{"id":27005,"date":"2022-10-04T19:14:32","date_gmt":"2022-10-04T11:14:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=27005"},"modified":"2022-11-14T23:17:23","modified_gmt":"2022-11-14T15:17:23","slug":"kuhap-dan-md3-harus-sinkron","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kuhap-dan-md3-harus-sinkron\/","title":{"rendered":"KUHAP dan MD3 Harus Sinkron"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27003 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/sutomo-marthinus-semnas-hak-imunitas-pose-bersama.jpg\" alt=\"\" width=\"648\" height=\"379\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/sutomo-marthinus-semnas-hak-imunitas-pose-bersama.jpg 648w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/sutomo-marthinus-semnas-hak-imunitas-pose-bersama-300x175.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 648px) 100vw, 648px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Marthinus, anggota Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Timur) punya pandangan tersendiri usai mengikuti seminar nasional bertema \u201cImunitas Wakil Rakyat Dalam Perspektif Penegakkan Hukum Dan Etika Kelembagaan DPRD&#8221; di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (03\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai, Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau yang biasa disebut dengan Kitab Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak sinkron dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya ingin sampaikan, perlu adanya sinkronisasi antara Undang Undang KUHAP. Karena ada tiga bagian, penyidik, penuntut umum, dan pengadilan. Sementara di Undang Undang MD3 hanya satu badan. Ini perlu disinkronisasi. Oleh karena itu, saya berharap kepada eksekutif, kepada legislatif, dan yudikatif agar merevisi Undang Undang MD3 ini harus dilaksanakan,\u201d ujar anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_27006\" aria-describedby=\"caption-attachment-27006\" style=\"width: 264px\" class=\"wp-caption alignright\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-27006 size-full\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/marthinus.jpg\" alt=\"\" width=\"264\" height=\"419\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/marthinus.jpg 264w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/marthinus-189x300.jpg 189w\" sizes=\"(max-width: 264px) 100vw, 264px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27006\" class=\"wp-caption-text\">Marthinus<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marthinus berharap, hak imunitas yang dimiliki \u00a0DPRD tingkat kabupaten kota dan provinsi sama dengan yang dimiliki DPR RI. Yang berjalan selama ini, hanya DPR RI yang jika anggotanya terkena masalah pidana, izin untuk memeriksanya harus diberikan terlebih dahulu oleh Presiden, setelah mendapatkan pertimbangan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita DPRD kabupaten kota dan provinsi perlakuannya berbeda, misalnya mau dipanggil aparat hukum, harus izin dari Gubernur, harus izin dari Menteri Dalam Negeri. Oleh karena itu kami berharap agar undang undangnya harus segera direvisi,\u201d ujar anggota legislatif kelahiran Bone, 23 Maret 1976 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Marthinus, seminar nasional menguraikan pentingnya pemahaman tentang hak imunitas, khususnya bagi aparat hukum. \u201cYang pertama adalah perlunya penerjemahan tentang aparat hukum dalam menjalankan dan mengaplikasikan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD (MD3),\u201d ujar Marthinus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua, imbuh Marthinus, adalah karena di undang-undang MD3 ini perlu diketahui bahwa anggota DPRD itu memiliki hak melekat otomatis hak imunitas dari tiga fungsi anggota DPR yang pertama pengawasan, penganggaran dan legislasi. \u201cDi luar itu, contoh kasus yang sempat viral, kasus SN. Anggota DPR itu menggunakan hak imunitas, makanya hukum tidak maksimal,\u201d ujar Marthinus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marthinus juga menyikapi adanya seorang anggota DPR lama berinisial FH yang secara etika pernah mengeluarkan kata kata makian dan tidak sopan kepada pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi. \u201cApakah dengan perlakuan itu hak imunitas wajib diterapkan?\u201d ujar Marthinus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seminar nasional itu dihadiri sejumlah narasumber penting, di antaranya Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Agus Andrianto, Wakil Ketua Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro, dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Adang Daradjatun. Adapun pesertanya berasal dari Badan Kehormatan DPRD Provinsi se-Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Adang Daradjatun, menyatakan Seminar Nasional MKD RI ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya peran wakil rakyat di daerah dan melakukan koordinasi sistem penegakan hukum dan etika lembaga perwakilan rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTujuan acara guna mendapatkan masukan dari ahli dan kepolisian mengenai Hak Imunitas Wakil Rakyat. Masukan mengenai Hak Imunitas Anggota Dewan ini agar tidak ada kesalahpahaman di lapangan,\u201d ujar Adang Daradjatun saat sambutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Seminar ini juga demi mewujudkan ekosistem kelembagaan DPRD yang efektif dengan dukungan penegakan hukum yang berkeadilan dan bermartabat. Selain itu juga untuk menghasilkan kesepahaman visi dan misi penegakan hukum melalui peran aktif kelembagaan Badan Kehormatan DPRD. Berdasarkan Undang Undang Anggota DPR tidak dapat dituntut di depan pengadilan karena pernyataan atau pendapat yang dikemukakannya baik secara lisan maupun tertulis. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Fajar Hidayat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; SAMARINDA \u2013 Marthinus, anggota Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Timur) punya pandangan tersendiri usai mengikuti seminar nasional bertema \u201cImunitas Wakil Rakyat Dalam Perspektif Penegakkan Hukum Dan Etika Kelembagaan DPRD&#8221; di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (03\/10\/2022). Ia menilai, Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27003,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14,35],"tags":[6469],"class_list":["post-27005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","category-berita-nasional","tag-hak-imunitas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27005"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27008,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27005\/revisions\/27008"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}