{"id":207660,"date":"2026-09-17T16:33:41","date_gmt":"2026-09-17T08:33:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=207660"},"modified":"2026-09-18T07:44:43","modified_gmt":"2026-09-17T23:44:43","slug":"china-punya-jalur-baru-ke-asia-tenggara-terusan-pinglu-resmi-dibuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/china-punya-jalur-baru-ke-asia-tenggara-terusan-pinglu-resmi-dibuka\/","title":{"rendered":"China Punya Jalur Baru ke Asia Tenggara, Terusan Pinglu Resmi Dibuka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Terusan Pinglu sepanjang 134 kilometer memangkas jalur pengiriman China barat daya ke Asia Tenggara hingga 560 kilometer dan diperkirakan menekan biaya logistik sekitar 18 hingga 30 persen.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>GUANGXI<\/strong> &#8211; China membuka Terusan Pinglu di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang sebagai koridor baru perdagangan menuju Asia Tenggara, Rabu (16\/09\/2026). Jalur sepanjang sekitar 134 kilometer itu diproyeksikan memangkas jarak pengiriman dari China barat daya hingga 560 kilometer sekaligus menekan biaya logistik sekitar 18 hingga 30 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terusan Pinglu menghubungkan Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu yang bermuara ke jalur laut menuju negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Kehadiran kanal tersebut memberi akses lebih pendek bagi wilayah pedalaman China seperti Chongqing, Chengdu, Guizhou, dan Yunnan menuju pelabuhan dan pasar internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Sekretaris Jenderal Pemerintah Guangxi Zhang Zhiwen memperkirakan efisiensi dari jalur baru tersebut dapat menghemat biaya transportasi lebih dari 5 miliar yuan atau sekitar US$700 juta setiap tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Wakil Ketua Daerah Guangxi Lu Xinning menyebut penghematan biaya tersebut sebagai &#8220;keuntungan nyata&#8221; karena dinilai dapat mengurangi ongkos operasional sekaligus mendorong perdagangan domestik dan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kanal yang dirancang untuk dilalui kapal berkapasitas hingga 5.000 ton itu dibangun dengan investasi sekitar 72,7 miliar yuan atau setara US$10,8 miliar. Pembukaan jalur tersebut menjadi bagian dari Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru yang menghubungkan wilayah barat dan barat daya China dengan Asia Tenggara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">China Global Television Network (CGTN) bahkan menyebut Terusan Pinglu sebagai &#8220;gerbang baru untuk perdagangan China-ASEAN&#8221;, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (17\/09\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terusan Pinglu juga menjadi proyek river-to-sea atau sungai-ke-laut utama pertama yang direncanakan China sejak 1949. Jalur tersebut menjadi bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan yang mencakup pembangunan jaringan transportasi, pelabuhan, dan infrastruktur penghubung China dengan berbagai kawasan dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Barang dari Chongqing, Chengdu di Provinsi Sichuan, Guizhou, dan Yunnan dapat diarahkan menuju Pelabuhan Teluk Beibu sebelum diteruskan melalui jalur laut ke sejumlah negara Asia Tenggara maupun pasar internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu aktivitas awal terlihat ketika kereta yang membawa natrium bisulfat dari Chongqing tiba di pelabuhan Nanning. Setelah kanal dibuka, pelayaran komersial langsung juga dijadwalkan menuju Pelabuhan Can Tho di Vietnam selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan jalur perdagangan tersebut didukung peningkatan kapasitas Pelabuhan Teluk Beibu. Kapasitas penanganan peti kemas pelabuhan itu meningkat dari 2,28 juta unit ekuivalen dua puluh kaki (twenty-foot equivalent unit\/TEU) pada 2017 menjadi 10,06 juta TEU pada 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Guangxi juga memberikan insentif pada tahap awal pengoperasian kanal. Kapal komersial yang melewati tiga pintu air di Terusan Pinglu tidak dikenai biaya hingga 31 Desember 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulai 1 Januari 2027, operator kapal akan dikenai tarif satu yuan atau sekitar US$0,14 untuk setiap ton kapasitas kapal setiap kali melewati pintu air. Tarif percobaan tersebut direncanakan berlaku hingga September 2031.