{"id":207460,"date":"2026-09-17T07:22:57","date_gmt":"2026-09-16T23:22:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207460"},"modified":"2026-09-17T07:22:57","modified_gmt":"2026-09-16T23:22:57","slug":"karhutla-meluas-perusahaan-sawit-diminta-turunkan-armada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-meluas-perusahaan-sawit-diminta-turunkan-armada\/","title":{"rendered":"Karhutla Meluas, Perusahaan Sawit Diminta Turunkan Armada"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>Pemkab Kotim meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit menyiagakan sedikitnya satu armada tangki air untuk memperkuat pemadaman dan pendinginan titik api di sejumlah wilayah Sampit.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Armada perusahaan perkebunan kelapa sawit mulai disiapkan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di kawasan sekitar Kota Sampit yang masih menghadapi kemunculan sejumlah titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pengerahan armada tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengatasi keterbatasan sumber air dan jangkauan pemadaman. Setiap perusahaan perkebunan diminta menyiagakan sedikitnya satu armada tangki air untuk mendukung pemadaman dan proses pendinginan mulai Kamis (17\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keputusan itu dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan penanggulangan darurat karhutla di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Rabu (16\/09\/2026). Rapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bupati Kotim Halikinnor mengatakan keterlibatan perusahaan diperlukan karena sejumlah titik api berada jauh dari jangkauan petugas dan sumber air. Kondisi itu membuat perusahaan yang memiliki lokasi paling dekat dengan titik kebakaran dinilai dapat membantu mempercepat penanganan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKita minta bantuan perusahaan untuk bisa memadamkan, khususnya perusahaan yang terdekat dari titik api tersebut,\u201d kata Halikinnor, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, [waktu publikasi belum tercantum dalam draf].<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebutuhan tambahan armada juga berkaitan dengan munculnya titik api di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan pusat Kota Sampit. Titik api dilaporkan berada di Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang, dan Seranau sehingga operasi pemadaman serta pendinginan perlu dilakukan secara maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKita memaksimalkan upaya pemadaman terhadap titik-titik api yang ada pusat kota sampit. Ini bagaimana upaya pemadaman termasuk pendinginan Kita maksimalkan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Halikinnor, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena sebagian sumber air mulai mengering akibat kondisi kemarau. Sungai Mentaya menjadi salah satu sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSalah satu langkah yang disiapkan adalah melibatkan perusahaan perkebunan melalui pengerahan armada tangki air, dan alhamdulillah semua perusahaan juga sepakat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keterlibatan perusahaan juga akan dicatat sebagai bagian dari evaluasi Pemkab Kotim terhadap penanganan karhutla. Halikinnor menyebut perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak, termasuk kawasan konsesi, akan diperhatikan tingkat keterlibatannya dalam membantu penanganan kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cMakanya tadi dicatat semua bantuan apa saja, perusahaan mana saja. Misalnya di wilayah konsesi dia terbakar tapi dia tidak peduli, ini akan menjadi catatan kita, akan kita evaluasi. Karena kita bisa menindak dari sisi perizinannya dan kewajiban mereka,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Armada perusahaan dijadwalkan mulai dikerahkan pada 17 September 2026 untuk menambah kekuatan OPD, instansi vertikal, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta unsur lain yang selama ini terlibat dalam penanggulangan karhutla. Langkah tersebut diharapkan memperluas jangkauan pemadaman dan mempercepat pendinginan titik-titik kebakaran di Kotim. []\n<p style=\"text-align: justify\">Redaksi 03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kotim meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit menyiagakan sedikitnya satu armada tangki air untuk memperkuat pemadaman dan pendinginan titik api di sejumlah wilayah Sampit. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Armada perusahaan perkebunan kelapa sawit mulai disiapkan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di kawasan sekitar Kota Sampit yang masih menghadapi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":207462,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[59147,16596,17386,15661,20126,13081,8824,4158,16777,26000,4159,13561,60351,8859,19965,2627,3904,15162],"class_list":["post-207460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-armada-tangki-air","tag-baamang","tag-halikinnor","tag-karhutla-kotim","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-sampit","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-mentawa-baru-ketapang","tag-pemadaman-karhutla","tag-pemkab-kotim","tag-perkebunan-kelapa-sawit","tag-perusahaan-sawit-kotim","tag-sampit","tag-seranau","tag-sungai-mentaya","tag-titik-api","tag-tni-polri"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207460"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207463,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207460\/revisions\/207463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}