{"id":3239,"date":"2014-06-18T01:35:10","date_gmt":"2014-06-17T17:35:10","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3239"},"modified":"2022-10-18T01:32:34","modified_gmt":"2022-10-17T17:32:34","slug":"3239","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/3239\/","title":{"rendered":"Bupati Minta Kesinia Daerah Terus di Kembangkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Yusran Aspar memberikan apresiasi atas diselanggarakannya sendra tari tradisional asli daerah yang kini mulai ditumbuhkembangkan oleh masyarakat asli Paser di Kabupaten PPU.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satunya tari tradisional yang dikembangkan di sanggar-sanggar tari di PPU. \u201cSaya salut, saya apresiasi sekali kepada anak-anak kita yang kreatif kembangan seni budaya daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perhatian saya ini pernah saya sampaikan kepada staf saya agar seni budaya asli Paser terus digali dan dikembangkan, karena bisa jadi objek wisata daerah,\u201d tutur Yusran saat menghadiri pagelaran seni dan lagu daerah di SMA Negeri 2, Waru, kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yusran yang didampingi Kadisdikpora Khaeruddin, Camat Waru Warsidi dan Danramil Waru Kapten Inf F Sunaryo tampak senang sekali dengan penampilan para penari dari pelajar SMA Negeri 2 itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKedepan daerah ini bukan hanya pembangunan\u00a0fisik semata, tetapi juga perlu pembangunan non fisik. Melihat itu saya optimis kabupaten ini akan menjadi salah satu sasaran objek wisata yang diminati masyarakat Kaltim maupun luar Kaltim,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia mengatakan, pengembangan seni budaya asli daerah merupakan keinginan kuat Pemkab PPU agar seni tari dan lagu-lagu daerah bisa dikenal luas masyarakat Indonesia dan dunia internasional. \u201cContohnya saja kebudayaan Erau setiap tahun terus digelar, kini menjadi popular di Indonesia dan masyarakat luar negeri,\u201d tutur Yusran bangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di hadapan sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh adat, kepala sekolah, guru SMA Negeri 2 serta tamu undangan lainnya, Yusran menerangkan, tak lama lagi jembatan Teluk Balikpapan-Penajam segera terwujud.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Artinya, jembatan termega dan terpanjang sebelum jembatan Selat Sunda ini akan menjadi salah satu objek wisata yang diharapkan banyak dikunjungi masyarakat. \u201cIni bukan sebatas wacana, karena pihak Waskita memperlihatkan keseriusannya dengan membebaskan tanah untuk membangun pabrik semen pembuatan beton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nilai investasinya mencapai puluhan miliar rupiah,\u201d kata Yusran. Selain itu, lanjut bupati, mereka juga merampungkan proses FS dan amdal. Kini, mereka (PT Waskita) tengah melakukan kajian teknis kedalaman laut Teluk Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apalagi, masalah perizinan dari kementerian sudah ada. \u201cJadi, kita harus bersiap-siap menyongsong itu, karena kedepan PPU akan menjadi sasaran objek wisata. Benuo Taka punya potensi wisata yang begitu banyak, seperti wisata pantai, flora-fauna dan masih banyak lagi,\u201d papar Yusran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yusran menambahkan, ada salah satu pulau yang \u00a0cukup jauh dari Penajam tetapi mudah dijangkau. Kalau itu bisa dikembangkan menjadi objek wisata, kedepan bisa mendatangkan PAD. \u201cIni adalah ambisi kita bersama menjadikan PPU bukan hanya sasaran objek wisata di Kaltim, tetapi juga akan menjadi pilihan wisata terbaik di Indonesia,\u201d tutur Yusran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kembali tentang pengembangan seni budaya asli daerah, Yusran berharap harus segera dibenahi, karena yang diperlukan adanya daya tarik wisatawan lokal, regional dan manca negara. \u201cDengan terus belajar mengembangkan seni budaya yang kita miliki, sehingga wisatawan akan datang melihat seni dan budaya Kabupaten PPU,\u201d tandas Yusran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 H Ahmad Zakarsi meminta agar kegiatan ini dapat diselenggarakan secara berkala minimal 3 bulan sekali, dengan tujuaan untuk menunjukkan seni budaya kepada para pelajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSMAN 2 saat ini sering diminta oleh sejumlah instansi untuk mengisi acara tari-tarian dalam menyambut tamu pejabat dan acara-acara seremonial lainnya. untuk itu, saya harapkan seni tari asli daerah ini terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,\u201d pungkas Zarkasih. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Yusran Aspar memberikan apresiasi atas diselanggarakannya sendra tari tradisional asli daerah yang kini mulai ditumbuhkembangkan oleh masyarakat asli Paser di Kabupaten PPU.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3240,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,26,482],"tags":[],"class_list":["post-3239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3239"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23808,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3239\/revisions\/23808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}