{"id":28724,"date":"2023-01-11T10:35:13","date_gmt":"2023-01-11T02:35:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=28724"},"modified":"2023-02-08T11:50:36","modified_gmt":"2023-02-08T03:50:36","slug":"sungai-mahakam-harus-jadi-sumber-pad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sungai-mahakam-harus-jadi-sumber-pad\/","title":{"rendered":"Sungai Mahakam Harus Jadi Sumber PAD"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28725 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sungai-mahakam.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"349\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sungai-mahakam.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sungai-mahakam-300x150.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sungai-mahakam-660x330.jpg 660w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA KALTIM<\/strong> &#8211; Potensi kekayaan alam di Bumi Etam jika dimanfaatkan secara optimal tentu akan berdampak positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu potensi itu ada pada Sungai Mahakam, yang membentang dari muara sungai di Kecamatan Anggara, Kabupaten Kutai Kartanegara menuju hulu dan bercabang hingga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sepanjang 920 kilometer.<\/p>\n<figure id=\"attachment_28726\" aria-describedby=\"caption-attachment-28726\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28726\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Nidya-listiyono-sungai.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Nidya-listiyono-sungai.jpg 250w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Nidya-listiyono-sungai-223x300.jpg 223w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-28726\" class=\"wp-caption-text\">Nidya Listiyono<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Nidya Listiyono mengungkapkan soal potensi tersebut dan perlu dikembangkan pengelolaannya oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kaltim. Salah satu pengelolaannya untuk peningkatan ekonomi daerah adalah dengan memanfaatkan jasa pendukung transportasi perairan Sungai Mahakam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus ada kolaborasi antara pihak swasta dengan pemerintah dalam pengelolaan aliran sungai tersebut, jangan semuanya dikuasai pihak swasta, sebab Sungai Mahakam adalah milik Kaltim, termasuk jembatannya,\u201d kata wakil rakyat dari Partai Golongan Karya (Golkar) daerah pemilihan Kota Samarinda itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan kunjungan kerjanya ke DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), ia pun mengusulkan ke pimpinan DPRD dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) untuk membentuk peraturan daerah (perda) inisiatif dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan Sungai Mahakam. \u201cKami mendorong untuk diajukan perda inisiatif terkait pengelolaan Sungai Mahakam, agar ke depannya perusahaan daerah ikut terlibat dan memiliki <em>positioning<\/em> yang lebih kuat,\u201d kata anggota dewan yang akrab disapa Tiyo ini, beberapa waktu lalu (05\/01\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengemukakan,\u00a0 dengan perda tersebut maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat bertanggung jawab langsung\u00a0\u00a0serta punya andil dalam pengelolaannya dan bisa mendapatkan PAD yang riil. \u201cKami belajar ke DPRD Kalsel bagaimana memanfaatkan potensinya (daerah aliran sungai, <em>red<\/em>), sistem pengelolaan retribusinya dalam menambah PAD, Kalsel sudah menerapkan,\u201d kata wakil rakyat penyandang gelar magister ekonomi kelahiran Madiun, 29 September 1980.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian terkait pemeliharaan aset misalnya, aset yang dibangun di Kaltim walaupun dikelola langsung oleh pusat, namun secara bisnis kegiatan tersebut bisa dibuat kerja sama dengan pemprov, yang seharusnya ikut terlibat langsung.\u00a0 \u201cMisalnya sejumlah jembatan yang terbentang di atas Sungai Mahakam,\u201d lanjut dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nidya menegaskan, Perusda PT Melati Bhakti Satya (MBS) dengan\u00a0\u00a0PT Pelayaran Indo bisa ikut andil dalam pengelolaan potensi Sungai Mahakam dalam pengaturan pandu di Jembatan Kembar Mahakam dan Jembatan Mahulu. \u201cMenyongsong IKN, sudah banyak orang membangun pelabuhan seperti terminal khusus di Sungai Mahakam, pemerintah provinsi bisa membangun pelabuhan\u00a0\u00a0sehingga tidak menjadi penonton,\u201d terang anggota dewan yang akrab disapa Tiyo ini. []\n<p>Penulis: Fajar Hidayat | Penyunting: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA KALTIM &#8211; Potensi kekayaan alam di Bumi Etam jika dimanfaatkan secara optimal tentu akan berdampak positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu potensi itu ada pada Sungai Mahakam, yang membentang dari muara sungai di Kecamatan Anggara, Kabupaten Kutai Kartanegara menuju hulu dan bercabang hingga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sepanjang 920 kilometer. Ketua &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14,26,37],"tags":[],"class_list":["post-28724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28727,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28724\/revisions\/28727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}