{"id":27717,"date":"2022-11-22T21:54:23","date_gmt":"2022-11-22T13:54:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=27717"},"modified":"2022-12-13T02:18:24","modified_gmt":"2022-12-12T18:18:24","slug":"lima-hari-di-entrepeneur-camp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lima-hari-di-entrepeneur-camp\/","title":{"rendered":"Lima Hari di Entrepeneur Camp"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_24440\" aria-describedby=\"caption-attachment-24440\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24440\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/kadispora-berpose-ecamp-2022.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/kadispora-berpose-ecamp-2022.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/kadispora-berpose-ecamp-2022-300x170.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-24440\" class=\"wp-caption-text\">Kadispora Aji Ali Husni (nomor dua dari kiri), berpose didampingi bawahan, tenaga ahli, dan peserta E-Camp. Kegiatan season pertama ini digelar selama lima hari, tiga hari di Tenggarong, dan dua hari di Balikpapan.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DINAS<\/strong> Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) kembali menggelar <em>Entrepreneur Camp<\/em> (E-Camp) atau kemah pengusaha di Hotel Elty Lesong Batu, Tenggarong, selama lima hari pada 17 hingga 21 Oktober 2022. Sementara yang menjadi peserta dalam E-camp adalah para pengusaha muda terbaik di Kukar yang lolos seleksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jummy, panitia E-Camp mendampingi Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni, Senin (10\/10\/2022), menjelaskan E-Camp adalah program <em>camp<\/em>,\u00a0<em>coaching<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>mentoring<\/em>\u00a0dari Klinik WPM Dispora Kukar yang dilaksanakan selama 5 hari di Tenggarong dan Balikpapan. \u201cDi sini pengusaha muda akan mendapatkan ilmu, ketrampilan dan tips dalam berwirausaha dan mengembangkan usaha,\u201d ujar Jummy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Materinya ada\u00a0<em>mindset<\/em>\u00a0dan mental pengusaha sukses,\u00a0<em>skill<\/em>\u00a0melihat peluang usaha, kemampuan dasar terkait perhitungan harga pokok penjualan, menentukan harga,\u00a0<em>digital marketing<\/em>, dan\u00a0<em>product photography<\/em>. Kegiatan <em>E-Camp<\/em> tidak dipungut biaya sedikit pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syaratnya, pengusaha muda masih usia 18-30 tahun, mengirimkan profil usaha dengan melampirkan legalitas usaha, surat keterangan usaha atau izin usaha dari\u00a0<em>Online Single Submission<\/em>, mengirim laporan keuangan enam bulan terakhir, serta mengirim video motivasi atau alasan mengapa layak dipilih menjadi peserta E-Camp. Video direkam di tempat usaha masing-masing dan maksimal berdurasi lima menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>RUTINITAS PEMBINAAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni, mengemukakan bahwa pelatihan semacam <em>E-Camp<\/em> adalah kegiatan rutinitas yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2019 dan telah membina banyak wirausahawan muda dari berbagai kecamatan di Kukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan klinik WPM berdiri 2019, selalu kita lakukan pembekalan, pelatihan, pendampingan pemberian sarana, kemudian memfasilitasi pengembangan usahanya sampai dengan memfasilitasi promosi usahanya sampai dengan kami memfasilitasi untuk apa keluasan modal usahanya,\u201d papar Aji Ali Husni saat diwawancara media ini di ruang kerjanya, Selasa (11\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun ini, lanjut Aji Ali Husni, pihak Dispora berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap Pemuda, karena memang dibentuknya klinik ditujukan untuk membantu pemuda untuk mengembangkan kewirausahaan. \u201cKarena tugas Klinik salah satunya melakukan pendampingan pelatihan memberikan pelatihan. Tahun ini masih ada kegiatan pelatihan itu, kita lakukan untuk pemuda pemuda di Kukar. Bahkan sekarang ada istilah\u00a0<em>camp<\/em>, mulai mendirikan usaha sampai yang punya usaha,\u201d papar Aji Ali Husni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, hal-hal mendasar yang akan dilatih di <em>E-Camp<\/em> akan sangat berguna bagi wirausahawan muda untuk mengembangkan usahanya, di antaranya adalah mengenai\u00a0<em>digital marketing<\/em>\u00a0dan mengenai\u00a0<em>brand<\/em>.