{"id":26127,"date":"2022-10-28T02:37:20","date_gmt":"2022-10-27T18:37:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=26127"},"modified":"2022-10-28T02:42:09","modified_gmt":"2022-10-27T18:42:09","slug":"misteri-bayi-terlantar-di-teluk-pakedai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/misteri-bayi-terlantar-di-teluk-pakedai\/","title":{"rendered":"Misteri Bayi Terlantar di Teluk Pakedai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-26128 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-24-at-16.09.18.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-24-at-16.09.18.jpeg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-24-at-16.09.18-300x225.jpeg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-24-at-16.09.18-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-24-at-16.09.18-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KUBU RAYA &#8211; Camat Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Supriadi mengatakan kondisi terkini\u00a0bayi\u00a0dalam keadaan sehat. Bayi tersebut ditemukan warga Kampung Tengah Utara, Desa\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Hulu, Kecamatan\u00a0Teluk\u00a0Pakedai, Kabupaten\u00a0Kubu\u00a0Raya, Kalimantan Barat pada Senin (24\/10\/2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk sementara\u00a0bayi\u00a0tersebut diasuh langsung oleh Kasi Pelayanan dan Kesejahteraan Desa\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Hulu,&#8221; katanya saat dikonfirmasi pada\u00a0Kamis (27\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supriadi menjelaskan, pengasuhan sementara tersebut juga dilakukan dengan perjanjian tertulis oleh sepengetahuan Kapolsek dan Kepala Desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nanti jika ada yang mengaku ibu kandung dari bayi tersebut, baru akan dilakukan mediasi dan pengecekan kembali, jika terbukti ibu kandung dari bayi tersebut nantinya baru akan dilakukan penyerahan dan menandatangani perjanjian yang telah dibuat tadi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengatakan hingga saat ini belum diketahui siapa ibu kandung dari bayi tersebut, dan pihak berwajib masih terus melakukan penyelidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hingga saat ini masih belum diketahui siapa ibu kandung dari bayi tersebut, namun dari pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, untuk kondisi bayi saat ini dalam keadaan sehat walafiat dan masih dilakukan penanganan dan pemantauan bersama pihak Puskesmas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kondisi bayi saat ini sehat, selain itu juga dilakukan pemantauan oleh pihak Puskesmas Teluk Pakedai,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga di Kampung Tengah Utara, Desa\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Hulu, Kecamatan\u00a0Teluk\u00a0Pakedai, Kabupaten\u00a0Kubu\u00a0Raya\u00a0dihebohkan oleh penemuan\u00a0bayi\u00a0perempuan di rumpun semak belukar kebun kelapa milik warga setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya, saat ditemukan\u00a0bayi\u00a0perempuan berkulit putih itu tidak satupun dibalut pakaian dan hanya beralaskan rerumputan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saparianti menceritakan, bahwa ia mendengar tangisan\u00a0bayi\u00a0dari kebun kelapa pada hari Minggu tanggal 23 Oktober\u00a02022\u00a0sekitar jam 23.00 WIB, namun karena malam hari dan cuaca hujan lebat, dirinya tidak berani untuk menelusuri suara tangisan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya dengar tangisan anak\u00a0bayi\u00a0di kebun kelapa, tapi saya tidak berani mengecek nya, karena situasi sudah malam dan cuaca hujan sangat deras, namun pagi harinya pada hari senin tanggal 24 Oktober 2022, sekitar jam 07.00 wib saya bersama Ramdani pergi ke kebun kelapa di dekat rumah saya untuk mencarinya,&#8221; kata Saparianti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada saat saya mendekati lokasi saya mendengar lagi tangisan kencang anak\u00a0bayi, ternyata tangisan itu benar dari seorang anak\u00a0bayi\u00a0perempuan yang masih ada ari-ari nya dengan posisi terbaring di atas rumpun semak belukar.