{"id":207535,"date":"2026-09-17T15:52:12","date_gmt":"2026-09-17T07:52:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207535"},"modified":"2026-09-17T15:59:55","modified_gmt":"2026-09-17T07:59:55","slug":"lahan-gambut-jadi-perhatian-pontianak-siapkan-strategi-cegah-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lahan-gambut-jadi-perhatian-pontianak-siapkan-strategi-cegah-karhutla\/","title":{"rendered":"Lahan Gambut Jadi Perhatian, Pontianak Siapkan Strategi Cegah Karhutla"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Pemkot Pontianak memperkuat edukasi, pemantauan, dan kesiapsiagaan untuk mencegah karhutla di tengah kemarau panjang dan kerentanan lahan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak didorong tidak hanya mengandalkan kesiapan pemadaman, tetapi dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan. Edukasi, pengawasan kawasan rawan, dan kesiapsiagaan sebelum musim kemarau dinilai menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengganggu kehidupan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pandangan tersebut disampaikan Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyuluhan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) Hari Mulyanto dalam agenda Expose dan Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penanganan Karhutla secara Komprehensif, Holistik dan Integral di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (17\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hari menilai pengelolaan hutan dan lahan perlu mengubah orientasi yang hanya mengejar keuntungan ekonomi. Menurutnya, pertimbangan terhadap kelestarian lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian utama agar kejadian kebakaran tidak terus berulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cJangan hanya profit oriented, tetapi kelestarian lingkungan harus diutamakan,\u201d ujarnya sebagaimana diberitakan Prokopim, Kamis (17\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia menegaskan, keberhasilan pencegahan karhutla akan memberikan dampak langsung terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Ketika kebakaran dapat ditekan, ancaman kabut asap dapat dihindari sehingga kegiatan pendidikan, perekonomian, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa gangguan akibat asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau tidak terjadi karhutla, Pontianak terbebas dari kabut asap, anak-anak bisa sekolah, ekonomi berjalan baik, kesehatan masyarakat juga tidak terganggu. Ini semua menentukan masa depan yang lebih baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan karakteristik wilayah menjadi salah satu alasan pencegahan perlu diperkuat. Dari luas Pontianak sekitar 118,2 kilometer persegi, sekitar 30 persen di antaranya merupakan lahan gambut yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran ketika kondisi kemarau berlangsung panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Edi, sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Utara. Kondisi kemarau pada 2026 juga dinilai cukup berat karena telah berlangsung sejak awal Juni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cPencegahan lebih penting daripada memadamkan, karena kalau sudah terjadi kebakaran kita membutuhkan waktu, tenaga, dan anggaran yang sangat besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Edi menyebut aktivitas manusia masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran lahan. Praktiknya antara lain pembukaan lahan pertanian, pembersihan lahan dengan cara membakar, pembukaan kawasan perumahan, hingga kelalaian seperti membuang puntung rokok dan membakar sampah tanpa pengawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pembakaran masih dilakukan sebagian masyarakat karena dianggap sebagai cara cepat membersihkan lahan sekaligus menurunkan tingkat keasaman tanah. Namun, pada lahan gambut, api dapat merambat di bawah permukaan sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk memperkuat pencegahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah membentuk Satgas Pencegahan Karhutla yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), kepolisian, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), kecamatan, kelurahan, serta relawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Satgas bertugas memantau kawasan yang dinilai rawan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat, memasang imbauan larangan membakar, serta melakukan pengawasan melalui pemantauan langsung dan penggunaan drone. Langkah tersebut diarahkan agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau ada tanda-tanda potensi kebakaran, kita monitor. Kalau sampai terjadi kebakaran, kita padamkan secepat mungkin dan dilakukan pendinginan agar tidak muncul kembali,\u201d tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify\">Redaksi 03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Pontianak memperkuat edukasi, pemantauan, dan kesiapsiagaan untuk mencegah karhutla di tengah kemarau panjang dan kerentanan lahan gambut. PONTIANAK &#8211; Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak didorong tidak hanya mengandalkan kesiapan pemadaman, tetapi dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan. Edukasi, pengawasan kawasan rawan, dan kesiapsiagaan sebelum musim kemarau dinilai menjadi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":207536,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[8275,8277,13746,5938,60490,1461,44978,60491,20126,1530,46161,26480,16594,4400,25694,2781,329,22735,1792],"class_list":["post-207535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-babinsa","tag-bhabinkamtibmas","tag-bpbd-pontianak","tag-edi-rusdi-kamtono","tag-hari-mulyanto","tag-kabut-asap","tag-karhutla-pontianak","tag-kawasan-rawan-karhutla","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan","tag-kemarau-2026","tag-kota-pontianak","tag-lahan-gambut","tag-pemkot-pontianak","tag-pencegahan-karhutla","tag-pencegahan-kebakaran","tag-pontianak","tag-satgas-karhutla","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207537,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207535\/revisions\/207537"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}