{"id":2572,"date":"2014-06-11T19:14:05","date_gmt":"2014-06-11T11:14:05","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2572"},"modified":"2022-10-17T09:37:19","modified_gmt":"2022-10-17T01:37:19","slug":"distamben-mengaku-tak-terbitkan-iup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/distamben-mengaku-tak-terbitkan-iup\/","title":{"rendered":"Distamben Mengaku Tak Terbitkan IUP"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari Palangka Raya berkaitan dengan indikasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) tidak sesuai ketentuan alias ilegal, rupanya cukup membuat pihak Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kota Palangka Raya, cukup ketar ketir dibuatnya.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Kepala Distamben Berthie Benyamin, menyangkal keras telah dikeluarannya Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh pihak Distamben sejak bulan Juli 2012 hingga Juni 2014. \u201cSejak saya menjabat untuk IUP tidak pernah dikeluarkan dan hal ini sudah dijelaskan kepada pihak Kejari melalui Pidana Khusus (Pidsus). Jadi, IUP yang mana dipermasalahkan?,\u201d ujarnya kepada Kalteng Pos, Selasa (10\/6) di ruang kerjanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dijelaskan Berthie, polemik adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan penyalahgunaan wewenang yang dilaporkan ke institusi Kejaksaan, \u00a0membuat pihaknya merasa perlu, untuk mengklarifikasi kebenarannya, agar tidak merugikan pihak manapun.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cMakanya saya membantah kalau ada permasalahan IUP dan sudah meminta Martinus selaku Kabid Pertambangan Energi memberikan keterangan ke pihak Kejari Palangka Raya,\u201d katanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Lanjut Berthie, untuk Surat Keterangan Angkutan Barang (SKAB) memang ada dikeluarkan.\u00a0 Tapi sepengetahuannya, hanya tiga kali yang ditandatanganinya, itu pun selama kurun waktu tahun 2014. Karena, sesuai permintaan dari pihak Perusahaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cNah kalau SKAB kita keluarkan karena permintaan perusahaan agar aman dijalan selama diperjalanan dalam membawa barang dan itu pun untuk tambang jenis sirkon,\u201d tandasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Meski begitu, Berthie tetap menyerahkan sepenuhmya proses penyelidikan. Kepada kewenangan Kejari Palangka Raya, agar dapat mengetahui kejelasannya. Ias ajuga menyatakan kesiapan Distamben, untuk memberikan keterangan maupun bukti-bukti yang dibutuhkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cSaya berharap pihak kejari dapat segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak menimbulkan polemik lebih lama dan dapat menggangu kinerja di Distamben,\u201d tukasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u00a0Secara terpisah, Kajari Palangka Raya Sandi SH melalui Kasi Pidsus Rustianto, mengatakan. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dan pendalaman, dengan mempelajari bukti-bukti yang didapat dan keterangan dari pihak Distamben, agar dapat diketahui kebenarannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cSilahkan saja membantah. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan dengan harapan dapat segera diketahui, apakah laporan yang diterima benar adanya atau tidak,\u201d pungkas Kasi Pidsus Rustianto, menanggapi. [] RedFj\/KTEP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari Palangka Raya berkaitan dengan indikasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) tidak sesuai ketentuan alias ilegal, rupanya cukup membuat pihak Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kota Palangka Raya, cukup ketar ketir dibuatnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2573,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-2572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2572"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2572\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23330,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2572\/revisions\/23330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}