{"id":25587,"date":"2022-10-20T13:10:17","date_gmt":"2022-10-20T05:10:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=25587"},"modified":"2022-10-26T02:32:52","modified_gmt":"2022-10-25T18:32:52","slug":"serangan-tungro-membuat-resah-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/serangan-tungro-membuat-resah-petani\/","title":{"rendered":"Serangan Tungro Membuat Resah Petani"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-25588 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hama-1.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hama-1.jpg 1800w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hama-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hama-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hama-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/hama-1-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BARITO KUALA<\/strong> &#8211;\u00a0 Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi pertanian mencarikan solusi mengatasi\/membasmi hama tungro pada tanaman padi di provinsinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Komisi II H Karlie Hanafi Kalianda mengemukakan itu saat reses di Kabupaten Barito Kuala (Batola) atau daerah pertanian\u00a0 terserang tungro, sebagaimana informasi melalui telepon seluler yang Antara Kalsel terima, malam Rabu (19\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) Kalsel III\/Batola reses pada sepuluh desa di Kecamatan Anjir Pasar antara lain\u00a0Desa Mantaren, Gandaria, Ganda Raya, Danau Karya, Banyiur, Anjir Pasar Seberang I, dan Desa Anjir Seberang Pasar II.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selama reses delapan hari sejak 11 Oktober lalu, anggota Komisi II yang juga membidangi pertanian itu mendengar keluhan petani karena hasil panen tahun ini berkurang sekitar 80 persen dari tahun sebelumnya akibat serangan tungro,&#8221; ujar Camat Anjir Pasar Muhammad Yusuf<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bahkan ada petani yang tidak panen sama sekali karena serangan tungro,&#8221; lanjut Camat Anjir Pasar saat mendampingi anggota DPRD Kalsel tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi hal itu, menurut dia, mungkin bisa mencontoh daerah tetangga, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang membolehkan pembakaran padi terserang tungro dengan luasan terbatas serta dalam pengawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mungkin kita bisa mencontoh Kalteng dalam usaha membasmi tungro dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalsel,&#8221; ujar mantan aktivis mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, mungkin perlu mengubah varietas lokal dengan yang unggul atau tanaman padi varietas unggul yang relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebagaimana halnya petani di Jawa dan Bali menggunakan varietas unggul sehingga relatif tahan serangan hama dan penyakit tanam padi,&#8221; ujar Karlie Hanafi. [] ANT KS<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BARITO KUALA &#8211;\u00a0 Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi pertanian mencarikan solusi mengatasi\/membasmi hama tungro pada tanaman padi di provinsinya. Anggota Komisi II H Karlie Hanafi Kalianda mengemukakan itu saat reses di Kabupaten Barito Kuala (Batola) atau daerah pertanian\u00a0 terserang tungro, sebagaimana informasi melalui telepon seluler yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25588,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[],"class_list":["post-25587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25587"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26034,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25587\/revisions\/26034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}