{"id":3073,"date":"2014-06-16T19:46:40","date_gmt":"2014-06-16T11:46:40","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3073"},"modified":"2022-10-17T18:01:51","modified_gmt":"2022-10-17T10:01:51","slug":"orangtua-di-sintang-cemas-temukan-mamin-kedaluarsa-di-minimarket","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/orangtua-di-sintang-cemas-temukan-mamin-kedaluarsa-di-minimarket\/","title":{"rendered":"Orangtua di Sintang Cemas, Temukan Mamin Kedaluarsa di Minimarket"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Sejumlah minuman kemasan jajanan anak-anak ditemukan sudah \u00a0kadaluarsa. Temuan ini membuat sejumlah ibu rumah tangga cemas. Pasalnya beberapa di antaranya masih diperjual belikan di beberapa pasar swalayan. <!--more--><\/p>\n<p>Temuan ini dialami seorang warga, Endang Kusmiyati, saat berbelanja untuk anaknya sudah kedaluarsa, Sabtu (14\/6\/2014). Temuan itu sontak terkejut melihat didalam label kemasan tersebut terlihat tanggal pemakaian yang telah melewati batas waktu.<\/p>\n<p>&#8220;Ada satu swalayan di Jl Taruna saya beli susu kotak,\u00a0 satu kotak sudah\u00a0 lewat sebulan, kedaluwarsanya tertulis\u00a0 22 Mei, yang\u00a0 satu lagi\u00a0 tanggal 10 juni,\u00a0 2014 semua,&#8221; ujar Endang kepada <em>Tribunpontianak.co.id,<\/em> \u00a0Minggu (15\/6\/2014).<\/p>\n<p>Meskipun jajanan tersebut, hanya melewati batas beberapa hari bahkan ada yang telah melebihi satu bulan, tetap membuatnya khawatir apabila di konsumsi oleh anak-anak.<\/p>\n<p>&#8220;Ya,khawatir, kesehatan anak jadi terganggu, takutnya ada virus atau bakteri berbahaya lain,bukan hanya yang buat diare atau muntah-muntah aja, sekarang kan perkembangan penyakit juga luar biasa,&#8221; ujarnya. [] RedFj\/TP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejumlah minuman kemasan jajanan anak-anak ditemukan sudah \u00a0kadaluarsa. Temuan ini membuat sejumlah ibu rumah tangga cemas. Pasalnya beberapa di antaranya masih diperjual belikan di beberapa pasar swalayan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3074,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,40],"tags":[],"class_list":["post-3073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sintang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3073"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23692,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073\/revisions\/23692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}