\u00a0\u201cKita ini jarang membuat\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0sendiri. Padahal yang yang mahal itu adalah\u00a0<em>brand<\/em>, yang kemudian yang kita lakukan juga bagaimana bentuk kemasan, bagaimana bentuk kemasan yang baik. Kita latih bagaimana mengemas dengan baik, membuat keren buat kemasan, sehingga menaikkan nilai usaha,\u201d papar Kepala Dispora Kukar.<\/p>\n<figure id=\"attachment_24437\" aria-describedby=\"caption-attachment-24437\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24437\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/ecamp-2022-1.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/ecamp-2022-1.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/ecamp-2022-1-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-24437\" class=\"wp-caption-text\">Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni saat mengalungkan nametag peserta E-Camp. Peserta E-camp kali ini sebanyak 20 orang datang dari enam kecamatan se-Kukar. Mereka semua adalah penguasa muda di Kukar yang telah menjalankan usahanya di atas setahun.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mencontohkan mengenai produk bakpia, merupakan penganan yang biasa saja, tetapi karena dikemas dengan baik, produk bakpia yang dijual jadi luar biasa. Itu salah satu contoh yang ada di Yogyakarta. \u201cDengan kemasan yang bagus kemudian dengan\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0yang sudah ada, sudah menjadikan, bisa menaikkan nilai produk bakpia,\u201d ujar Aji Ali Husni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diungkapkannya, mahasiswa di Kukar yang saat ini sedang menimba ilmu di luar daerah, salah satunya di Yogyakarta juga menjadi sasaran pembinaan Klinik WPM. \u201cMahasiswa-mahasiswa Kutai Kartanegara juga minta fasilitasi tentang pelatihan kewirausahaan. Sasaran kita masyarakat Kukar baik di berdomisili di Kukar maupun di luar. Nanti metodenya kita sesuaikan dengan wilayah yang terjangkau,\u201d papar Aji Ali Husni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERBAGI SUKSES<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara terpisah Kepala Bidang Kewirausahaan Pemuda dan Kepramukaan, Dery Wardhana mengungkapkan,\u00a0<em>E-Camp<\/em> merupakan salah satu terobosan Dispora Kukar melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM). Ternyata, <em>E-Camp<\/em>\u00a0merupakan wadah berkumpulnya para pengusaha muda yang sudah teruji\u00a0<em>survive<\/em>\u00a0menjalankan usahanya, sekaligus menjadi tempat berbagi masalah dan kesuksesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam <em>even<\/em> kali ini, ada sebanyak 20 pengusaha muda, berusia antara 18 hingga 30 tahun, ikut ambil bagian. \u201cNamanya\u00a0<em>enterpreneur<\/em>, pengusaha yang telah diuji, pengusaha yang sudah terbukti jatuh bangunnya, sudah memiliki usaha minimal satu tahun,\u201d ungkap Dery Wardana saat diwawancara para pewarta di Hotel Elty Lesong Batu, Jalan Panji, Tenggarong, di sela-sela waktunya mengisi kegiatan E-Camp di hari perdana.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27721 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp-1.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp-1.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp-1-300x142.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pengusaha muda tersebut, kata Dery, sapaannya, berasal dari Tenggarong sebanyak lima orang, Kecamatan Samboja empat orang, Muara Badak lima orang, Kota Bangun tiga orang, Loa Janan dua orang, serta dari Kecamatan Loa Kulu sebanyak seorang. Bidang usaha mereka berbagai macam, sebanyak 14 orang usahanya bidang kuliner, tiga orang kerajinan tangan, seorang punya usaha lundri, usaha galon seorang, dan usaha digital seorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKenapa\u00a0<em>sida<\/em>\u00a0(mereka,\u00a0<em>red<\/em>) masuk di dalam binaan klinik wirausaha muda mandiri, dari