{"id":2946,"date":"2014-06-15T01:56:47","date_gmt":"2014-06-14T17:56:47","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2946"},"modified":"2022-10-17T13:43:13","modified_gmt":"2022-10-17T05:43:13","slug":"banjir-bandang-hantam-jembatan-dan-rendam-50-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-bandang-hantam-jembatan-dan-rendam-50-rumah\/","title":{"rendered":"Banjir Bandang Hantam Jembatan dan Rendam 50 Rumah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Banjir bandang merendam Dusun Sepatah, Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak akibat air bah dari dataran tinggi di wilayah itu.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Banjir bandang juga merusak dua jembatan yang menghubungkan beberapa desa dengan wilayah pertanian dan perkebunan warga,&#8221; kata Kepala Dusun Sepatah, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Ya&#8217; Sahar Bulan, Jumat (13\/6\/2014).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Banjir yang terjadi pada Senin dan Selasa kemarin merendam sedikitnya 50 rumah warga dan fasilitas dusun. Bencana itu sempat melumpuhkan jalur transportasi dusun karena dikepung banjir bandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Jembatan gantung juga rusak. Tapi yang paling parah jembatan di Hilir Kampung, jembatan ini hasil swadaya masyarakat. Kami mohon perhatian pemerintah untuk membantu perbaikannya,&#8221; kata Ya&#8217; Sahar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia menceritakan, banjir pada Senin (9\/6\/2014) itu terjadi di mulai pada Minggu malam, yakni saat hujan lebat sepanjang malam hingga subuh. &#8220;Air hujan tergenang, semakin lama semakin tinggi, kira-kira tinggnya dua meterlah dari permukaan tanah, ada sekitar lebih dari 50 rumah yang terendam, bahkan adanya juga mengungsi,&#8221; katanya. [] RedFj\/PP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir bandang merendam Dusun Sepatah, Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak akibat air bah dari dataran tinggi di wilayah itu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2947,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,2281],"tags":[],"class_list":["post-2946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-landak-ngabang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2946"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23602,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2946\/revisions\/23602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}