{"id":2569,"date":"2014-06-11T19:04:52","date_gmt":"2014-06-11T11:04:52","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2569"},"modified":"2022-10-17T09:37:18","modified_gmt":"2022-10-17T01:37:18","slug":"42-persen-balita-di-kalteng-tertular-hivaids","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/42-persen-balita-di-kalteng-tertular-hivaids\/","title":{"rendered":"4,2 Persen Balita di Kalteng Tertular HIV\/AIDS"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">HIV\/AIDS di Kalteng terus meningkat. Ironisnya, selama lima tahun terakhir terdapat penderita dari bayi di bawah lima tahun alias Balita. Tertular dari orangtuanya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suprastija melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kalteng, Sinsigus.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cSelama lima tahun ini penularan HIV\/AIDS cukup tinggi dan terdapat 4,2 persen adalah Balita di Kalteng,\u201d kata Sinsigus kepada Kalteng Pos, Selasa (10\/6).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Menurutnya dari data sejak 2008 hingga 2014 jumlah penderita HIV 256 sedangkan AIDS 160, dengan total 376 tersebar di 14 kabupaten \/ kota. Berdasarkan usia, jumlah penderita tertinggi didominasi mereka yang berusia 25 sampai 49 tahun yang mencapai 67,1 persen (lihat tabel).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cJadi kalau dihitung dari jumlah tersebut maka seluruh Kalteng penderita HIV\/AIDS usia Balita sekitar 16 penderita,\u201d imbuh Sinsigus. Pihaknya juga meminta ke depannya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke klinik Voluntary Clinic Test (VCT) agar diketahui penularan HIV\/AIDS.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cPeranan dan kesadaran dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka penyebaran dari HIV\/AIDS karena sangat disesalkan jika sampai terus menular apalagi sudah diderita anak -anak sejak usia dini,\u201d bebernya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Dinkes Palangka Raya, Irma F, juga menyampaikan kasus penderita HIV\/AIDS berasal dari usia Balita yang diduga tertular dari orangtuanya. Bahkan sudah ada satu Balita yang meninggal dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cKalau di Palangka Raya sejak 2009 hingga 2014 penderita HIV\/AIDS khusus Balita mencapai Empat orang dan satu meninggal dunia,\u201d jelas Irma kepada Kalteng Pos, Selasa (10\/6).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dengan rincian jelas, Irma dimana dari data di klinik VCT di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya, tahun 2010 dari 10 penderita terdapat satu Balita, 2011 dari tujuh terdapat satu Balita, 2012 ada 13 dengan dua Balita.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cKita terus mendorong agar masyarakat mewaspadai penularan HIV\/AIDS dengan cara memeriksakan ke klnik VCT,\u201d katanya. [] RedFj\/KTEP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HIV\/AIDS di Kalteng terus meningkat. Ironisnya, selama lima tahun terakhir terdapat penderita dari bayi di bawah lima tahun alias Balita. Tertular dari orangtuanya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suprastija melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kalteng, Sinsigus.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2570,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-2569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2569"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2569\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23327,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2569\/revisions\/23327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}