{"id":2530,"date":"2014-06-11T15:59:19","date_gmt":"2014-06-11T07:59:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2530"},"modified":"2022-10-17T09:37:04","modified_gmt":"2022-10-17T01:37:04","slug":"beri-cakrawala-baru-bagi-fotografi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/beri-cakrawala-baru-bagi-fotografi\/","title":{"rendered":"Beri Cakrawala Baru bagi Fotografi"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Pameran foto perdana Angkatan I Kelas Malam Balikpapan di Atrium Plaza Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, berakhir Minggu (8\/6). Sebagai puncak acara diadakan <em>artist talk<\/em> atau diskusi tentang portrait photography.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">\nDiskusi ini menghadirkan perupa Balikpapan Makian YW, penggerak seni Paul Elcano Siregar, jurnalis Thomas D Priyandoko, dan inisiator Kelas Malam Balikpapan Ray Whardana. Makian YW memaparkan bahwa portrait merupakan akar utama dari perkembangan seni lukis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n\u201cSebenarnya fotografi dan lukisan pada dasarnya adalah sama, yaitu menggambar. Namun lukisan menggunakan media cat dan kanvas, sedangkan fotografi dengan cahaya,\u201d ungkap Makian atau yang akrab disapa Bang Memet ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSementara itu, Paul Elcano Siregar banyak mengupas bagaimana proses seni rupa terjadi dalam karya Fotografi dan sekelumit sejarah perkembangannya. Ia juga menyorot gerakan-gerakan seni yang berkembang di Kota Minyak. Kelas Malam Balikpapan, katanya, merupakan komunitas yang memberi gebrakan dalam bidang fotografi. \u201cUntuk bisa berkembang, Kelas Malam Balikpapan harus konsisten pada gerakannya,\u201d sebut pria yang juga perupa Balikpapan ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nThomas menambahkan, bahwa genre foto <em>portrait<\/em> sangat erat kaitannya dalam foto jurnalistik. Foto potret umumnya digunakan untuk menguatkan karakter manusia yang menjadi objek. Sementara soal keberadaan Kelas Malam Balikpapan, redaktur <em>Kaltim Post<\/em> ini berpendapat bahwa komunitas ini memberi ide dan gerakan baru dalam perkembangan komunitas foto di Kota Minyak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n\u201cSebagian komunitas foto, umumnya berorientasi pada hasil atau hasil karya foto. Sementara Kelas Malam Balikpapan sangat menghargai bagaimana proses belajar fotografi,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nAdapun Ray Whardana menyebut, Kelas Malam Balikpapan muncul sebagai gerakan sosial kreatif. Dikatakan sosial karena komunitas ini sangat terbuka bagi siapa saja dan memberikan ilmu atau pengetahuan tentang fotografi secara gratis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\n\u201cKelas Malam Balikpapan mengadaptasi Kelas Pagi Jakarta dan Kelas Pagi Jogjakarta yang dikembangkan fotografer Anton Ismael,\u201d ungkap Ray.\u00a0 \u201cSaya pun memulainya dengan mencari orang-orang yang memiliki satu misi yaitu untuk memberi cakrawala baru bagi perkembangan fotografi di Balikpapan,\u201d lanjutnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nPameran Fotografi Perdana Angkatan I Kelas Malam ini menampilkan karya delapan fotografer. Event itu didukung <em>wartawan<\/em>, Plaza Balikpapan, PT Tekabe, dan Coffee Doeloe. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pameran foto perdana Angkatan I Kelas Malam Balikpapan di Atrium Plaza Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, berakhir Minggu (8\/6). Sebagai puncak acara diadakan artist talk atau diskusi tentang portrait photography.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2531,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,6,26],"tags":[],"class_list":["post-2530","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-berita-lain","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2530"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23298,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530\/revisions\/23298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2530"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2530"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2530"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}