{"id":2976,"date":"2014-06-15T04:02:20","date_gmt":"2014-06-14T20:02:20","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=2976"},"modified":"2022-10-16T08:08:29","modified_gmt":"2022-10-16T00:08:29","slug":"pembangunan-belum-jalan-malah-tekor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pembangunan-belum-jalan-malah-tekor\/","title":{"rendered":"Pembangunan Belum Jalan, Malah &#8220;Tekor&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Pemkot Samarinda sepertinya harus berani mengakui, bahwa perencanaan pembangunan yang mereka lakukan kurang matang. Akibatnya, banyak poin yang terkesan mubazir. Salah satunya adalah perencanaan pembangunan taman kota di Jalan Bhayangkara, Samarinda Kota. <!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perencanaan teknis pembangunan atau Detailed Engineering Design (DED) taman kota di lahan eks gedung SMPN 1 dan SMAN 1 itu sebenarnya telah disusun Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) tahun lalu, lengkap dengan anggaran yang tidak sedikit. Sesuai DED dimaksud, seharusnya pembangunan taman itu menelan biaya sekitar Rp 43 miliar. Pembangunan lantas diserahkan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot). Namun karena pagu anggaran yang tersedia pada APBD 2014 hanya Rp 15 miliar lebih, sehingga diminta untuk menyelesaikannya dengan anggaran yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n\u201cNah, karena dalam DED itu memerlukan anggaran besar, sementara dana yang tersedia hanya Rp 15 miliar lebih, sehingga tidak kunjung kita bangun sampai sekarang. Jadi harus direvisi,\u201d ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Discipkatakot, Syaifullah saat dikonfirmasi Sapos, kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nDengan melakukan revisi tersebut, secara otomatis DED lawas yang telah disusun itu tidak bisa digunakan. Karena pembangunannya akan berpedoman pada DED baru yang tengah disusun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n\u201cYa, kita pakai DED yang baru lah. Kan di DED baru itu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,\u201d tegasnya.<br \/>\nNamun Syaifullah tidak menampik, jika untuk revisi DED baru tersebut, pihaknya harus kembali mengeluarkan tambahan biaya. Yakni sebesar Rp 200 juta untuk revisi DED oleh konsultan perencana. Penunjukan konsultan perencana itu juga sudah melalui proses tender.<br \/>\n\u201cAnggaran Rp 200 juta itu diambil dari dana yang tersedia sebanyak Rp 15 miliar lebih itu. Jadi satu paket dengan pembangunan fisik nanti,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nUntuk pembangunan fisik diakui Syaifullah akan dilelang secara terpisah. Rencana awal Juli mendatang sudah bisa dilelang. Diyakini pada akhir tahun ini, taman yang menjadi impian Syaharie Jaang itu bisa terwujud. Apalagi, sudah banyak objek yang dikurangi sehingga tak memerlukan waktu lama untuk pembangunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n\u201cInsya Allah, secepatnya kita tender dan langsung dilanjutkan dengan pembangunan fisik,\u201d pungkas Syaifullah. [] RedFj\/SP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Samarinda sepertinya harus berani mengakui, bahwa perencanaan pembangunan yang mereka lakukan kurang matang. Akibatnya, banyak poin yang terkesan mubazir. Salah satunya adalah perencanaan pembangunan taman kota di Jalan Bhayangkara, Samarinda Kota.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[],"class_list":["post-2976","post","type-post","status-publish","format-standard","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2976"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22157,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2976\/revisions\/22157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}