{"id":22454,"date":"2022-10-16T10:42:24","date_gmt":"2022-10-16T02:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=22454"},"modified":"2022-10-16T10:42:24","modified_gmt":"2022-10-16T02:42:24","slug":"mengenal-inovasi-urban-farming-banjarbaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mengenal-inovasi-urban-farming-banjarbaru\/","title":{"rendered":"Mengenal Inovasi Urban Farming Banjarbaru"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22455 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming.jpg 730w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-300x172.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU<\/strong> &#8211; Program pertanian perkotaan atau urban farming yang dicanangkan Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin dan Wakil Wali Kota Wartono merupakan solusi bagi ketahanan pangan di kota itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Langkah pemanfaatan lahan yang terbatas diwujudkan melalui urban farming menjadi solusi ketahanan pangan bagi Banjarbaru ditengah krisis pangan,&#8221; ujar Wali Kota H M Aditya Mufti Ariffin, Selasa (11\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Pernyataan tersebut disampaikan wali kota pada pasar murah hasil pertanian dan pencanangan urban farming menyambut Hari Pangan Sedunia ke-42 di halaman Kantor DKP3 Kota Banjarbaru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Menurut Aditya, pasar murah yang menjual berbagai macam produk hasil pertanian merupakan bentuk penanganan dampak inflasi di Kota Banjarbaru mengangkat tema &#8220;Urban Farming solusi ketahanan pangan&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0&#8220;Sejalan tema itu, kami mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru menjalankan pertanian, perkebunan dan peternakan perkotaan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di sekitar kita,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan, banyak manfaat yang bisa dinikmati dalam menerapkan urban farming ditengah keterbatasan lahan tetapi tidak menjadi hambatan membuka lahan dan menjadikannya area pertanian dan perkebunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, pertanian dan perkebunan yang tumbuh secara alami, tanpa bahan kimia memberikan kebaikan bagi alam dan manusia sekaligus juga memunculkan kemandirian pangan bagi keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0&#8220;Sekarang ini, bukan hanya petani yang harus berfikir, bertindak kreatif dan inovatif tetapi kita semua yang turut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan terutama bagi daerah sendiri,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarbaru Abu Yajid Bustami mengatakan siap mengembangkan urban farming sesuai potensi wilayah yang tersebar di kota itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami minta dukungan masyarakat dan seluruh pihak sehingga mampu menjalankan program urban farming yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pangan terutama bagi warga Banjarbaru,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 di Banjarbaru ditutup dengan penandatangan komitmen bersama mendukung pencanangan gerakan Urban Farming demi ketahanan pangan di kota setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penandatanganan dilakukan wali, wawali, Ketua DPRD Fadliansyah, Ketua TP PKK, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarbaru serta pimpinan SKPD lingkup pemkot setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LANGKAH AWAL<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru Fadliansyah mengatakan, Program Pertanian Perkotaan (Urban Farming) yang dicanangkan pemerintah kota adalah langkah awal memajukan pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami menilai, Urban Farming menjadi langkah awal memajukan pertanian dan tentu harus didukung seluruh pihak, terutama masyarakat, sehingga hasilnya sesuai harapan,&#8221; ujarnya di Banjarbaru, Sabtu (15\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, pengembangan sektor pertanian wilayah perkotaan seperti Program Urban Farming yang sudah menjadi visi misi kepala daerah sangat cocok dilakukan di Banjarbaru, karena kurangnya lahan pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, lahan pertanian di Banjarbaru terbatas, tetapi melalui program pertanian perkotaan tentu bisa dimaksimalkan dan hasilnya juga diharapkan mampu memenuhi pangan warga setempat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22456 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-2.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-2.jpg 730w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-2-300x172.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Makanya kami sangat mendukung program yang dicanangkan oleh Wali Kota H M Aditya Mufti Ariffin dan berharap seluruh program didukung dinas dan instansi terkait melalui berbagai kegiatan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui, wali kota dan Wakil Wali Kota Wartono menjadikan urban farming sebagai salah satu visinya yang diwujudkan melalui berbagai program pada dinas dan instansi di lingkungan pemkot setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Langkah pemanfaatan lahan yang terbatas diwujudkan melalui urban farming menjadi solusi ketahanan pangan bagi Banjarbaru di tengah krisis pangan,&#8221; ujar Wali Kota H M Aditya Mufti Ariffin, Selasa (11\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut disampaikan wali kota pada pasar murah hasil pertanian dan pencanangan urban farming menyambut Hari Pangan Sedunia ke-42 di