{"id":3730,"date":"2014-06-27T09:53:01","date_gmt":"2014-06-27T01:53:01","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3730"},"modified":"2022-10-18T19:37:56","modified_gmt":"2022-10-18T11:37:56","slug":"suara-terbanyak-gagal-ke-senayan-nusron-wahid-santai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/suara-terbanyak-gagal-ke-senayan-nusron-wahid-santai\/","title":{"rendered":"Suara Terbanyak Gagal Ke Senayan, Nusron Wahid Santai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">JAKARTA -Mantan Politisi Golkar Nusron Wahid mengaku santai dengan resiko tidak duduk di Senayan sebagai wakil rakyat. Hal itu diakibatkan pemecatan yang dilakukan Golkar kepadanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Padahal, Nusron mengatakan dirinya memperoleh suara tertinggi nasional dari seluruh kader Golkar. &#8220;Saya (perolehan suara) nasional di Golkar nomor satu, di lintas partai saya nomor lima, yang kita mau cari apa? tanggungjawab politisi ada dua ke rakyat dan hati nurani,&#8221; kata Nusron di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25\/6\/2014).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia menilai Aburizal Bakrie bersifat otoriter setelah Golkar memberikan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Hatta.<br \/>\n&#8220;Kalau ikut orang otoriter pasti sifatnya otoriter, mengelola partai itu miniatur mengelola negara, kalau mengelola partai otoriter berarti orang-orang model itu, mengelola negara pasti otoriter,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nusron menegaskan bahwa dirinya tidak haus jabatan bila tidak dapat duduk kembali menjadi wakil rakyat. Namun, ia menjelaskan apa yang dilakukannya mendukung Jokowi-JK merupakan suara hati nuraninya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Saya tidak takut kehilangan jabatan, ini atas nama demokratisasi. Bukan jabatannya, ini masalah iklim menjadi tersumbat dan mati, hanya karena perbedaan pendapat dibunuh, ini ciri-ciri fasisme,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Padahal, kata Anggota Komisi XI itu, bila hasil Rapimnas Golkar dijalankan, ia seharusnya menduduki jabatan Wakil Ketua DPR.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Tapi saya tidak melakukan itu, karena mendukung, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, dihadapkan pada dua pilihan, kalau ada pilihan yang baik untuk Indonesia kenapa pilih yang lain. Sekarang kita tunggu saja pengadilan rakyat sama keputusan Tuhan pada 9 Juli 2014,&#8221; tuturnya. []RedNR29\/Tb<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA -Mantan Politisi Golkar Nusron Wahid mengaku santai dengan resiko tidak duduk di Senayan sebagai wakil rakyat. Hal itu diakibatkan pemecatan yang dilakukan Golkar kepadanya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3731,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[2442,2443],"class_list":["post-3730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-nurson-wahid-di-pecat","tag-nusron-wahid-gagal-ke-senayan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3730"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24059,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3730\/revisions\/24059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}