{"id":2515,"date":"2014-06-11T15:35:53","date_gmt":"2014-06-11T07:35:53","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2515"},"modified":"2022-10-17T09:37:03","modified_gmt":"2022-10-17T01:37:03","slug":"dewa-laut-makan-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dewa-laut-makan-apa\/","title":{"rendered":"Dewa Laut Makan Apa"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Tren kemenangan Mitra Kukar di kandang hampir terjungkal. Menjamu Persiram Raja Ampat di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Selasa (10\/6) malam, <em>Naga Mekes <\/em>hanya unggul tipis 1-0 (0-0).<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">\nZulham Zamrun dkk memulai laga dengan terburu-buru. Akibatnya, para pemain kerap melakukan kesalahan sendiri dan kurang memberikan tekanan kepada tamu. Walau banyak kesempatan diperoleh, tak satu pun membahayakan pertahanan lawan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nJustru, gelandang Persiram Mbida Messi sempat dua kali mengancam gawang Mitra Kukar. Yakni, melalui sepakan keras pada menit 20 dan tendangan bebas menit 33, yang semuanya berhasil ditepis Dian Agus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nKubu tuan rumah mulai tampak frustrasi karena gol tak kunjung hadir hingga pertengahan babak kedua. Pelatih Stefan Hansson menginstruksikan timnya tampil lebih menyerang. Akhirnya, menit 72, Anindito Wahyu memecah kebuntuan. Umpan Diego Michiels dari sisi kanan pertahanan Persiram, sukses disundul pemain asal Solo, Jawa Tengah, ini ke gawang Galih Sudaryono.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nItulah satu-satunya gol dalam pertandingan, dan Mitra Kukar terhindar dari hasil seri kedua di kandang. Musim ini, cuma Persipura Jayapura yang berhasil mengimbangi <em>Naga Mekes <\/em>di Aji Imbut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n\u201cYa, saya tidak ingin hanya mendapat satu poin pada pertandingan tadi. Jadi, saya motivasi pemain saat istirahat babak pertama untuk memenangkan pertandingan. Hasilnya patut saya syukuri, meski hanya unggul tipis,\u201d ujar Hansson.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nPelatih asal Swedia itu mengakui <em>Laskar Dewa Laut<\/em> &#8211;julukan Persiram&#8211; sangat tangguh. Mereka tak hanya solid bertahan, tapi juga berani meladeni permainan terbuka.<\/p>\n<p>\u201cSebelum hasil ini kami kalah dua kali (dari Persiram, <em>Red<\/em>). Untunglah kami bisa membalasnya. Saya tidak tahu mereka makan apa karena pemainnya sangat kuat sekali,\u201d seloroh Hansson.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nMitra Kukar pun memperkukuh posisinya sebagai pemuncak klasemen sementara wilayah timur dengan poin 32, unggul tiga angka dari pesaing terdekat Persipura (lihat klasemen di halaman <strong>15-Bolamania<\/strong>, <em>Red<\/em>).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSementara, pelatih Persiram Gomes Oliviera menyebutkan anak asuhnya sudah maksimal. Kekalahan yang didapatkan bukan karena bermain tidak bagus.<\/p>\n<p>\u201cSecara materi pemain, kami memang kalah. Tapi, secara keseluruhan kami mampu mengimbangi. Sesekali tampil menekan, sayangnya kurang beruntung,\u201d ucap Gomes.<\/p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nMeski kalah, tim yang menghuni posisi keenam itu masih berpeluang lolos ke babak berikutnya. Gomes menargetkan sapu bersih empat laga sisa. \u201cKami mulai menghitung peluang. Ada tiga laga kandang dan satu laga tandang yang kami miliki. Untuk lolos, kami harus menang,\u201d pungkas Gomes.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n<strong>DAMAI-DAMAI SAJA<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSementara, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penganiayaan, Diego Michiels (23) kembali datang ke Polresta Samarinda, kemarin sekitar pukul 11.30 Wita. Pemain Mitra Kukar keturunan Belanda itu dilaporkan Hendra Wahyudi (39) karena tuduhan penganiayaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nDiego tak didampingi siapa pun. Dia juga tak ragu melambaikan tangan dan bergurau kepada awak media. Bahkan, sebelum masuk ke ruang Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Diego duduk dan bercanda dengan Hendra, mantan petugas keamanan rumah yang melaporkannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n\u201cKami damai-damai saja, <em>kok.<\/em> Baik-baik saja,\u201d ucap Diego lalu mengalihkan wajah kepada Hendra. Sementara Hendra menjawab dengan senyuman.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nKanit Jatanras Iptu Dhadhag Anindito menjelaskan, kedatangan pemain yang pernah membela Timnas Indonesia itu untuk kepentingan wajib lapor. Perihal upaya damai, Dhadhag mengaku belum bisa membeberkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n\u201cMereka (Diego dan Hendra) sempat ngobrol-ngobrol,\u201d imbuh Dhadhag. Mantan kekasih Nikita Willy itu pun meninggalkan Mapolresta sekira pukul 15.00 Wita karena harus membela Mitra Kukar melawan Persiram.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nHendra, mantan petugas keamanan di Pandan Harum Hill, mengaku menyerahkan semua permasalahan kepada keluarga. Sejauh ini, kedua pihak dikabarkan masih menelusuri jalan damai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSebelumnya, Diego dilaporkan Hendra karena menganiaya di rumah kontrakan di Pandan Harum Hill, pada Jumat 16 Mei lalu. Kala itu, Diego disebut kesal karena kehilangan laptop di kamarnya. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tren kemenangan Mitra Kukar di kandang hampir terjungkal. Menjamu Persiram Raja Ampat di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Selasa (10\/6) malam, Naga Mekes hanya unggul tipis 1-0 (0-0).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2516,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[],"class_list":["post-2515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2515"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23288,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions\/23288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}