{"id":38236,"date":"2023-10-31T20:30:51","date_gmt":"2023-10-31T12:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=38236"},"modified":"2023-11-20T01:44:27","modified_gmt":"2023-11-19T17:44:27","slug":"bantu-selesaikan-revitalisasi-pasar-pagi-dprd-agendakan-rapat-lanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bantu-selesaikan-revitalisasi-pasar-pagi-dprd-agendakan-rapat-lanjutan\/","title":{"rendered":"Rapat Lanjutan Untuk Bantu Urai Masalah Rencana Revitalisasi Pasar Pagi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; Adanya suara penolakan dari para pedagang Pasar Pagi terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk merevitalisasi pasar yang usianya ditaksir lebih setengah abad itu, ditanggapi wakil rakyat Kota Samarinda dengan mengagendakan pertemuan lanjutan untuk membantu mencari solusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Laila Fatihah, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, pedagang sebenarnya tidak menolak rencana pemindahan ke tempat lain saat pasar itu direnovasi, namun mereka menganggap rencana revitalisasi tersebut belum matang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMereka (pedagang, <em>red<\/em>) merasa bahwa perencanaannya belum cukup matang,\u201d ungkap Anggota Komisi II DPRD Samarinda dari Partai Persatuan Pembangunan, Laila Fatihah, saat diwawancara awak media di Kantor DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Selasa (31\/10\/2023).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-38237\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pasar-pagi.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pasar-pagi.jpeg 1200w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pasar-pagi-300x169.jpeg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pasar-pagi-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pasar-pagi-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait hal itu, DPRD meminta Pemerintah Kota Samarinda bisa bekerja sama dengan pedagang dalam menentukan lokasi yang sesuai. Pedagang juga menekankan pentingnya memiliki analisis teknis yang komprehensif sebagai dasar penentuan kelayakan pasar, bukan hanya mengandalkan pendapat subjektif. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan ditanya seputar rinci rencana revitalisasi itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOleh karena itu, kami berencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan dengan OPD terkait untuk merinci rencana ini. Saat ini, belum ada kesepakatan internal di OPD terkait, dan kami percaya bahwa pembicaraan lebih lanjut akan membantu mencapai kesepakatan yang lebih baik,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rapat lanjutan diharapkan akan membantu mengatasi kekhawatiran pedagang dan memastikan bahwa rencana pemindahan pasar dilaksanakan dengan lebih matang dan sesuai dengan kebutuhan seluruh pihak terlibat.\u00a0\u201cSemuanya harus dijelaskan kepada para pedagang, agar mereka juga memahami ada niatan pemerintah untuk membangun ulang Pasar Pagi,&#8221; tutupnya. []\n<p>Penulis: Selamet | Penyunting: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; Adanya suara penolakan dari para pedagang Pasar Pagi terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk merevitalisasi pasar yang usianya ditaksir lebih setengah abad itu, ditanggapi wakil rakyat Kota Samarinda dengan mengagendakan pertemuan lanjutan untuk membantu mencari solusi. Menurut Laila Fatihah, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, pedagang sebenarnya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":36931,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585,26,37],"tags":[6969],"class_list":["post-38236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-pasar-pagi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38236"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38516,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38236\/revisions\/38516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}