{"id":3226,"date":"2014-06-18T01:07:31","date_gmt":"2014-06-17T17:07:31","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3226"},"modified":"2022-10-18T01:29:47","modified_gmt":"2022-10-17T17:29:47","slug":"sehari-pasok-2-ribu-kelapa-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sehari-pasok-2-ribu-kelapa-muda\/","title":{"rendered":"Sehari Pasok 2 Ribu Kelapa Muda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Akhir-akhir ini para kelompok tani berlomba meningkatkan hasil panen buah kelapanya masing-masing. Mengapa tidak, memasuki bulan Ramadan kebutuhan kelapa muda dipastikan meningkat tajam. Kelapa muda mejadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu petani di Lamaru, Balikpapan Timur, Ardan mengatakan bahwa memasuki bulan Ramadan stok kelapanya bisa bertambah 2.000 buah kelapa per hari. \u201cKalau di luar hari bulan Ramadan untuk stok kelapa saya mencapai 500 biji kelapa,\u201d kata Ardan kepada <em>wartawan<\/em> di sela-sela panen kelapa, Senin (16\/6) kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ardan mempunyai lain lahan 3 hektare yang dijadikannya kebun kelapa. Ardan tidak hanya sebagai pengepul kelapa saja, setiap panen ia juga terjun langsung. \u201cSaya banyak melibatkan peran warga yang juga kerjanya sebagai petani untuk membantu memetik hasil kelapa dari pohonnya langsung,\u201d terang Ardan yang juga Ketua RT 5 Lamaru ini<em>.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia menuturkan, tidak semua petani kelapa seberuntung nasibnya. Kebanyakan petani kelapa khususnya di wilayah Timur hanya menggarap hasil pohonkelapa milik lahan orang lain. Berapa harga kelapa dijual biasanya? \u201cUntuk satu biji kelapa biasanya kami jual Rp4 ribu sedangkan untuk satu buah kelapa untung yang saya dapatkan hanya Rp1.000 saja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apakah selama ini lahan pertanian kelapanya mencukupi kebutuhan kelapa untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Balikpapan. \u201cSaya tidak hanya mengandalkan hasil kelapa dari lahan saya ini saja, akan tetapi juga memesannya dari luar Balikpapan seperti Handil, Selok Api (Kukar) juga Penajam,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam sehari, Ardan bisa menghasilkan 1.000 sampai dengan 2.000 buah kelapa untuk dilepas kepada para pengecer buah kelapa. Dia juga kerap memasok untuk kebutuhan beberapa rumah makan di Kota Beriman. Bagaimana dengan pendapatan dari hasil mengepul kelapa? Ditanya begitu, ia mengaku hasilnya sangat dirasakan. \u201cYah paling tidak saya bisa sampai membeli 3 hektare kebun kelapa ini,\u201d imbuh Ardan, yang menekuni usaha buah kelapa dari orangtuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam pendistribusian kelapa muda, Ardan juga memiliki dua unit mobil jenis pikap Dhaihatsu Grand Max. Satu pikapnya, bisa memuat seribu kelapa, dalam satu kali panen. Lahan pertanian kelapa,dia harus melintasi areal pertanian sayur mayur juga perkebunan buah pepaya dengan melintas medan jalan setapak, kecil dan sempit \u00a0hanya cukup dilintasi satu kendaraan roda empat saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bahkan mobil pikapnya yang sedang memuat 500 biji kelapa yang baru saja dipanennya, siang kemarin sempat terjerembab ke dalam saluran drainase di sekitar areal lahan pertanian warga saat menghindari kendaraan roda dua milik petani yang melintas berlawanan arah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tak ayal para pemetik kelapa di lahan Ardan terpaksa kembali membongkar muatan kelapa satu persatu untuk mengosongkan bagian bak belakangnya. \u201cIni kalau tidak dikosongkan baknya, susah untuk kami mengangkat mobil pikap yang amblas dalam saluran drainase,\u201d tegas Ardan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebetulan tepat di belakang mobil pikap Ardan ada kendaraan dinas Lurah Lamaru yang ditumpangi Ketua TP PKK Lamaru, Fajar Iswahyurina bersama kadernya Sumarmi yang sedang mengontrol pertanian warga. Otomatis ketua TP PKK langsung turun dari kendaraannya dan menyuruh pegawai kelurahan untuk ikut membantu para petani pemetik kelapa membongkar muatan kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBeginilah mas kondisi jalan di wilayah lahan pertanian kelapa kami, hanya melintas jalan setapak untuk dapat dilewati satu mobil saja.Kalau tidak hati-hati bisa seperti ini jadinya, amblas,\u201d beber Ardan, sembari menyebut biasanya satu pohon akan panen kembali 6 bulan kemudian. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir-akhir ini para kelompok tani berlomba meningkatkan hasil panen buah kelapanya masing-masing. Mengapa tidak, memasuki bulan Ramadan kebutuhan kelapa muda dipastikan meningkat tajam. Kelapa muda mejadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3227,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,6,26],"tags":[],"class_list":["post-3226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-berita-lain","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3226"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23799,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3226\/revisions\/23799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}