{"id":207315,"date":"2026-09-16T14:24:08","date_gmt":"2026-09-16T06:24:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207315"},"modified":"2026-09-16T14:25:20","modified_gmt":"2026-09-16T06:25:20","slug":"kpk-soroti-status-residivis-fahd-dalam-kasus-suap-hgb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kpk-soroti-status-residivis-fahd-dalam-kasus-suap-hgb\/","title":{"rendered":"KPK Soroti Status Residivis Fahd dalam Kasus Suap HGB"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>KPK menyatakan status residivis Fahd A Rafiq dapat menjadi faktor pemberat dalam proses hukum kasus dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Status Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq sebagai residivis menjadi salah satu hal yang akan diperhitungkan dalam proses hukum kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan riwayat perkara sebelumnya dapat menjadi faktor pemberat dalam pemidanaan apabila memenuhi ketentuan <em>recidive<\/em> atau pengulangan tindak pidana.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan Fahd kembali berhadapan dengan perkara korupsi untuk ketiga kalinya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (16\/09\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tentunya sudah betul tadi ada pemberatan,&#8221; kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15\/9) malam.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Taufik menjelaskan, status residivis dalam konsep hukum pidana dapat menjadi dasar pemberatan pidana. Namun, proses penentuan hukuman berada pada tahap penuntutan setelah penyidik menyelesaikan pendalaman perkara.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nah, nanti untuk pemidanaan tentunya itu menjadi porsi di penuntutan. Tapi, secara konsep hukum, tentunya orang residivis itu lebih berat dari orang yang baru melakukan pertama kali sebuah perbuatan pidana,&#8221; terang Taufik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">KPK juga masih menggali lebih jauh dugaan peran Fahd dalam perkara pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Pendalaman tersebut menjadi bagian dari penyidikan terhadap perkara yang menyeret delapan orang sebagai tersangka.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam perkara tersebut, KPK menyebut empat tersangka diduga merupakan orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) Nusron Wahid. Mereka ialah Arif Sugiyanto, Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Empat tersangka lainnya yakni Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR\/BPN Lampri, serta Rizal Pahlevi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">KPK telah melakukan penahanan terhadap delapan tersangka untuk masa 20 hari pertama hingga 4 Oktober 2026. Penahanan tersebut dilakukan setelah rangkaian pemeriksaan dan proses penyidikan perkara dugaan suap pengurusan HGB serta penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR\/BPN.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Status Fahd sebagai residivis berkaitan dengan perkara korupsi yang sebelumnya pernah menjeratnya. Catatan tersebut menjadi bagian dari konteks yang akan diperhitungkan dalam proses hukum saat perkara terbaru memasuki tahap penuntutan, sementara dugaan peran Fahd dalam perkara HGB masih didalami penyidik. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KPK menyatakan status residivis Fahd A Rafiq dapat menjadi faktor pemberat dalam proses hukum kasus dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. JAKARTA &#8211; Status Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq sebagai residivis menjadi salah satu hal yang akan diperhitungkan dalam proses hukum kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":207316,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,481,35],"tags":[50309,13564,53882,59391,59390,49389,59929,31215,1550,59393,224,35789,60119,4292,59930],"class_list":["post-207315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-kasus","category-berita-nasional","tag-achmad-taufik-husein","tag-atr-bpn","tag-dugaan-suap","tag-fahd-a-rafiq","tag-fahd-el-fouz","tag-hak-guna-bangunan","tag-hgb-summarecon","tag-kabupaten-bogor","tag-kasus-korupsi","tag-korupsi-pertanahan","tag-kpk","tag-nusron-wahid","tag-pt-summarecon-agung","tag-residivis","tag-suap-hgb"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207315"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207317,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207315\/revisions\/207317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}