{"id":35182,"date":"2023-09-09T17:54:37","date_gmt":"2023-09-09T09:54:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=35182"},"modified":"2023-09-13T17:57:55","modified_gmt":"2023-09-13T09:57:55","slug":"samsun-harap-hortikultura-estate-jadi-sumber-pangan-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/samsun-harap-hortikultura-estate-jadi-sumber-pangan-kaltim\/","title":{"rendered":"Samsun Harap Hortikultura Estate Jadi Sumber Pangan Kaltim"},"content":{"rendered":"<p><strong>PARLEMENTARIA KALTIM<\/strong> \u2013 WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Samsun berharap dengan ditetapkan Kelurahan Amborawang Laut sebagai kawasan Hortikultura Estate dapat berjalan dan menghasilkan sumber pangan di Provinsi Kaltim.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Muhammad Samsun kepada awak media saat menghadiri Launching Hortikultura Estate di Pantai Ambalat Beach Camp Resort, Kelurahan Amborawang Laut, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Sabtu (09\/09\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Muhammad-Samsun-wakil-ketua-DPRD-Kaltim.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-35209\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Muhammad-Samsun-wakil-ketua-DPRD-Kaltim-194x300.jpg\" alt=\"\" width=\"344\" height=\"532\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Muhammad-Samsun-wakil-ketua-DPRD-Kaltim-194x300.jpg 194w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Muhammad-Samsun-wakil-ketua-DPRD-Kaltim.jpg 340w\" sizes=\"(max-width: 344px) 100vw, 344px\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u201cHarapannya betul produktif dan berjalan, tidak seperti rencana food estate lain yang tidak banyak berjalan. Kalau ini banyak diproduktifkan oleh masyarakat, maka kita canangkan dan sebagai perlindungan supaya tidak digunakan untuk kepentingan lain,\u201d ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.<\/p>\n<p>Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar) ini menjelaskan, lahan seluas 215 hektar itu dulunya daerah rawa. Namun setelah dibantu untuk irigasinya sehingga aliran airnya lancar, lahan tersebut kemudian dapat ditanami oleh masyarakat dan menjadi lahan produktif kembali.<\/p>\n<p>\u201cKita bantu mereka untuk normalisasi irigasinya sehingga aliran airnya lancar dan lahannya bisa kering sehingga bisa diproduktifkan, sebelumnya area itu daerah rawa jadi sering banjir sehingga tidak produktif, ada kurang lebih 215 hektar luasannya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Samsun, sapaan akrabnya mengatakan, petani akan berhasil apabila ada jaminan pasar terhadap hasil pertanian yang mereka tanam. Karena tanaman yang mereka tanam itu kalau sudah panen namun tidak ada pembelinya, maka akan merugi. Beruntung wilayah Samboja dekat dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), maka jaminan pasarnya sangat terbuka lebar.<\/p>\n<p>\u201cTerpenting adalah jaminan pasar di IKN banyak sekali karyawan di sana yang tentunya butuh makan dan disuplai oleh pihak ketiga, bahan baku makanan yang diproses itu berasal dari petani lokal,\u201d ujarnya lagi. []\n<p>Penulis : Guntur Riyadi | Penyunting : Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA KALTIM \u2013 WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Samsun berharap dengan ditetapkan Kelurahan Amborawang Laut sebagai kawasan Hortikultura Estate dapat berjalan dan menghasilkan sumber pangan di Provinsi Kaltim. Hal itu disampaikan Muhammad Samsun kepada awak media saat menghadiri Launching Hortikultura Estate di Pantai Ambalat Beach Camp Resort, Kelurahan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":35207,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,17,26,33],"tags":[],"class_list":["post-35182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35182"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35210,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35182\/revisions\/35210"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}