus modal sosial bagi masyarakat Kota Pontianak dalam mempertahankan kerukunan. Karena itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong penguatan moderasi beragama dan literasi masyarakat untuk mencegah perbedaan berkembang menjadi gesekan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pesan tersebut disampaikan Edi saat membuka Seminar Nasional Moderasi Beragama di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (16\/09\/2026). Menurut dia, karakter masyarakat yang heterogen membutuhkan sikap saling menghargai agar perbedaan tetap menjadi bagian dari kekuatan kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cPontianak ini sangat heterogen, baik dari sisi suku maupun agama. Sejak dulu kehidupan masyarakat kita sebenarnya sudah sangat harmonis dan rukun,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Edi menilai tantangan menjaga kerukunan tidak terbatas pada perbedaan keyakinan. Latar belakang suku, karakter budaya, serta dinamika politik juga dapat memunculkan perbedaan pandangan yang berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak disikapi secara dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Arus informasi yang semakin deras turut menjadi perhatian. Menurut Edi, identitas agama dan suku terkadang terbawa dalam perbedaan pandangan di tengah masyarakat, sehingga kemampuan memilah informasi dan memahami keberagaman menjadi semakin penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cModerasi beragama ini menjadi salah satu hal penting yang harus terus kita galakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gambaran kehidupan yang berdampingan tersebut antara lain terlihat di Kampung Moderasi Beragama kawasan Jeruju. Di kawasan itu, rumah ibadah dari agama berbeda berada dalam jarak berdekatan dan masyarakat tetap menjalankan kehidupan secara harmonis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Edi mengatakan kerukunan masyarakat juga menjadi modal untuk menghadapi persoalan lain yang dapat memengaruhi kehidupan sosial. Tantangan tersebut mencakup persoalan ekonomi, kondisi global, hingga perubahan cuaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan apresiasi kepada panitia yang memilih Pontianak sebagai lokasi pelaksanaan Seminar Nasional Moderasi Beragama. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat praktik kehidupan yang menghargai perbedaan sekaligus mempertahankan kerukunan yang telah berkembang di tengah masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cJaga moderasi, ciptakan mufakat, Pontianak aman, hidup pun tenang,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify\">Redaksi 03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong penguatan moderasi beragama dan literasi untuk menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan dinamika sosial. PONTIANAK &#8211; Keberagaman agama, suku, dan budaya menjadi tantangan sekaligus modal sosial bagi masyarakat Kota Pontianak dalam mempertahankan kerukunan. Karena itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong penguatan moderasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":207308,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[5938,60113,60112,60111,60115,23106,26480,20670,8615,4400,329,60114,5185,12508],"class_list":["post-207306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-edi-rusdi-kamtono","tag-jeruju","tag-kampung-moderasi-beragama","tag-keberagaman-pontianak","tag-kerukunan-sosial","tag-kerukunan-umat-beragama","tag-kota-pontianak","tag-literasi-masyarakat","tag-moderasi-beragama","tag-pemkot-pontianak","tag-pontianak","tag-seminar-nasional-moderasi-beragama","tag-toleransi","tag-wali-kota-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207306"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207310,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207306\/revisions\/207310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}