{"id":207517,"date":"2026-09-17T13:55:29","date_gmt":"2026-09-17T05:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207517"},"modified":"2026-09-17T13:55:29","modified_gmt":"2026-09-17T05:55:29","slug":"pjj-berlaku-siswa-bontang-belajar-dari-rumah-hingga-19-september","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pjj-berlaku-siswa-bontang-belajar-dari-rumah-hingga-19-september\/","title":{"rendered":"PJJ Berlaku, Siswa Bontang Belajar dari Rumah hingga 19 September"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>Kualitas udara Bontang berada pada kategori tidak sehat sehingga peserta didik PAUD, SD, dan SMP diminta mengikuti pembelajaran dari rumah hingga 19 September 2026.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bontang diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan setelah kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Sabtu, 19 September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Bontang. Sekolah diminta menyesuaikan proses belajar agar peserta didik tetap memperoleh pembelajaran tanpa harus berada di lingkungan sekolah selama kondisi udara belum membaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan penerapan PJJ merupakan langkah antisipasi terhadap kondisi kualitas udara yang dinilai tidak sehat. Kebijakan itu mulai diberlakukan pada Kamis, 17 September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKebijakan tersebut berlaku mulai hari ini hingga Sabtu, 19 September 2026,\u201d ucap Abdu Safa Muha saat dikonfirmasi, Kamis (17\/09\/2026), sebagaimana diberitakan Eksposkaltim, Kamis (17\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurutnya, kondisi kualitas udara menjadi pertimbangan utama dalam pengalihan pembelajaran dari sekolah ke rumah. Pembatasan aktivitas peserta didik di luar ruangan diharapkan dapat mengurangi paparan selama kualitas udara belum kembali ke kondisi yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSehubungan dengan tingkat kualitas udara pada hari ini tidak sehat, maka untuk pembelajaran para siswa-siswi mulai dilakukan PJJ,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Disdikbud Bontang selanjutnya meminta seluruh kepala sekolah melaksanakan kebijakan tersebut sesuai ketentuan. Penerapan PJJ juga menjadi upaya agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa meningkatkan aktivitas peserta didik di luar rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cPenerapan PJJ ini menjadi langkah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan, selama kondisi kualitas udara belum kembali membaik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka, Disdikbud meminta peserta didik segera dipulangkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons terhadap kondisi udara yang sedang tidak sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBagi sekolah yang masih masuk, siswa-siswanya sangat disarankan untuk bisa di pulangkan dengan cepat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kebijakan tersebut, kegiatan belajar peserta didik PAUD hingga SMP tetap berlangsung dari rumah sampai batas waktu yang ditetapkan. Evaluasi terhadap kondisi kualitas udara menjadi faktor penting untuk menentukan pelaksanaan pembelajaran setelah 19 September 2026. []\n<p style=\"text-align: justify\">Redaksi 03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kualitas udara Bontang berada pada kategori tidak sehat sehingga peserta didik PAUD, SD, dan SMP diminta mengikuti pembelajaran dari rumah hingga 19 September 2026. BONTANG &#8211; Peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bontang diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan setelah kualitas udara berada pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":207518,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17],"tags":[32871,1743,18844,60232,32867,34352,7071,22874,60451,60453,41976,60452,60454,55585],"class_list":["post-207517","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","tag-abdu-safa-muha","tag-bontang","tag-disdikbud-bontang","tag-kualitas-udara-bontang","tag-paud-bontang","tag-pembelajaran-jarak-jauh","tag-pemkot-bontang","tag-pendidikan-bontang","tag-pjj-bontang","tag-sd-bontang","tag-sekolah-bontang","tag-siswa-bontang","tag-smp-bontang","tag-udara-tidak-sehat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207517"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207519,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207517\/revisions\/207519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}