{"id":207488,"date":"2026-09-17T09:51:44","date_gmt":"2026-09-17T01:51:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207488"},"modified":"2026-09-17T09:51:44","modified_gmt":"2026-09-17T01:51:44","slug":"beras-lokal-tembus-rp16-ribu-distributor-nunukan-beralih-ke-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/beras-lokal-tembus-rp16-ribu-distributor-nunukan-beralih-ke-malaysia\/","title":{"rendered":"Beras Lokal Tembus Rp16 Ribu, Distributor Nunukan Beralih ke Malaysia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>Kenaikan harga beras lokal hingga Rp16.000 per kilogram membuat distributor di Nunukan beralih mencari pasokan dari Malaysia yang harganya sekitar Rp3.000 lebih murah.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Kenaikan harga beras lokal hingga Rp16.000 per kilogram mendorong distributor di Kabupaten Nunukan (Nunukan) mencari sumber pasokan alternatif dari Malaysia. Perubahan jalur pasokan itu terjadi setelah harga beras lokal dinilai semakin sulit memberikan keuntungan ketika biaya pengiriman dan tenaga kerja ikut diperhitungkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kondisi tersebut turut mengurangi permintaan terhadap beras lokal yang didatangkan dari Sulawesi Selatan. Di sisi lain, beras Malaysia mulai lebih banyak ditemukan di pasar tradisional Nunukan karena menawarkan harga sekitar Rp3.000 per kilogram lebih rendah dibandingkan beras lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan Dior Frames mengatakan tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan turut membuat perdagangan dari Malaysia tetap berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Situasi saat ini, di mana kita tinggal di perbatasan negara, dengan adanya kebutuhan masyarakat tinggi, beberapa perdagangan tapal batas masih berlangsung,&#8221; ujar Dior saat ditemui Kompas, Rabu (16\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Dior, berkurangnya permintaan distributor terhadap beras dari Sulawesi Selatan berkaitan dengan kenaikan harga beras lokal. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp13.000 per kilogram kini mencapai Rp16.000 per kilogram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Pengusaha pasti berhitung untung rugi. Kalau sebelumnya harga beras masih Rp 13.000\/Kg, mereka masih bisa untung setelah menghitung ongkos kirim dan buruh. Tapi begitu naik, mereka harus memilih jalur distribusi lain,&#8221; kata Dior.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (16\/09\/2026), kondisi pasokan beras lokal tersebut diketahui setelah Dior melakukan pengecekan stok dan harga di pasar tradisional. Ia juga menerima laporan dari pedagang beras eceran mengenai berkurangnya pasokan beras lokal di pasar Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kenaikan harga beras lokal berlangsung bertahap dalam sekitar dua tahun terakhir. Harga eceran yang sebelumnya Rp13.000 per kilogram naik menjadi Rp13.500, kemudian Rp14.000, hingga mencapai Rp16.000 per kilogram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbedaan harga semakin terlihat setelah dilakukan pemeriksaan mendadak di pasar. Beras Malaysia tercatat lebih murah sekitar Rp3.000 per kilogram dibandingkan beras lokal. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pelaku distribusi dalam menentukan sumber pasokan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Nunukan masih mengandalkan pasokan kebutuhan pokok yang didatangkan melalui jalur laut dari daerah pemasok, termasuk Surabaya dan Sulawesi Selatan. Pengangkutan dilakukan menggunakan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) maupun kapal swasta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok di Nunukan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jadwal pelayaran, serta musim di daerah pemasok. Situasi tersebut membuat perubahan biaya distribusi dapat berpengaruh terhadap harga barang yang diterima masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Karena itulah distributor beras lokal mencari pasokan beras dari sumber lain (Malaysia),&#8221; tegasnya. []\n<p style=\"text-align: justify\">Redaksi 03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenaikan harga beras lokal hingga Rp16.000 per kilogram membuat distributor di Nunukan beralih mencari pasokan dari Malaysia yang harganya sekitar Rp3.000 lebih murah. NUNUKAN &#8211; Kenaikan harga beras lokal hingga Rp16.000 per kilogram mendorong distributor di Kabupaten Nunukan (Nunukan) mencari sumber pasokan alternatif dari Malaysia. Perubahan jalur pasokan itu terjadi setelah harga beras lokal dinilai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":207489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[79,60406,60405,60413,60412,15403,60410,36571,60409,60408,60407,14492,3449,2889,2491,18484,2500,40958,14829,12719,60411,10302],"class_list":["post-207488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-bbm","tag-beras-lokal","tag-beras-malaysia","tag-biaya-distribusi","tag-dior-frames","tag-distribusi-pangan","tag-distributor-beras","tag-dkukmpp-nunukan","tag-harga-beras-lokal","tag-harga-beras-malaysia","tag-harga-beras-nunukan","tag-harga-pangan","tag-kabupaten-nunukan","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-kebutuhan-pokok","tag-nunukan","tag-pasar-tradisional-nunukan","tag-pasokan-beras","tag-perbatasan-indonesia-malaysia","tag-perdagangan-perbatasan","tag-sulawesi-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207488"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207490,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207488\/revisions\/207490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}