{"id":3136,"date":"2014-06-16T22:32:22","date_gmt":"2014-06-16T14:32:22","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3136"},"modified":"2022-10-18T00:44:20","modified_gmt":"2022-10-17T16:44:20","slug":"kemacetan-di-dam-haru-segera-di-atasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kemacetan-di-dam-haru-segera-di-atasi\/","title":{"rendered":"Kemacetan di DAM Haru Segera di Atasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kemacetan di Jalan MT Haryono khususnya di wilayah Dam hingga saat ini semakin parah teruatam di saat jam sibuk, yakni pagi dan sore. Antrean kendaraan yang mampu mengular hingga ke persimpangan Gang Beler dan di arus sebaliknya hingga ke Jalan Jenderal Sudirman menjadi keluhan warga.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Susanti, warga kelurahan Damai mengungkapkan, kemacetan yang kerap terjadi di jalan tersebut dinilai sudah tak wajar. Mengingat dapat terjadi hingga berjam-jam lamanya. \u201cTerkadang, dari lampu merah BP (Balikpapan Permai , red) mau mengarah ke gang Al Makmur di jembatan Dam itu bisa hampir setengah jam. Padahal dekat aja,\u201d keluhnya kepada Balikpapan Pos, kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemacetan ini juga tak bisa dihindari pada saat<em>weekend, <\/em>terutama pada hari Sabtu dan Minggu siang. \u201cPada hari Sabtu bisa lebih parah lagi. Kalau kita jalan dari arah ringroad mau menuju\u00a0 jembatan Dam, itu macetnya kadang sudah sampai depan Maxi. Parah betul kan itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Endro salah seorang warga Markoni Atas mengatakan, kemacetan di wilayah Dam tersebut disebabkan karena sempitnya Jalan MT Haryono di Dam. Akibatnya, \u00a0hampir selalu macet, dan akan terurai dengan sendirinya begitu menyeberang Jembatan Dam di mana jalan melebar .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBagaimana tidak macet, wong jalannya sempit. Belum lagi kalau ada yang parkir liar di seberang SPBU dan kendaraan yang mengular saat antre solar di SPBU. Kanan kiri sudah makan badan jalan, jadi wajar kalau macet parah,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, tambah Endro, di sepanjang jalan MT Haryono di Dam tersebut juga banyak terdapat gang yang mana kerap terjadi keluar masuknya kendaraan. \u201cContohnya, gang kea rah pupuk (Uniba). Itu banyak juga kendaraan yang keluar masuk di gang tersebut,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karenanya, pihaknya selalu warga dan pengguna jalan meminta kepada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) atau instansi terkait lainnya untuk segera mengatasi kemacetan di jalan tersebut. \u201cMakin lama dibiarkan, maka volume kendaraan akan semakin bertambah, dan kemacetan akan semakin parah. Ini kan jadi merugikan warga dan pengguna jalan juga,\u201d pungkasnya. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemacetan di Jalan MT Haryono khususnya di wilayah Dam hingga saat ini semakin parah teruatam di saat jam sibuk, yakni pagi dan sore. Antrean kendaraan yang mampu mengular hingga ke persimpangan Gang Beler dan di arus sebaliknya hingga ke Jalan Jenderal Sudirman menjadi keluhan warga.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3138,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,6,26],"tags":[],"class_list":["post-3136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-berita-lain","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3136"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23740,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3136\/revisions\/23740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}