awal\u00a0<em>sida<\/em>\u00a0ini kami pantau aktivitas usahanya, sudah berjalan setahun tahun lebih, finalnya di klinik wirausaha muda ini,\u201d papar Dery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rangkaian pelatihan di\u00a0<em>E-Camp<\/em>, lanjut dia, adalah untuk penguatan usaha agar bisa naik kelas, mengeksplorasi keberhasilan antar sesama pengusaha muda. \u201cKami jadi\u00a0<em>indoor<\/em>\u00a0<em>outdoor<\/em>. Kenapa dikumpulkan, supaya ada\u00a0<em>chemistry<\/em>\u00a0antar para wirausahawan. Harapan kami, ke depannya bisa membentuk suatu komunitas yang kuat, karena\u00a0<em>sida<\/em>\u00a0dari berbagai kecamatan yang ada di Kukar,\u201d kata Dery mengharapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam melakukan pembinaan, lanjut Dery, pihaknya tentu memiliki keterbatasan dengan keahlian di masing-masing bidang usaha, namun pihaknya dapat mendorong agar para pengusaha muda ini mampu mengeksplorasi potensinya, bisa sama-sama saling mengevaluasi perkembangan usaha mereka dan saling membantu. Sehingga, Sehingga, yang semula hanya memproduksi air minum isi ulang, mungkin ke depan dapat mengolah kemasan sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk para pemateri, diisi dari tenaga ahli yang memiliki pengalaman bisnis dan mereka hanya memotivasi. Selain itu, para peserta\u00a0<em>E-Camp<\/em>\u00a0juga diberikan wejangan spiritual dalam berusaha. \u201cSupaya dapat mengendalikan sikap tidak baik, seperti iri terhadap usaha orang lain, senang melihat usaha orang susah. Tujuannya juga agar menimbulkan rasa solidaritas dengan pengusaha lainnya,\u201d ungkap Dery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di dua hari terakhir <em>E-Camp<\/em>, yakni tanggal 20 hingga 21 Oktober 2022, para peserta dibawa ke Balikpapan. Mereka\u00a0 dipertemukan dengan Pengurus Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Balikpapan. HIPMI merupakan wadah berkumpulnya para pengusaha muda, sehingga diharapkan dapat memberikan perspektif dan motivator bagi pengusaha muda pemula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKedua ada kunjungan-kunjungan di Kota Balikpapan, tujuannya supaya mereka dapat mengoptimalkan usahanya, mengembangkan pengelolaan sumber daya manusia dan produksi, yang awalnya mungkin biasa-biasa saja, mungkin bisa ditingkatkan,\u201d papar Dery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SEASON DUA<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan Dery, <em>E-Camp<\/em> yang sekarang digelar merupakan babak pertama atau mengawali pembinaan pengusaha muda di tahun 2022 ini. Ke depannya akan ada <em>season<\/em> kedua. Ke depannya <em>E-Camp<\/em>\u00a0akan diselenggarakan lebih luas lagi. Tanggung jawab pengelolanya, nanti akan diberikan kepada alumni\u00a0<em>E-Camp<\/em>\u00a0<em>season<\/em>\u00a0pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe depannya mungkin lebih luas lagi. Rencananya akan mengadakan\u00a0<em>Entrepreneur Camp season<\/em>\u00a0dua. Pengelolaannya, harapan kami, teman-teman ini\u00a0<em>lah<\/em>\u00a0(peserta e-Camp season pertama,\u00a0<em>red<\/em>) yang akan menjadi\u00a0<em>leader<\/em>-nya. Mereka sudah diberi pembekalan dan sebagainya,\u201d papar Dery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknisnya, karena 20 peserta\u00a0<em>E-Camp<\/em>\u00a0saat ini berasal dari berbagai kecamatan di Kukar, maka masing-masing dari mereka akan menjadi\u00a0<em>leader<\/em> di kecamatan masing-masing dan mencari pemuda yang memang bisa dan mau untuk berwirausaha.\u00a0\u201cMereka akan jadi\u00a0<em>leader<\/em>\u00a0di lapangan dan yang akan menyelenggarakan\u00a0<em>Entreprener Camp<\/em>\u00a0<em>season<\/em>\u00a0dua. Ini akan berkelanjutan,\u201d tuturnya..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para wirausahawan muda binaan Klinik WPM, lanjut Dery, nantinya juga akan dilibatkan dalam berbagai ajang pameran, seperti kegiatan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan jambore pemuda se-Kalimantan Timur yang akan dilaksanakan di Stadion Aji Imbut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27723 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp5.