halaman Kantor DKP3 Kota Banjarbaru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PANEN MELON<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin panen buah melon bersama Kelompok Aneka Tani di lahan kebun melon yang terletak di wilayah RT 03 RW 02 Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Panen buah melon perdana yang dilakukan wali kota, Senin sekaligus sebagai bukti program pertanian perkotaan (urban farming) yang menjadi visi misi kepala daerah mulai terwujud sesuai harapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami bersyukur panen buah melon bisa dilakukan petani di kawasan ini. Panen ini sekaligus membuktikan program urban farming yang kami masukan dalam visi misi sudah mulai terwujud,&#8221; ujar wali kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disebutkan, kebun melon milik Kelompok Aneka Tani di lahan terbatas dengan luas kurang lebih setengah hektar berhasil produksi kurang lebih 6,5 ton buah melon satu kali panen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Opie, sapaan akrab wali kota, meski pun karakteristik tanah berbeda dan relatif kurang bagus ditambah cuaca yang sering hujan tetapi petani mampu menanam dan panen buah melon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami minta petani yang didukung bapoktan berinovasi dan membuat produk turunan dari buah melon ini sehingga bisa lebih meningkatkan nilai jual, nilai tambah, serta pasar yang lebih luas,&#8221; pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarbaru Abu Yazid Bustami mengatakan, peminat usaha pertanian cukup banyak dan bagi pengurus RT jadi pilihan program RT Mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Program Rukun Tetangga Mandiri yang dicanangkan wali kota ternyata banyak memilih bidang pertanian terbukti dari 60 RT percontohan, ada 41 RT yang memilih usaha bidang pertanian,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diharapkan, usaha bidang pertanian menjadi pilihan masyarakat terutama kaum millenial mengingat pekerjaan masa depan berkaitan pertanian secara umum untuk memenuhi kebutuhan pangan yang sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PROGRAM POKOK PKK<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Banjarbaru selaras dengan Program Pertanian Perkotaan (Urban Farming) yang menjadi salah satu visi wali kota dan wakil wali kota setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Keberadaan kader pangan dan gizi di program PKK Banjarbaru menjadi salah satu bentuk keselarasan atas program Urban Farming,&#8221; ujar Ketua TP PKK Banjarbaru Vivi Mar&#8217;i Zubedi di Banjarbaru, Sabtu (15\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut istri Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin itu, melalui penerapan 10 program pokok PKK diharapkan terwujud kesejahteraan keluarga dan peningkatan ekonomi sebagai kebutuhan dasar manusia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22457 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-3.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"452\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-3.jpg 612w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/inovasi-urban-farming-3-300x194.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diharapkan, melalui kader pangan dan gizi bisa memanfaatkan lahan pekarangan mendukung program Urban Farming guna pemenuhan pola konsumsi yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kader pangan dan gizi lah yang berperan mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan keluarga dan kami berharap mereka menambah pemahaman dan pengetahuannya mengenai pangan dan gizi,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diharapkan pula, kader pangan dan gizi juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan indeks kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya bersama mewujudkan penurunan angka stunting di Banjarbaru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui, wali kota dan Wakil Wali Kota Wartono menjadikan urban farming sebagai salah satu visinya yang diwujudkan melalui berbagai program pada dinas dan instansi di lingkungan pemkot setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Langkah pemanfaatan lahan yang terbatas diwujudkan melalui urban farming menjadi solusi ketahanan pangan bagi Banjarbaru di tengah krisis pangan,&#8221; ujar Wali Kota H M Aditya Mufti Ariffin, Selasa (11\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut disampaikan wali kota pada pasar murah hasil pertanian dan pencanangan urban farming menyambut Hari Pangan Sedunia ke-42 di halaman Kantor DKP3 Kota Banjarbaru. [] ANT-KS<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BANJARBARU &#8211; Program pertanian perkotaan atau urban farming yang dicanangkan Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin dan Wakil Wali Kota Wartono merupakan solusi bagi ketahanan pangan di kota itu. &#8220;Langkah pemanfaatan lahan yang terbatas diwujudkan melalui urban farming menjadi solusi ketahanan pangan bagi Banjarbaru ditengah krisis pangan,&#8221; ujar Wali Kota H M &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22457,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,17,2276],"tags":[6307],"class_list":["post-22454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-urban-farming"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22454"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22458,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22454\/revisions\/22458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}