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya mengandalkan fungsi transportasi, Pemerintah Guangxi menyiapkan &#8220;Sabuk Ekonomi Kanal Pinglu&#8221; untuk mendorong tumbuhnya kawasan industri di sepanjang koridor baru tersebut. Pengembangan diarahkan untuk mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, jaringan transportasi, dan rantai pasok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sektor yang menjadi sasaran pengembangan meliputi logam non-ferrous, mineral kritis, bahan kimia hijau, kecerdasan buatan, serta teknologi informasi. Zona industri juga dikembangkan di sekitar pelabuhan agar jarak antara pusat produksi dan titik pengiriman barang semakin pendek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan kanal, di sisi lain, membawa konsekuensi sosial bagi masyarakat yang berada di jalur proyek. Sebanyak 2.764 rumah tangga atau 11.228 orang di empat kabupaten dan kota setingkat kabupaten di Guangxi harus direlokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Hengzhou, sebanyak 368 rumah mengikuti program relokasi dan 1.221 warga dipindahkan sementara. Pemerintah menyediakan kompensasi sekaligus rancangan rumah baru yang disesuaikan dengan kebutuhan warga, termasuk ruang penyimpanan hasil pertanian dan fasilitas pendukung lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Shaping, warga memperoleh rumah empat lantai dengan luas sekitar 420 meter persegi. Sebagian bangunan juga dilengkapi ruang usaha yang menghadap ke jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski mendapat fasilitas pengganti, perpindahan tetap menyisakan dampak emosional bagi sebagian warga. Seorang warga yang direlokasi dari lokasi bekas Desa Fenghuangping mengatakan, &#8220;Tidak ada lagi desa bernama Fenghuangping, tetapi dengan adanya Kanal Pinglu, masa depan akan lebih baik.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses relokasi disebut berlangsung selama 39 hari. Selain hunian, pemerintah juga menjanjikan peluang kerja di kawasan pembangunan serta pelatihan kejuruan bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembukaan Terusan Pinglu berlangsung di tengah pertumbuhan perdagangan China dan ASEAN. Menurut Administrasi Umum Bea Cukai China, nilai perdagangan kedua pihak pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 4,34 triliun yuan atau sekitar US$640 miliar, naik 18,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan jarak pengiriman yang lebih pendek, penurunan biaya logistik, penguatan kapasitas pelabuhan, dan pengembangan kawasan industri, Terusan Pinglu diproyeksikan memperluas konektivitas wilayah pedalaman China dengan pasar Asia Tenggara sekaligus memperkuat peran Guangxi sebagai pintu perdagangan regional. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terusan Pinglu sepanjang 134 kilometer memangkas jalur pengiriman China barat daya ke Asia Tenggara hingga 560 kilometer dan diperkirakan menekan biaya logistik sekitar 18 hingga 30 persen. GUANGXI &#8211; China membuka Terusan Pinglu di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang sebagai koridor baru perdagangan menuju Asia Tenggara, Rabu (16\/09\/2026). Jalur sepanjang sekitar 134 kilometer itu diproyeksikan memangkas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":207670,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[6781,9943,60688,51195,39611,2467,60682,60689,60676,60684,60685,60678,60675,60690,60679,60686,60687,60677,60681,60680,60674,9734,60683],"class_list":["post-207660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-asean","tag-asia-tenggara","tag-biaya-logistik","tag-cgtn","tag-chengdu","tag-china","tag-chongqing","tag-ekspor-china","tag-guangxi","tag-guizhou","tag-inisiatif-sabuk-dan-jalan","tag-jalur-dagang-china","tag-kanal-pinglu","tag-koridor-perdagangan-darat-laut-internasional-baru","tag-logistik-china","tag-pelabuhan-teluk-beibu","tag-perdagangan-asia-tenggara","tag-perdagangan-china-asean","tag-sungai-xijiang","tag-teluk-beibu","tag-terusan-pinglu","tag-xi-jinping","tag-yunnan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207660"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207677,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207660\/revisions\/207677"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}