{"id":2720,"date":"2014-06-13T01:38:05","date_gmt":"2014-06-12T17:38:05","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2720"},"modified":"2022-10-17T11:32:23","modified_gmt":"2022-10-17T03:32:23","slug":"jaanur-tetap-berpasangan-mohon-doa-maju-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jaanur-tetap-berpasangan-mohon-doa-maju-kembali\/","title":{"rendered":"Jaa\u2019Nur Tetap Berpasangan, Mohon Doa Maju Kembali"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">AJANG silaturahmi dimanfaatkan Ketua DPC Partai Demokrat Samarinda, H Syaharie Jaang untuk menepis isu retaknya Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail (Jaa\u2019Nur), dan akan maju sendiri-sendiri sebagai wali kota pada pemilihan tahun depan.<!--more--><\/p>\n<p>\u201cBIASA lah politik, memang ada yang sengaja melempar isu itu. Tapi kita tetap solid dan kembali maju berpasangan untuk periode 2015-2020. Mohon doanya karena Jaa\u2019Nur tahun depan maju lagi di Pilkada Samarinda,\u201d ucap Jaang di hadapan para Caleg, pengurus, relawan dan simpatisan Partai Demokrat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nDikatakannya, ada isu yang menyebutkan Syaharie Jaang akan meninggalkan Nusyirwan, dan sebaliknya, juga isu tentang perolehan suara yang tidak cukup dalam Pileg 2014 lalu, sehingga harus terpisahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nJaang menyebut, memang ada yang mengembuskan kabar bahwa suara Partai Demokrat tidak mencukupi untuk mengusung kembali Jaa\u2019Nur. \u201cAlhamdulillah perolehan suara kita 42.102 dengan enam kursi dan menjadi fraksi bulat di DPRD Samarinda. Untuk memenuhi syarat mengusung calon sendiri, minimal 15 persen suara. Sementara Demokrat Samarinda sendiri sudah 13,33 persen, jadi tinggal 1,7 persen,\u201d terang Jaang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nMenurut Jaang, mereka sudah menyiapkan strategi komunikasi politik untuk mencari sisanya itu. \u201cKasus ini sama seperti kami mau maju di periode sekarang. Alhamdulillah, ada juga teman-teman partai yang satu misi dengan Jaa\u2019Nur,\u201d imbuh Jaang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nTak hanya itu, para ulama di Samarinda yang menyatukan Jaa\u2019Nur pun kembali meminta mereka untuk maju lagi. \u201cBeberapa hari lalu, ada ulama yang menanyakan soal retaknya Jaa\u2019Nur. Saya jawab itu hanya isu, karena kami (Jaa\u2019Nur) tetap solid. SMS warga juga banyak menanyakan itu, dan meminta Jaa\u2019Nur maju lagi untuk melanjutkan program pembangunan,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nTerkait Pilpres, Jaang mengatakan Partai Demokrat netral. Namun sebagai warga negara yang baik, tidak boleh Golput. \u201cSecara pribadi, saya baru saja menerima dan dilantik sebagai ketua tim pemenangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta. Silakan saudara terjemahkan sendiri. Mungkin dari teman-teman ada yang mengikuti jejak saya pribadi, monggo. Naluri politik saya 1,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nSebelumnya, Caleg terpilih Ahmad Sukamto menegaskan kembali mengusung Jaa\u2019Nur. \u201cKita masih bisa tetap melanjutkan Jaa\u2019Nur II. Kita satu fraksi penuh, dan tinggal satu kursi lagi. Kita juga sudah melobi partai yang akan sejalan dengan Jaa\u2019Nur,\u201d tegas Sukamto yang juga ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nBegitu pula dengan Caleg terpilih lainnya, Hasan. Jika tahun ini berjuang agar ia mendapat amanah warga di DPRD Kota Samarinda, tahun depan perjuangannya lebih berat untuk memperjuangkan Jaa\u2019Nur kembali menjadi wali kota dan wakil wali kota periode 2015-2020.<br \/>\nTidak terkecuali juga Sri Puji Astuti, satu-satunya Caleg wanita terpilih yang memegang aspirasi wanita inipun bertekad memperjuangkan Jaa\u2019Nur tetap melanjutkan program pembangunan Samarinda. [] RedFj\/SP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AJANG silaturahmi dimanfaatkan Ketua DPC Partai Demokrat Samarinda, H Syaharie Jaang untuk menepis isu retaknya Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail (Jaa\u2019Nur), dan akan maju sendiri-sendiri sebagai wali kota pada pemilihan tahun depan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2721,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[],"class_list":["post-2720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2720"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23419,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2720\/revisions\/23419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}