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp5.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp5-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPesan pimpinan kami, setiap apa pun kegiatan yang kami lakukan, paling tidak harus melibatkan teman-teman UMKM, supaya bisa berbagi. Karena (jambore pemuda,\u00a0<em>red<\/em>), yang datang dari setiap kabupaten kota. Informasinya, lumayan banyak, sampai 10 orang setiap kabupaten kota. Belum lagi tuan rumah. Mungkin ada sekitar 100 orang lebih,\u201d papar Dery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan <em>E-Camp<\/em>, kata dia, sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten. \u201cIlmunya diberikan secara gratis oleh pemerintah daerah. Pembinaannya bertahap,\u00a0<em>by step<\/em>\u00a0mulai dari nol, sampai tahap akhir,\u201d pungkas Dery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada <em>E-Camp<\/em>\u00a0<em>season<\/em>\u00a0pertama ini, diikuti 20 orang pengusaha muda sebagai peserta, mereka berasal dari enam kecamatan, yakni Tenggarong, Samboja, Muara Badak, Kota Bangun, Loa Janan, dan Loa Kulu. Meski kegiatan telah dimulai sejak Senin pagi, namun seremonial pembukaannya dilaksanakan Senin sore. Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni membuka secara langsung kegiatan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANGGA JADI PESERTA<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangga, begitulah perasaan yang saat ini membuncah di benak Viola Meilinda Putri Prihastiwi, pengusaha muda di bidang kuliner pempek yang berasal dari Muara Jawa. Kebanggaannya itu lantaran terpilih sebagai peserta E-Camp yang digelar Dispora Kukar melalui Klinik WPM.<\/p>\n<figure id=\"attachment_27724\" aria-describedby=\"caption-attachment-27724\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-27724\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/viola-ecamp.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"377\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27724\" class=\"wp-caption-text\">Viola Meilinda Putri Prihastiwi<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSangat merasa bangga bisa terpilih jadi salah satu peserta dalam <em>E-Camp<\/em> ini. Karena untuk sampai di posisi ini tidak mudah, karena kita harus bersaing dengan beberapa orang lainnya agar bisa bergabung dalam kegiatan ini,\u201d ujar Viola, sapaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kata dia, para pesertanya sangat luar biasa, berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, sambung Viola, pihak Klinik WPM dari Dispora Kukar yang menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat inovatif dan juga tentunya menambah semangat bagi wirausaha pemula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDan keren banget, karena kita di <em>E-Camp<\/em> ini sebagai peserta mendapatkan banyak banget materi. Setelah mendapatkan berbagai materi tentunya kami akan menerapkannya, sebagai penguatan wirausaha dan juga untuk berkonsentrasi dalam berbisnis. Karena semua materi sangat bermanfaat sekali apalagi untuk pemula,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>MATERI HARI PERTAMA<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat sesi pagi di hari pertama, materinya terkait motivasi dan mengubah <em>mindset<\/em>, selanjut siang hingga sore dilanjutkan dengan materi tentang desain bisnis yang diisi oleh Lukman Priyandono.\u00a0\u201cDesain yang saya sampaikan ini terkait dengan <em>desain roadmap<\/em> yang mana bagaimana sih membuat bisnis namun sudah ada petanya,\u201d kata Lukman, sapaannya, kepada awak media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desain ini bertujuan untuk mengetahui tujuan atau\u00a0<em>goals\u00a0<\/em>yang ingin dicapai agar tidak tersesat ketika melangkah. Lukman mengatakan, ada alat yang digunakan yaitu <em>Bisnis Road Map<\/em> (BRM).\u00a0Ditambahkan, semua usaha bisa menggunakan <em>tools<\/em> ini dengan menyesuaikan berapa omset yang diinginkan.