{"id":2255,"date":"2014-06-09T18:32:41","date_gmt":"2014-06-09T10:32:41","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2255"},"modified":"2022-10-16T21:40:07","modified_gmt":"2022-10-16T13:40:07","slug":"pdam-ngadat-bakal-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pdam-ngadat-bakal-lama\/","title":{"rendered":"PDAM Ngadat Bakal Lama"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Warga Kota Minyak tampaknya makin cemas. Perbaikan pipa isap milik PDAM Balikpapan di tubuh bendung Waduk Teritip yang rusak memerlukan waktu lama. Dengan demikian, layanan pelanggan air bersih dari perusahaan plat merah itu terus terhambat.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">\nTersendatnya air bersih itu dimulai hari ini (9\/6). Sekitar 73 persen pelanggan PDAM Balikpapan tak mendapat distribusi air alias ngadat. Kepala Quality Health Safety and Environment PDAM Balikpapan Gazali Rakhman mengatakan, titik kebocorannya belum diketahui. Pihaknya baru memperkirakan lokasinya. \u201cKami tidak tahu berapa lama waktu perbaikan yang dimulai besok (hari ini), karena ini perlu kehati-hatian yang tinggi,\u201d terangnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nAkibat kerusakan itu, kata dia, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III turun tangan memperbaiki kerusakan tersebut, dan menginstruksikan PDAM untuk tidak memakai pipa isap sampai selesai diperbaiki. Artinya, selama perbaikan sebanyak 73 persen pelanggan PDAM tak teraliri air hingga waktu yang tidak ditentukan. \u201cKebocoran pipa isap berada pada titik vital, yakni di dalam tubuh bendungan,\u201d imbuhnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nIa menjelaskan, mengatasi krisis air, PDAM sudah mengusulkan membangun pipa isap sementara di permukaan tanah atau di atas bendungan.<\/p>\n<p>Perencanaan tersebut sudah ada dan tinggal menunggu rekomendasi dari BWS Kalimantan III. \u201cLamanya proses pembangunan tersebut saya belum tahu, tapi yang pasti secepatnya,\u201d jelasnya. \u201cKalau air masih mengalir, kami harapkan warga menampung sebanyak-banyaknya,\u201d sambung dia.<\/p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSesuai jadwal, Minggu (8\/6) malam BWS Kalimantan III akan melakukan pemaparan di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan. Pertemuan yang juga akan dihadiri Muspida dan PDAM ini juga akan membahas penanganan kebocoran pipa isap yang menyebabkan bocornya tubuh bendung Waduk Manggar ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nWaduk Manggar menjadi sumber air baku terbesar untuk Balikpapan. Air dari waduk ini diolah oleh IPAM Km 8 dan IPAM Damai. Kapasitas produksi Waduk Manggar mencapai 900 liter per detik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nDiketahui, rusaknya pipa isap pada tubuh bendung di Waduk Manggar membuat IPAM Km 8 dan IPAM Damai berhenti berproduksi. Akibat dari perbaikan pipa ini, empat kecamatan di Balikpapan akan mengalami gangguan distribusi air, yakni seluruh wilayah di Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Balikpapan Barat, dan sebagian wilayah di Balikpapan Tengah. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga Kota Minyak tampaknya makin cemas. Perbaikan pipa isap milik PDAM Balikpapan di tubuh bendung Waduk Teritip yang rusak memerlukan waktu lama. Dengan demikian, layanan pelanggan air bersih dari perusahaan plat merah itu terus terhambat.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2257,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,6,26],"tags":[],"class_list":["post-2255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-berita-lain","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2255"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23121,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255\/revisions\/23121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}