{"id":2325,"date":"2014-06-09T23:37:29","date_gmt":"2014-06-09T15:37:29","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2325"},"modified":"2022-10-16T22:35:02","modified_gmt":"2022-10-16T14:35:02","slug":"parah-angkutan-kopaja-tambrak-pohon-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/parah-angkutan-kopaja-tambrak-pohon-besar\/","title":{"rendered":"Parah! Angkutan Kopaja Tambrak Pohon Besar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Enam orang penumpang menderita luka-luka karena Kopaja 620 jurusan Blok M-Pasar Rumput menabrak sebuah pohon besar di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.<!--more--><\/p>\n<p>Korban terluka termasuk sang sopir tersebut kemudian segera ditolong warga sekitar untuk menuju Puskesmas Kelurahan Selong yang tidak jauh dari lokasi untuk mendapatkan perawatan.<\/p>\n<p>&#8220;Korban ada enam orang, ditambah satu sopir jadi tujuh. Nggak ada yang parah, cuma memar-memar saja sama lecet karena kena pecahan kaca. Tapi tadi ada ibu-ibu yang ngaku kalau giginya patah terus ada bapak yang tangannya nggak tahu kenapa karena sakit waktu digerakin,&#8221; ujar Afi (54) salah seorang saksi mata sekaligus penumpang bus Kopaja 620, Senin(9\/6\/2014).<\/p>\n<p>Walaupun begitu, katanya kalau sebanyak enam orang penumpang menderita luka-luka akibat terbentur kursi dan pecahan kaca bus.<\/p>\n<p>Sementara itu, akibat tabrakan armada bus mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan, diantaranya kaca depan pecah, bumper patah, bode bagian depan penyok dan lampu-lampu pecah. Selain mengakibatkan korban jiwa, kemacetan di Jalan Gunawarman dari arah Blok M menuju Blok S pun terjadi selama sekitar satu jam akibat proses evakuasi yang sulit karena bodi bus tersangkut di pagar taman. [] RedFj\/TN<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Enam orang penumpang menderita luka-luka karena Kopaja 620 jurusan Blok M-Pasar Rumput menabrak sebuah pohon besar di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2326,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35],"tags":[],"class_list":["post-2325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2325"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23171,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2325\/revisions\/23171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}