\u00a0\u201cKemudian pasar yang ingin kita ungkit naikan yang mana, jadi bisa digunakan di semua jenis usaha,\u201d\u00a0terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun tujuan yang ingin dicapai, sambung Lukman, yakni agar sebagai warga Ibu Kota Negara (IKN) baru, jangan sampai ketika orang luar masuk kemudian masyarakat setempat hanya menjadi penonton karena kapasitas yang belum memadai. Penyelenggaraan <em>E-Camp<\/em> ini\u00a0 merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan pelatihan seperti ini, kita dapat tingkatkan kapasitas pengusaha-pengusaha muda kita yang harus realistis sesuai dengan bidang usahanya sampai mana dan kondisi real di lapangan teman-teman ini sudah sampai mana.\u00a0 Kita <em>step by step<\/em> akan meningkatkan itu kembali lagi, agar kita tidak menjadi penonton di tempat sendiri,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DIGITAL MARKETING<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memasuki hari kedua <em>E-Camp<\/em>, materi sesi pagi disampaikan oleh Arinda Mauliya, narasumber digital <em>marketing<\/em>. Terhadap even Dispora Kukar ini, Arinda sangat mengapresiasi.\u00a0\u201cKegiatan ini luar biasa banget, karena ini merupakan <em>E-Camp<\/em> pertama di Kukar, bahkan di Kalimantan Timur, karena setahu saya belum ada even Entrepreneur Camp yang ada di Kaltim, selain ini,\u201d ujarnya saat ditemui usai penyampaian materi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena <em>E-Camp<\/em> ini, lanjut dia, sebenarnya program adopsi dari provinsi lain yang sudah melakukan, salah satunya yaitu Yogyakarta. Adapun materi yang telah disampaikannya yakni digital <em>marketing<\/em> terkait dengan pengoptimalan media sosial, cara memanajemennya, teknik\u00a0<em>copyrighting<\/em>, dan membuat caption.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemahaman para peserta terkait dengan <em>digital marketing<\/em>, dinilainya sudah sangat baik sekali, dan juga sangat kritis sekali terkait materi media sosial. Dikatakan, tata kelola media sosial peserta sekarang sudah bagus sekali, contohnya seperti di Instagram yang sudah tertata dan tidak asal <em>upload<\/em> dalam pembuatannya, bahkan sedetail bio Instagram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, lanjut dia, mulai membuat <em>postingan-postingan<\/em> yang lebih menarik, rapi dalam pembuatan konten. Bahkan dengan bantuan peralatan konten seperti <em>lighting<\/em> dan juga <em>caption<\/em> yang digunakan juga sudah menggunakan <em>hashtag<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya mengetahui perkembangan mereka seberapa besar karena saya bersama mereka ini mulai dari tahun 2021, sehingga menurut saya pemahaman mereka terkait dengan digital <em>marketing<\/em> ini sudah berkembang cukup besar,\u201d nilainya, lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap, <em>output<\/em> dari <em>E-Camp<\/em> ini tidak hanya seperti pelatihan biasa, namun harus signifikan. \u201cPelatihan ini nantinya bukan hanya membantu, tapi juga dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Karena pelatihan ini benar-benar intensif bahkan sampai menginap dan mereka berasal dari berbagai daerah, sehingga saya berharap <em>output<\/em> yang dikeluarkan nanti dapat betul-betul membantu mereka ke depannya,\u201d\u00a0harap Arinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak lupa, ia juga memberikan beberapa kata-kata penyemangat buat para pemuda yang ingin dan baru memulai menjadi wirausaha.\u00a0\u201cTetap semangat dan jangan pernah menyerah, kalau jatuh bangkit lagi. Kalau lelah jangan berhenti, namun belajarlah untuk beristirahat. Jangan pernah keluar dari pertandingan yang ada di hidup ini,\u201d\u00a0pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, sambung dia, manfaatkanlah pelbagai macam sumber daya yang ada seperti Klinik WPM ini. \u201cIntinya jangan pernah untuk berhenti melangkah dalam dunia wirausaha ini, tetap semangat dan teruslah berusaha,\u201d ujarnya memotivasi.