{"id":32013,"date":"2023-04-11T21:59:36","date_gmt":"2023-04-11T13:59:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=32013"},"modified":"2023-05-31T01:10:32","modified_gmt":"2023-05-30T17:10:32","slug":"tak-setuju-dob-wacanakan-jadi-pusat-pemerintahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tak-setuju-dob-wacanakan-jadi-pusat-pemerintahan\/","title":{"rendered":"Tak Setuju DOB, Wacanakan Jadi Pusat Pemerintahan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-32014 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/samarinda-seberang.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/samarinda-seberang.jpg 700w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/samarinda-seberang-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; Wacana adanya pemekaran Kota Samarinda di wilayah Selatan, tepatnya untuk kawasan Seberang Kota Samarinda agar dibentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak mendapatkan dukungan dari salah seorang wakil rakyat &#8216;Gedung Basuki Rahmat&#8217;. Sikap itu disampaikan Anhar, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.<\/p>\n<figure id=\"attachment_28887\" aria-describedby=\"caption-attachment-28887\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignright\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28887\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/anhar-0123.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"355\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/anhar-0123.jpg 250w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/anhar-0123-211x300.jpg 211w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-28887\" class=\"wp-caption-text\">Anhar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia justru mendorong Samarinda Seberang menjadi pusat pemerintahan, bukan menjadi DOB sebagaimana gencar diwacanakan selama ini. Ia belum satu suara mendukung wacana pembentukan DOB\u00a0 Samarinda Seberang. Dengan tegas, ia tak mendukung soal rencana adanya DOB Samarinda Seberang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Komisi III DPRD Samarinda ini justru ingin mendorong pusat pemerintahan dipindahkan ke Samarinda Seberang. Menurutnya yang tepat adalah memindahkan aktivitas pemerintahan seperti perkantoran ke Samarinda Seberang, dan bukan untuk menjadikan Samarinda Seberang menjadi daerah otonomi baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anhar lebih mendukung wacana Pemkot untuk menjadikan Samarinda Seberang menjadi Kota Satelit. \u201cDulu di Surabaya itu daerah Darmo yang dijadikan kota satelit atau kota baru di Surabaya untuk memecah aktivitas niaga di Surabaya. Sama juga dengan Samarinda,\u201d ujarnya, Selasa (11\/04\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Anhar berpendapat bahwa beberapa pihak yang mendukung pemekaran tersebut hanya memiliki ambisi politik, namun memikirkan dampak 20 hingga 30 tahun ke depan. &#8220;Jangan dilihat dari aspek politik saja, sebab itu tidak mudah. Jangan sampai nanti ketika dimekarkan, tidak memiliki sumber daya penghasilan yang cukup, akhirnya disusui terus dan menjadi beban oleh Pemerintah Pusat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Penulis: Fajar Hidayat | Penyunting: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; Wacana adanya pemekaran Kota Samarinda di wilayah Selatan, tepatnya untuk kawasan Seberang Kota Samarinda agar dibentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak mendapatkan dukungan dari salah seorang wakil rakyat &#8216;Gedung Basuki Rahmat&#8217;. Sikap itu disampaikan Anhar, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Ia justru mendorong Samarinda Seberang menjadi pusat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":32014,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585,26,37],"tags":[],"class_list":["post-32013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32013"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32015,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32013\/revisions\/32015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}