{"id":207642,"date":"2026-09-17T15:22:50","date_gmt":"2026-09-17T07:22:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207642"},"modified":"2026-09-18T07:28:17","modified_gmt":"2026-09-17T23:28:17","slug":"pria-bandung-barat-ditangkap-diduga-sebar-tutorial-bahan-peledak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pria-bandung-barat-ditangkap-diduga-sebar-tutorial-bahan-peledak\/","title":{"rendered":"Pria Bandung Barat Ditangkap, Diduga Sebar Tutorial Bahan Peledak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polda Jabar menangkap MSA (25) di Bandung Barat setelah pria tersebut diduga melakukan puluhan uji coba bahan peledak serta aktif membagikan materi pembuatannya dalam grup WhatsApp True Crime Community.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT <\/strong>&#8211; Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengungkap dugaan penyebaran materi pembuatan bahan peledak melalui grup WhatsApp True Crime Community. Seorang pria berinisial MSA (25) asal Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, ditangkap setelah diduga aktif membagikan materi tersebut sekaligus mengglorifikasi kejahatan di komunitas daring itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi menduga MSA tidak hanya mempelajari dan merakit bahan peledak secara otodidak, tetapi juga mendokumentasikan aktivitasnya kemudian membagikan konten tersebut kepada anggota grup. Sejumlah bahan peledak rakitan, komponen senjata, amunisi, serta perlengkapan lainnya turut diamankan dari kediamannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jabar Hendra Rochmawan mengatakan MSA diduga telah melakukan puluhan uji coba peledakan dengan daya ledak berbeda dan merekam aktivitas tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ada bom yang sifatnya high explosive ini dia telah melakukan kurang lebih 16 kali percobaan, ya. Dengan jumlah daya ledak yang besar dia lakukan dan dia videokan itu. Kemudian untuk yang low explosive ini dia kurang lebih melakukan percobaan 40 kali,&#8221; ujar Hendra sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Kamis, (17\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain melakukan uji coba, polisi menduga MSA berperan aktif dalam grup WhatsApp True Crime Community. Menurut kepolisian, aktivitasnya tidak berhenti pada pembahasan kasus kejahatan, tetapi telah berkembang menjadi penyebaran materi terkait bahan peledak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nah di sini perannya ada sebagai motivator kejahatan ekstrem. Jadi dia menglorifikasikan kejahatan di grup ini, ya. Lebih parahnya lagi adalah sebagai pembuat tutorial pembuatan bahan peledak, ya. Dia dengan kemampuan otodidaknya, kemampuan dia mempelajari sesuatu, dia mengajarkan di grup itu dan mengirimkan postingan-postingan secara aktif,&#8221; ungkap Hendra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut, antara lain mortir berupa proyektil, amunisi, berbagai bahan kimia, komponen detonator, perlengkapan perakitan, serta sejumlah bagian yang diduga akan digunakan untuk merakit senjata api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi juga menemukan perangkat panah silang atau crossbow beserta perlengkapannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Disita juga satu unit crossbow beserta lima busur panah, tali busur, sarung dan kantong anak panah, medali memanah, delapan bungkus ujung anak panah logam, serta batang anak panah dari kayu maupun fiber,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, petugas mengamankan berbagai alat pertukangan, perlengkapan pelindung, serta sejumlah benda lain yang kini menjadi bagian dari barang bukti penyidikan. Kepolisian masih mendalami penggunaan maupun keterkaitan setiap barang yang ditemukan dengan aktivitas MSA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Subdirektorat (Kasubdit) I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar Rikky Aries Setiawan mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, kemampuan MSA dalam merakit bahan peledak diduga dipelajari melalui media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi juga menyebut MSA terinspirasi dari peristiwa ledakan bom yang pernah terjadi di Bandung beberapa tahun sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mengadopsi kejadian itu sehingga terinspirasi tersangka ini untuk membuat dan berencana akan mencoba kembali,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengungkapan kasus tersebut membuat kepolisian terus mendalami aktivitas MSA di ruang digital, termasuk konten yang dibagikan, komunikasi dengan anggota grup, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui tujuan dari aktivitas perakitan dan uji coba yang telah dilakukan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polda Jabar menangkap MSA (25) di Bandung Barat setelah pria tersebut diduga melakukan puluhan uji coba bahan peledak serta aktif membagikan materi pembuatannya dalam grup WhatsApp True Crime Community. JAWA BARAT &#8211; Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengungkap dugaan penyebaran materi pembuatan bahan peledak melalui grup WhatsApp True Crime Community. Seorang pria berinisial MSA &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":207646,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[16099,26756,17075,60627,60630,37532,8649,13727,60631,60625,60624,60628,10175,60633,60626,60629,60632,60634],"class_list":["post-207642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-bahan-peledak","tag-bandung-barat","tag-bom-rakitan","tag-ditreskrimum-polda-jabar","tag-grup-whatsapp","tag-hendra-rochmawan","tag-jawa-barat","tag-keamanan-digital","tag-kejahatan-ekstrem","tag-msa","tag-parongpong","tag-perakit-bom-bandung-barat","tag-polda-jabar","tag-polisi-tangkap-perakit-bom","tag-rikky-aries-setiawan","tag-true-crime-community","tag-tutorial-bahan-peledak","tag-uji-coba-bom"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207642"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207647,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207642\/revisions\/207647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}