<\/p>\n<p><strong>TATA KELOLA USAHA<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siang hari di hari kedua, materi dilanjutkan oleh Muhammad Selamet. Materinya tentang tata kelola usaha yang meliputi sumber daya manusia, keuangan baik akuntansi maupun laporan rugi laba, dan neraca yang merupakan laporan keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerbicara tentang wirausaha, di sini kita membahas tentang apa saja <em>sih<\/em> asetmu, terus akan dibuat apa, biayanya akan seperti apa, itu semua nantinya akan dilakukan pembukuan di dalam akuntansi untuk mengetahui sejauh mana serapan keuangannya,\u201d ungkap Selamet, sapaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga akan mengajarkan terkait dengan laporan-laporan keuangan, karena umumnya pelaku UMKM kesulitan untuk membuat laporan keuangan. \u201cSehingga akan kita ajari supaya lebih bisa menganalisis keuangannya, analisa usaha, bagaimana maju atau tidaknya itu nanti bisa terlihat,\u201d\u00a0 ulasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena kewirausahaan itu sendiri, sambung dia, dengan biaya kreatif, energik, punya rencana yang matang kapan nantinya harus berhasil.\u00a0Selamet juga ingin mengajarkan bahwa seluruh biaya yang masuk dan keluar itu harus dicatat dan dihitung agar nantinya bisa dievaluasi.\u00a0\u201cKarena yang namanya usaha itu memiliki beberapa langkah. Pertama itu informasi pasar,\u201d\u00a0ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, lanjut Selamet, rancangan produk atau jasanya, rancangan produksi dan jasanya, tenaga kerja, peralatan, sarana dan prasarana, menentukan biaya, pelaksanaan dan yang terakhir adalah evaluasi ataupun pengembangan.\u00a0\u201cSemua itu perlu adanya catatan terkait dengan tata kelola keuangan,\u201d\u00a0tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bagian lain dikatakan, seorang wirausaha itu harus memiliki wawasan yang luas walaupun usianya masih muda, dan harus selalu memiliki inovasi terbaru.\u00a0Selain itu, harus memiliki antusias yang tinggi, menjadi orang yang supel dan harus ulet.\u00a0\u201cBukan hanya membicarakan usaha yang ulet, di sini dalam artian harus teliti mana yang menyimpang dan mana yang tidak, serta harus agresif bagi seorang pemuda untuk memajukan usahanya,\u201d\u00a0beber Selamet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak lupa, ia juga memberikan beberapa motivasi kepada para pemuda yang baru memulai usaha. \u201cJadilah pemuda yang bersemangat, dan bertindaklah selalu semangat dalam rangka memajukan usaha. Di samping itu, kita menyambut Ibu Kota Negara jangan sebagai penonton tapi kita adalah pelaku-pelaku usaha pada tempat kita sendiri,\u201d katanya mewanti-wanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SUCCESS STORY<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di hari terakhir <em>E-Camp<\/em>, di Balikpapan. Mereka dipertemukan dengan Iwan Wahyudi, seorang pengusaha sukses, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, sekaligus menjabat sebagai Ketua BPC HIPMI Kota Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Hotel Maxone, Jalan MT Haryono, Iwan Wahyudi memberikan banyak kiat sukses. Kata dia, sebagai seorang pengusaha, tidak ada kata lain harus berani mengambil langkah, harus mengambil risiko. Seorang pengusaha adalah <em>leader<\/em> harus bertemu dengan hal-hal yang sulit, pelik, serta harus mengambil keputusan dan risiko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kemudian salah dalam mengambil keputusan, tambah Iwan, sapaan akrab Iwan Wahyudi, tidak ada masalah. Jadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran, lalu dilakukan evaluasi dan kemudian menyusun rencana berikutnya agar dapat berdiri lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita belajar dari kesalahan kita, kita evaluasi kenapa salah, kemudian kita menyusun rencana berikutnya. Kemudian bisa kembali memantulkan semangat kita, ada daya pantulnya untuk kemudian kita bisa berdiri lagi. Karena dalam usaha itu, pasti akan mengalami kegagalan, mengalami kesalahan,\u201d ungkap Iwan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_27726\" aria-describedby=\"caption-attachment-27726\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27726\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp4.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"434\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp4.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/e-camp4-300x186.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27726\" class=\"wp-caption-text\">Iwan Wahyudi (dua dari kiri) saat memberikan arahan terkait dengan kiat sukses bagi pemuda peserta entrepeneur camp di Hotel Maxone, Balikpapan.