{"id":3448,"date":"2014-06-24T07:37:12","date_gmt":"2014-06-23T23:37:12","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3448"},"modified":"2022-10-18T03:45:43","modified_gmt":"2022-10-17T19:45:43","slug":"cemburu-istri-dikarate","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cemburu-istri-dikarate\/","title":{"rendered":"Cemburu, Istri Dikarate"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">SAMARINDA &#8211; Menjalin pernikahan saat umur belum mencukupi, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan. Ditambah lagi semuanya belum mapan. Seperti prahara yang menimpa pasangan SA (19) dan HR (23). Suami istri yang tinggal di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara ini, kerap terlibat pertengkaran. Puncaknya terjadi kemarin (22\/3) sekira pukul 09.00 Wita.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SA dipukul HR menggunakan tangan kosong dan kaca spion motor. Versi SA kepada polisi di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsekta Samarinda Utara, suaminya itu memukul karena cemburu. \u201cTidak tahu cemburu kenapa. Alasannya juga tidak jelas,\u201d ujar SA. Informasi yang dihimpun media ini, keduanya sudah tidak tinggal bersama sejak beberapa bulan terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari penjelasan ibu dua anak itu, selama tidak tinggal bersama suaminya, dia menginap di rumah orangtuanya di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Ulu. Kemarin, SA memutuskan kembali ke rumah yang disewa bersama suaminya. Nahas bagi SA, bukan kerinduan yang didapat, malah pukulan yang diterima dari HR. \u201cPelipis mata sebelah kanan saya bengkak dan berdarah,\u201d jelas SA kala melap0r dengan mata berkaca-kaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya dipukul, SA juga bahkan sempat dicekik hingga susah bernapas. Beruntung, dia sempat melawan. Namun, sebelum pemukulan itu terjadi, keduanya memang sempat cekcok mulut. \u201cDia marah-marah sama saya,\u201d ucap ibu muda itu. Hingga berita ini diturunkan, tak diketahui di mana HR berada pasca-penganiayaan. Namun SA sempat mengucapkan bahwa hubungan rumah tangganya dengan HR akan segera disudahi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMau diceraikan saja,\u201d tutur SA. Selain itu, HR diketahui sedang tidak memiliki pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. \u201cDia nganggur. Tidak tahu juga kerja pastinya,\u201d ucap SA. Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta melalui Kapolsekta Samarinda Utara AKP Ervin Suryatna menjelaskan, laporan SA yang merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sudah diterima. \u201cKami akan selidiki kasus ini. Perihal keberadaan suami korban (HR, Red.), masih kami telusuri,\u201d jelas Ervin.[] RedHP\/KP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Menjalin pernikahan saat umur belum mencukupi, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan. Ditambah lagi semuanya belum mapan. Seperti prahara yang menimpa pasangan SA (19) dan HR (23). Suami istri yang tinggal di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara ini, kerap terlibat pertengkaran. Puncaknya terjadi kemarin (22\/3) sekira pukul 09.00 Wita.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3449,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[511,512],"class_list":["post-3448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-kdrt","tag-suami-pukul-istri"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3448"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23919,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3448\/revisions\/23919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}