{"id":36906,"date":"2023-10-06T15:53:11","date_gmt":"2023-10-06T07:53:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=36906"},"modified":"2023-11-29T13:53:33","modified_gmt":"2023-11-29T05:53:33","slug":"pembongkaran-bantaran-skm-markaca-minta-kerjasama-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pembongkaran-bantaran-skm-markaca-minta-kerjasama-masyarakat\/","title":{"rendered":"Pembongkaran Bantaran SKM, Markaca Minta Kerjasama Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Markaca mengatakan, apa yang digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait pembongkaran pemukiman di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, bukan tanpa alasan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Anggota-Komisi-III-DPRD-Samarinda-Markaca-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-36908\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Anggota-Komisi-III-DPRD-Samarinda-Markaca-2-220x300.jpg\" alt=\"\" width=\"286\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Anggota-Komisi-III-DPRD-Samarinda-Markaca-2-220x300.jpg 220w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Anggota-Komisi-III-DPRD-Samarinda-Markaca-2.jpg 416w\" sizes=\"(max-width: 286px) 100vw, 286px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat untuk memahami upaya pemerintah daerah dalam hal menata tata ruang kota. \u201cMaka dari itu tolong kerja sama masyarakat, tidak mungkin pemerintah mengusir begitu saja pasti ada alasannya,\u201d kata Markaca ditemui di ruang kerjanya, Kantor DPRD Samarinda Jalan Basuki Rahmat Samarinda, Kamis (5\/10\/2023) kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, yang dilakukan ini bukanlah penggusuran melainkan penertiban kawasan. \u201cKarena dari awal sudah ada pemberitahuan dan aturannya jelas,\u201d ujar Markaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Markaca mengatakan bahwa tujuan normalisasi di Jalan Tarmidi ini memiliki dua alasan. Pertama, menciptakan kenyamanan masyarakat dan yang kedua agar fungsi sungai kembali seperti semula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada intinya ini untuk kebersihan kota Samarinda sekaligus mengembalikan fungsi sungai kita,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi terakhir, terdapat satu bangunan yang masih belum bisa dilakukan pembongkaran, dikarenakan belum adanya ganti rugi yang diterima pemilik bangunan. Hal ini disebabkan karena pemilik bangunan terlambat menyerahkan berkas-berkas kepemilikan bangunanya, sehingga pihak terkait belum memberikan uang ganti rugi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua harus sesuai dengan regulasinya, saat aturan dijalankan, ya menurut saya tidak masalah,\u201d tanggap Markaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, bangunan yang masih tersisa akan diberikan waktu untuk membongkar sendiri bangunannya, kemudian akan dilanjutkan dibongkar dengan alat berat. \u201cKita dapat bayangan nantinya kawasan itu akan bagus dan tertata, bahkan saat Teras Samarinda pun jadi akan terlihat wajah Samarinda,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Selamet | Penyunting : Budi Untoro<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Markaca mengatakan, apa yang digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terkait pembongkaran pemukiman di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, bukan tanpa alasan. Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat untuk memahami upaya pemerintah daerah dalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":36907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6,6585,17,37],"tags":[],"class_list":["post-36906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-berita-lain","category-dprd-kota-samarinda","category-headlines","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36906"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39736,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36906\/revisions\/39736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}