{"id":2650,"date":"2014-06-12T22:16:01","date_gmt":"2014-06-12T14:16:01","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2650"},"modified":"2022-10-17T11:30:08","modified_gmt":"2022-10-17T03:30:08","slug":"gagang-pistol-bersarang-di-kepala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gagang-pistol-bersarang-di-kepala\/","title":{"rendered":"Gagang Pistol Bersarang di Kepala"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Telah terjadi pemukulan kepada seorang operator SPBU Jalan A Yani Adi (29) sekitar pukul 08.45, Rabu pagi (11\/6). Sebelum terjadi pemukulan menurut seorang saksi, Asrul dia melihat ada seorang anggota polisi yang masih memakai baju dinas, meminta kepada Adi untuk mengisi BBM di motornya. Tetapi Adi menolak karena Brigadir Jhon Eltoni tidak mau membayar.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Akhirnya terjadilah cek cok antara Adi dan Jhon di SPBU, Adi mengatakan kepada Jhon agar laporan dulu ke kantor baru Adi bisa mengisi BBM motor milik Jhon. Tetapi Jhon bersikeras tidak mau laporan terlebih dahulu akhirnya, Jhon saat itu mengeluarkan pistol mengancam Adi lalu memukulkan pistol, hingga bersarang di kepala Ady.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Akibat pukulan pistol tersebut, dari kepala sebelah kiri Ady keluar darah, seketika itu juga Asrul langsung mendekati Ady, tidak lama kemudian Polsek Pahandut saat itu datang untuk mengamankan\u00a0 Jhon sebagai tersangka, lalu kemudian membawa korban Adi ke RS Bayangkara, Adi akhirnya mendapatkan 10 jahitan di kepalanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Kapolda Kalteng Brigjen Pol \u00a0Bambang Hermanu melalui Kabid Humas AKBP Pambudi Rahayu mengatakan saat ini oknum anggota Pam Obvit Polda Kalteng Brigadir Jhon Eltoni sudah diamankan\u00a0 dan saat ini sedang dalam penyelidikan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Kalau terbukti bersalah, pihaknya akan memproses sesuai undang-undang yang berlaku. Soal senjata api, kalau terbukti nantinya\u00a0 berarti yang bersangkutan sudah menyalahgunaan wewenang\u00a0 yang diberikan dan\u00a0 akan dikenakan sidang disiplin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cAda dua alternatif, kalau terbukti penganiayaan, bisa\u00a0 lari ke pidana umum. Setelah itu, akan dilaksanakan sidang kode etik kepolisian untuk menentukan layak tidaknya bersangkutan untuk menjadi anggota polisi,\u201d terangnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Pambudi juga menghimbau bagi masyarakat, yang\u00a0 merasa dirugikan, terancam dan teraniaya oleh oknum anggota kepolisian di wilayah hukum polda Kalteng, silahkan melapor ke Bid Propam Polda Kalteng.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201cKita akan tangani dengan sebenar-benarnya dan menindak anggota yang terbukti bersalah dan menyalahgunakan tugasnya sebagai pengayom masyarakat,\u201dtambahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div>Sementara, sekitar pukul 11.00, Adi (29) operator SPBU yang menjadi korban pemukulan\u00a0 melapor ke Polres Palangka Raya untuk menindak lanjuti apa yang telah dialaminya. \u201c Saat ini laporan sudah kami terima. Dan kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami tak akan membeda-bedakan dalam penyelidikan, meskipun yang bersangkutan oknum anggota kepolisian\u201d ujar kasat Reskrim AKP M Ali Akbar. [] RedFj\/KTEP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telah terjadi pemukulan kepada seorang operator SPBU Jalan A Yani Adi (29) sekitar pukul 08.45, Rabu pagi (11\/6). Sebelum terjadi pemukulan menurut seorang saksi, Asrul dia melihat ada seorang anggota polisi yang masih memakai baju dinas, meminta kepada Adi untuk mengisi BBM di motornya. Tetapi Adi menolak karena Brigadir Jhon Eltoni tidak mau membayar.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2651,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-2650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2650"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23376,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2650\/revisions\/23376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}