{"id":28778,"date":"2023-01-20T23:49:45","date_gmt":"2023-01-20T15:49:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=28778"},"modified":"2023-02-09T02:16:28","modified_gmt":"2023-02-08T18:16:28","slug":"menuntut-transparansi-variable-cost-kenaikan-onh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menuntut-transparansi-variable-cost-kenaikan-onh\/","title":{"rendered":"Menuntut Transparansi Variable Cost Kenaikan ONH"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28779 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ibadah-haji-01.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ibadah-haji-01.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ibadah-haji-01-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA KALTIM<\/strong> &#8211; Usulan menaikkan Ongkos Naik Haji (ONH) yang disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (19\/01\/2023) kemarin, mengundang reaksi dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).<\/p>\n<figure id=\"attachment_28726\" aria-describedby=\"caption-attachment-28726\" style=\"width: 223px\" class=\"wp-caption alignright\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-28726 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Nidya-listiyono-sungai-223x300.jpg\" alt=\"\" width=\"223\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Nidya-listiyono-sungai-223x300.jpg 223w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Nidya-listiyono-sungai.jpg 250w\" sizes=\"(max-width: 223px) 100vw, 223px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-28726\" class=\"wp-caption-text\">Nidya Listiyono<\/figcaption><\/figure>\n<p>Adalah Nidya Listiyono, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar). Terhadap usulan tersebut, ia justru meminta agar Kemenag RI terlebih dahulu membuka secara transparan <em>variabel cost<\/em> atau faktor perubahan harga yang menyebabkan ONH harus dinaikkan.<\/p>\n<p>Menurutnya, kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang jadi dasar kenaikan ONH, tidak sesuai dengan informasi dari Pemerintah Arab Saudi yang menurunkan sejumlah biaya, terutama biaya akomodasi di sekitar tempat ibadah Haji.\u00a0 \u201cKalau saya lihat berita dari Saudi, bahwa sebenarnya biaya diturunkan kalau dari sana,\u201d katanya, Jumat (20\/01\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat hal itu, ia mengatakan seharusnya pemerintah pusat melakukan penyesuaian harga terhadap turunnya biaya haji itu. \u201cSementara dari pemerintah ada wacana untuk menaikkan. Seharusnya, pemerintah itu yang pertama dilakukan adalah menyinkronkan terkait biaya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati demikian, jika memang harus menaikkan biaya haji, wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Samarinda ini berharap adanya transparansi yang jelas terkait detail kenaikan biaya haji itu. \u201cKalau kemudian ada kenaikan, pemerintah harus terbuka terkait variabel cost-nya apa saja. Entah itu harga pesawat, penginapan atau <em>v-cost<\/em> lainnya, harus ditransparansikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melaksanakan ibadah haji, merupakan impian bagi setiap umat muslim. Maka, pemerintah sebagai lembaga yang juga mengurusi ibadah haji masyarakat, rasanya perlu memberikan kemudahan yang tepat bagi masyarakat.\u00a0\u201cMasalah naik atau diturunkan, itu harus disesuaikan. Kalau bisa diturunkan ya harus diturunkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usulan kenaikan ONH tahun 2023 ini adalah hampir 100% lebih tinggi dari tahun 2022. Tahun lalu ONH ditetapkan Rp39,8 juta, tahun ini diusulkan menjadi Rp69 juta. \u201cKalau bicara menolak kenaikan, ya kita tolak <em>dong<\/em>, harus diturunkan. Kalau ada biaya yang bisa dikurangi, kenapa tidak,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Rapat Kerja Kemanag RI dengan Komisi VIII DPR RI, Menag RI mengusulkan kenaikan BPIH tahun 2023 sebesar Rp98,8 juta per jamaah, sebesar 70% dibebankan kepada jemaah atau senilai Rp69 juta. Sedangkan 30% dibebankan melalui dana nilai manfaat Rp29,7 juta. Pihak Kemenag menilai usulan kenaikan BPIH mempertimbangkan keberlangsungan dana nilai manfaat di masa depan dan mengedepankan prinsip keadilan. []\n<p>Penulis: Fajar Hidayat | Penyunting: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA KALTIM &#8211; Usulan menaikkan Ongkos Naik Haji (ONH) yang disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (19\/01\/2023) kemarin, mengundang reaksi dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Adalah Nidya Listiyono, anggota DPRD Kaltim &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28779,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14,26,37],"tags":[],"class_list":["post-28778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28780,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28778\/revisions\/28780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}