{"id":25789,"date":"2022-10-13T21:55:15","date_gmt":"2022-10-13T13:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=25789"},"modified":"2022-10-21T02:26:49","modified_gmt":"2022-10-20T18:26:49","slug":"nasib-alwi-di-hutan-kerukak-masih-misterius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nasib-alwi-di-hutan-kerukak-masih-misterius\/","title":{"rendered":"Nasib Alwi di Hutan Kerukak Masih Misterius"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-25795 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/pencarian-alwi.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"523\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/pencarian-alwi.jpg 1200w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/pencarian-alwi-300x224.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/pencarian-alwi-1024x765.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/pencarian-alwi-768x574.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>KAPUAS HULU<\/strong>\u00a0 &#8211; Pencarian terhadap Alwi (53) warga Pulau Majang yang hilang sejak Rabu (12\/10\/2022) lalu di hutan Desa Kekurak Kecamatan Badau perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, masih terus dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Pencarian masih tetap dilakukan, namun kendala kawasan hutan itu cukup luas dan juga kondisi cuaca yang sering hujan,&#8221; kata Kapolsek Badau AKP Surarso, dihubungi wartawan, di Putussibau Kapuas Hulu, Rabu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Diketahui, Alwi hilang di hutan Desa Kekurak Kecamatan Badau berawal saat Alwi bersama Arpansi (warga setempat) mencari kayu tiang bubu (alat penangkapan ikan) pada Rabu (12\/10) lalu, dengan menggunakan sampan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat itu, Arpansi terlebih dahulu pulang, sedangkan Alwi masih berada di hutan hingga malam belum juga kembali ke rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Disampaikan Surarso, masyarakat bersama TNI dan Polri setempat melakukan pencarian secara berpencar hingga membuat tenda di dalam hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut dia, dari keterangan yang berhasil dihimpun kepolisian Alwi (korban) sebelumnya juga sudah pernah tersesat di hutan, tetapi selalu ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dikatakan Surarso, hingga saat ini belum ada tanda-tanda petunjuk di sekitar lokasi pencarian di lokasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Dugaan kuat korban tersesat, untuk indikasi lain sementara belum ada,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, cucu korban yang bernama Danny menuturkan berbagai upaya penyusuran hutan hingga ritual adat sudah dilakukan dalam pencarian terhadap sang kakek (Alwi), namun belum membuahkan hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Pencarian masih akan kami lakukan di bantu masyarakat Desa Kekurak dan juga TNI, Polri, kami berharap kakek segera ditemukan bagaimana pun kondisinya,&#8221; ucap Danny.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia juga meminta doa dan dukungan semua pihak agar dipermudah dalam proses pencarian, selain itu diharapkan adanya bantuan dari Tim SAR serta pihak terkait lainnya. [] ANT KB<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAPUAS HULU\u00a0 &#8211; Pencarian terhadap Alwi (53) warga Pulau Majang yang hilang sejak Rabu (12\/10\/2022) lalu di hutan Desa Kekurak Kecamatan Badau perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, masih terus dilakukan. &#8220;Pencarian masih tetap dilakukan, namun kendala kawasan hutan itu cukup luas dan juga kondisi cuaca yang sering hujan,&#8221; kata Kapolsek Badau AKP Surarso, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":25795,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,28],"tags":[6347],"class_list":["post-25789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-hutan-angker"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25789"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25800,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25789\/revisions\/25800"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}