\u00a0<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegagalan dalam usaha itu biasa, ujar Iwan, Tapi, pada saat usahanya berhasil, jangan juga jadi <em>over confidence<\/em> atau percaya diri secara berlebihan, karena kalau berhasil terus itu bisa berbahaya. Kepercayaan diri berlebihan itu nantinya jadi arogansi. Karena, arogansi dan kepercayaan diri berlebihan itu bedanya tipis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi dalam dunia usaha itu sudah biasa, kesalahan dan keberhasilan itu satu paket dan satu bangunan bata yang harus kalian lewati. Karena adanya keberhasilan yang <em>sustainable<\/em>, yang berkelanjutan dan jangka panjang, itu terdiri keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan yang nanti kalian lewati. Setiap keberhasilan-keberhasilan yang kalian dapat, tentunya harus disyukuri,\u201d jelas pengusaha properti\u00a0 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, kata Iwan, yang tidak kalah penting adalah harus asah <em>skill<\/em>. Begitu juga, jadi pengusaha itu tidak boleh cepat puas. Kalau sudah merasa paling pintar saja, sulit akan berkembang. Seperti sudah ikut WPM yang digelar Dispora Kukar saat sudah merasa hebat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Nggak<\/em> <em>gitu<\/em> juga <em>ya<\/em>. Kalian harus terus belajar, harus terus meningkatkan kemampuan, harus terus menempa diri kalian. Kami, kalau di properti <em>ya<\/em> harus memperbanyak hasanah tentang desain, bagaimana mencari produk-produk yang bisa lebih efektif dan efisien,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBagaimana kami menguatkan akuntansi kita. Kami harus investasi juga ke tim kami, bagaimana mereka bisa bekerja lebih efektif. Jadi jangan pernah cepat puas, asah terus <em>soft skill<\/em> dan kemampuan kalian, otak kalian, jangan pernah merasa puas karena hari ini, eranya itu, perubahannya sangat luar biasa,\u201d tandas Iwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi kalau dibilang tadi ada aktivitas, lanjut Wakil Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini, tantangan pekerjaan itu harus ada tim perubahan yang luar biasa. Istilah VUCA yakni <em>Volatility<\/em>, <em>Uncertainty<\/em>, <em>Complexity<\/em>, <em>Ambiguity<\/em>. VUCA ini, kata Iwan, di <em>drive<\/em> oleh dua itu yakni akselerasi dan teknologi serta globalisasi. Jadi tidak ada lagi batasan antara satu negara dengan negara yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harus juga meningkatkan <em>soft skill<\/em> kita dalam menghadapi situasi Ibu Kota Negara. Karena situasinya cepat berubah-ubah, seperti kemarin, tiba-tiba kita menghadapi pandemi. Hari ini, Alhamdulillah kita sudah mulai melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini. Dulu 2 tahun kita setengah mati untuk bisa <em>survive<\/em>,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni <em>pun<\/em> juga situasi VUCA, membuat sebuah perusahaan itu menjadi ekosistem usaha berubah. Perusahaan-perusahaan yang <em>survive<\/em> itu mampu <em>adaptive<\/em>, mampu menghadapi perubahan, mereka menghadirkan sebuah produk yang bisa kita tiru,\u201d kata Iwan. []\n<p>Reporter: Tusiman | Editor: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; DINAS Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) kembali menggelar Entrepreneur Camp (E-Camp) atau kemah pengusaha di Hotel Elty Lesong Batu, Tenggarong, selama lima hari pada 17 hingga 21 Oktober 2022. Sementara yang menjadi peserta dalam E-camp adalah para pengusaha muda terbaik di Kukar yang lolos seleksi. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24440,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,11,26,33],"tags":[6572],"class_list":["post-27717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kukar","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-entrepeneur-camp"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27717"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27727,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27717\/revisions\/27727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}