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dengan kuasa Allah SWT\u00a0bayi\u00a0tersebut masih selamat walaupun semalaman diguyur hujan dan tidak tersetuh bitang buas, selanjutnya saya langsung membawanya ke rumah, dan saya meminta warga untuk memanggil kan bidan untuk dilakukan pemeriksaan kepada\u00a0bayi\u00a0tersebut dan saya meminta kepada warga lain agar kejadian ini dilaporkan kepada pihak Kepolisian\u00a0Teluk\u00a0Pakedai,&#8221; terang Saparianti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0IPTU Rubiman membenarkan peristiwa tersebut, ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung mendatangi TKP saat mendapati laporan dari masyarakat bahwa ada penemuan\u00a0bayi\u00a0tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenemuan\u00a0bayi\u00a0tersebut memang benar, kami mendapatkan laporan dari warga, selanjutnya kami mendatangi TKP penemuan\u00a0bayi\u00a0oleh Saparianti,&#8221; kata Kapolsek\u00a0Teluk\u00a0Pakedai IPTU Rubiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bayi ditemukan tadi pagi, sekitar jam 07.00 WIB. Jenis kelaminnya perempuan,\u00a0bayi\u00a0itu ditemukan oleh Saparianti, warga Kampung Tengah Utara Rt 003 Rw 001 Desa\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Hulu Kecamatan\u00a0Teluk\u00a0Pakedai, tepatnya di rumpun semak kebun Kelapa.&#8221; terang Rubiman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dilihat dari ari-ari yang masih menempel\u00a0bayi\u00a0ini baru dilahirkan. Pas ditemukan oleh Saparianti kondisi\u00a0bayi\u00a0tidak mengenakan sehelai kainpun,&#8221; lanjut Rubiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Puskesmas Hery Sutanto, A.md.kg, mengatakan bahwa\u00a0bayi\u00a0tersebut sekarang sudah berada di puskesmas untuk dilakukan perawatan secara intensive demi keselamatan\u00a0bayi\u00a0perempuan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSungguh Tega orang tuanya, saya tidak terbayang jika\u00a0bayi\u00a0perempuan ini tidak ditemukan oleh warga, saat ini\u00a0bayi\u00a0masih kami rawat secara intensive untuk kesehatannya dan keselamatannya, karena\u00a0bayi\u00a0ini awalnya di temukan di tempat terbuka dan sempat semalaman di guyur hujan lebat menurut keterangan Saparianti,&#8221; ucap Heri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Kasubsi Penmas Polres\u00a0Kubu\u00a0Raya\u00a0Aipda Ade mengatakan, bahwa Polsek\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0bersama Polres\u00a0Kubu\u00a0Raya\u00a0melakukan Penyelidikan dan Penyidikan terkait motif pelaku yang membuang\u00a0bayi\u00a0tersebut<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat ini Polsek\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0bersama Polres\u00a0Kubu\u00a0Raya\u00a0melakukan Penyelidikan dan Penyidikan terkait motif pelaku membuang\u00a0bayi yang tanpa dosa tersebut ,&#8221; kata Ade. [] TKB<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; KUBU RAYA &#8211; Camat Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Supriadi mengatakan kondisi terkini\u00a0bayi\u00a0dalam keadaan sehat. Bayi tersebut ditemukan warga Kampung Tengah Utara, Desa\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Hulu, Kecamatan\u00a0Teluk\u00a0Pakedai, Kabupaten\u00a0Kubu\u00a0Raya, Kalimantan Barat pada Senin (24\/10\/2022. &#8220;Untuk sementara\u00a0bayi\u00a0tersebut diasuh langsung oleh Kasi Pelayanan dan Kesejahteraan Desa\u00a0Teluk\u00a0Pakedai\u00a0Hulu,&#8221; katanya saat dikonfirmasi pada\u00a0Kamis (27\/10\/2022). Supriadi menjelaskan, pengasuhan sementara tersebut juga dilakukan dengan perjanjian tertulis oleh sepengetahuan Kapolsek dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":26128,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,32],"tags":[3745],"class_list":["post-26127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kubu-raya-sungai-raya-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bayi-dibuang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26127"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26133,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26127\/revisions\/26133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}